Epochtimes.com

Epidemi pneumonia Wuhan terus menyebar, seluruh rumah sakit di kota Wuhan penuh sesak dengan pasien yang datang. Para staf medis terpaksa bekerja melebihi beban. Beberapa tandu yang ditutupi dengan kain putih yang tergeletak di lorong-lorong rumah sakit mungkin saja adalah jenazah pasien yang tak tertolong. Anehnya tidak ada siapa pun yang menanganinya. Kondisi itu terjadi dalam waktu yang cukup lama. Ada juga keluhan dari staf medis Wuhan soal dokter yang memperkirakan bahwa warga yang terinfeksi coronavirus Wuhan saat ini diperkirakan mencapai sekitar 100.000 orang.

Hingga 24 Januari 2020, pihak berwenang komunis Tiongkok mengatakan, sudah ada 885 orang dari 26 provinsi Tiongkok yang terinfeksi pneumonia Wuhan, dimana 26 orang tewas. Di Provinsi Hubei, termasuk kota Wuhan, telah ada 15 kota yang diisolir atau ditutup.

Karena pihak berwenang memblokir informasi, maka demi menyampaikan situasi yang aktual, banyak pengguna internet, dokter, dan perawat mengambil video dan foto sendiri untuk diposting melalui berbagai situs jejaring sosial.

Pada 24 Januari 2020, netizen memposting video yang ia ambil dari Rumah Sakit Palang Merah Wuhan. Dalam video terlihat 3 tandu yang ditutupi kain putih tergeletak sepanjang siang hari di lorong rumah sakit itu, tanpa ada yang menangani.

Perekam video mengatakan : “3 sosok mayat ini tergeletak di pinggir lorong sepanjang siang hari, ada orang mengatakan bahwa baru dibawa ke mari dini hari tadi, tetapi belum ada yang menangani. Bahkan dokter, staf medis, pasien berobat dalam lingkungan semacam ini. Inilah kondisi sebenarnya dari rumah sakit yang ditunjuk resmi oleh pemerintah saat ini. Tidak ada yang mengurusnya, kalaupun menuntut pertanggungjawaban dari pimpinan rumah sakit, rasanya ia pun tak sanggup mengatasinya“.

Usai video tersebut dipublikasikan oleh perekamnya, ia menulis :  “Weibo telah menghapus video ini, saya harap dunia mengetahui situasi sebenarnya yang kita alami ! Tolong bantu share video saya ! Terima kasih ! Hanya ingin hidup dengan baik !”

Video itu direkam di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan dan perekamnya adalah perawat rumah sakit tersebut. Belakangan video itu dihapus dari Instagram oleh pihak berwenang.

Beberapa dokter di Internet juga mengatakan bahwa tidak ada pemimpin rumah sakit yang bersedia bertanggung jawab. Banyak orang meninggal, jenazah-jenazah  tidak ada yang mengurusi. 

Saya juga menyerah. Biarlah masyarakat seluruh negeri ini yang menilai, apa yang sedang terjadi di Wuhan !” kata dokter. 

Ada juga sebuah video yang diposting menunjukkan bahwa seorang penderita tiba-tiba jatuh dari antrian di sebuah rumah sakit di Wuhan sebelum ia mendapat giliran bertemu dokter. Di sebelahnya dokter sedang sibuk menangani pasien yang dalam kondisi panik.

Pada 22 Januari 2020, video lain yang diposting seseorang perekam mengatakan : “Lihatlah ini adalah Rumah Sakit Hankou. Saya tertegun begitu memasuki ruangan. Semua antrian  adalah pasien-pasien yang hendak mengurus opname di rumah sakit, jadi berapa banyak warga yang terinfeksi ? Mungkin dapat Anda bayangkan sendiri“.

Selain itu, rekaman video  menunjukkan bahwa ada staf medis di Wuhan yang  memberitahu keluarganya sambil menangis, “Perkiraan dokter warga yang terinfeksi mungkin mencapai sekitar 100.000 orang, dan pemerintah membiarkan kita-kita sebagai dokter ini yang menangani mereka, tetapi tanpa persedian apapun. Seseorang yang sebelumnya sehat-sehat saja tiba-tiba lunglai dan ambruk. Sekarang, jangan percaya terhadap gembar-gembor pemerintah, Anda harus mengandalkan diri sendiri.”

Banyak netizen menyampaikan komentar berkaitan dengan lambatnya pemerintah komunis Tiongkok dalam menangani wabah coronavirus Wuhan.  

Berikut beberapa komentar netizen.

“Bukankah pemerintah komunis Tiongkok mengatakan bahwa wabah coronavirus Wuhan dapat dikendalikan ?”

Asperse458 : “Tidak heran, banyak warga kabur.”

Wayne Sun : “Sangat disayangi, tetapi juga sangat menyulut kemarahan.”

Huang Vincent : “Seharusnya sejak awal sudah patut ditolak, siapa sebetulnya yang harus peduli terhadap kalian.”

 Jianshou xìnnian : “Pimpinan telah turun tangan? Bukankah pemimpin sudah kabur? Mana ada pejabat pemerintah komunis Tiongkok yang membiarkan rakyatnya sengsara?”

Af0cce5977b35 : “Pemimpin tak perlu panik, bom nuklir sedang dalam perjalanan.”

“Wuhan dalam kondisi baik. kondisi para pasien stabil. Terima kasih atas perhatian partai dan pemerintah komunis Tiongkok. Terima kasih kepada semuanya !”

Wang Daming : “Publikasi hanya akan menyebabkan kepanikan yang lebih besar, tetapi juga dapat menyebabkan banyak perhatian terhadap hak rakyat mengetahui kebenaran.”

Tangu lunjīng yilaogh : “Selanjutnya adalah kontrol ketat berita yang beredar lewat jaringan internet.” (sin)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular