Eva Pu – The Epochtimes

Saat pihak berwenang Tiongkok berjuang menenangkan warga Tiongkok di tengah kecamuk wabah Coronavirus yang menyebar dengan cepat, video dan pesan pendek dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok — asal mula pneumonia yang mematikan itu — mencerminkan suasana kepanikan yang timbul di Wuhan yang mendapat status karantina.

 Warga Wuhan, termasuk beberapa petugas kesehatan, melalui media sosial Tiongkok, seperti Weibo dan WeChat, menyampaikan keputusasaannya dan ketakutannya untuk masa depan Wuhan yang dikarantina. 

Beberapa warga Wuhan berhasil lolos dari sensor internet firewall Komunis Tiongkok dan mengakses situs yang diblokir, sehingga suara mereka dapat didengar oleh dunia luar.

 Dalam satu video, apa yang tampak seperti tubuh yang ditutupi terlihat di lorong rumah sakit di antara dua baris pasien yang duduk, saat staf kesehatan dengan seluruh tubuhnya tertutup bergegas. 

Wanita yang merekam video itu mengatakan beberapa mayat diduga berada di sana sepanjang pagi. Dalam klip lain yang dibagikan secara online, seorang pasien terlihat jatuh ke lantai saat  menunggu dalam antrian untuk perawatan, tampaknya ia pingsan.

Banyak dari video ini yang berulang kali dihapus dan diunggah kembali dalam tarik ulur digital antara netizen dengan sensor.

Coronavirus sudah menginfeksi warga dan merenggut kematian. Korban yang tewas termasuk satu petugas kesehatan, berdasarkan angka yang dikeluarkan oleh Tiongkok bahwa banyak dari mereka yang berada di lapangan di Wuhan dan daerah lain mengatakan sangat percaya skala wabah tersebut.

Walaupun banyak yang meragukan angka-angka yang dikeluarkan oleh otoritas komunis Tiongkok. 

武漢實際情況 已經直接倒了你信佢地講既可控可防?更新:武漢果邊話依家好多係直接暈低,前面無咩症狀,未fc

Posted by 安妮范 on Thursday, January 23, 2020

 “Infeksinya jauh lebih mengerikan daripada yang anda lihat di televisi,” kata seorang wanita, yang bekerja di rumah sakit, dalam pesan suara WeChat kepada keponakan perempuannya.

 Wanita tersebut terisak-isak dan harus berhenti beberapa kali untuk mengatur napas.

“Setelah seharian bekerja, kami berada di ambang gangguan mental,” katanya. Ia memberitahukan kepada orang lain untuk mengambil tindakan perlindungan yang tepat dan “tidak pernah mempercayai pemerintah.” 

Share

Video Popular