Reuters

Menteri Kesehatan di Thailand, negara yang paling dipastikan terdapat kasus jenis Novel Coronavirus di luar Tiongkok, mengadakan pertemuan darurat pada tanggal 26 Januari 2020 dengan Menteri Transportasi Thailand dan Menteri Pariwisata Thailand, di tengah meningkatnya ketidakpuasan masyarakat terhadap penanganan penyakit oleh pemerintah Thailand.

 “Kami dapat mengendalikan situasi dan yakin pada kemampuan kami untuk menangani krisis,” kata  Menteri Kesehatan Masyarakat Anutin Charnvirakul mengatakan kepada wartawan yang dikutip oleh Reuters. Jumlah kasus penyakit Coronavirus di Thailand meningkat pada hari Minggu menjadi delapan kasus.

 Anutin Charnvirakul menambahkan, bahwa tiga dari delapan orang yang terinfeksi sedang dirawat dan lima orang telah pulih dan pulang ke rumah.

 Tagar #crapgovernment menjadi tren teratas di Twitter di Thailand pada hari Sabtu di mana terdapat lebih dari 400.000 cuitan. Pengguna mengeluhkan pengelolaan Coronavirus dan masalah kesehatan lainnya.

 “Jika mencapai titik di mana kesehatan masyarakat berada dalam bahaya, kami akan bertindak (lebih banyak),” kata Anutin Charnvirakul. Ia menambahkan bahwa pemerintah Thailand tidak akan memprioritaskan pendapatan pariwisata daripada kesehatan.

 Anutin Charnvirakul mengatakan, mendeteksi pasien yang terinfeksi adalah pertanda baik karena hal tersebut menunjukkan bahwa sistem pemerintahannya adalah efisien 

 Wisatawan Tiongkok adalah sumber wisatawan terbesar bagi Thailand dan hampir 11 juta wisatawan Tiongkok berkunjung ke Thailand tahun lalu.

 Di Tiongkok, ada hampir 2.000 kasus penyakit dan 81 orang meninggal. Data ini adalah laporan yang dikeluarkan pemerintahan Komunis Tiongkok.  Penyebaran kasus Coronavirus dilaporkan terjadi di negara lain, termasuk Thailand.

Misalnya Artis grafiti Thailand, @ headachestencil berkomentar di Twitter, “Dapat menutup jalan dan pulau, tetapi tidak dapat menutup negara dari Tiongkok demi keselamatan dan kepercayaan masyarakat. Sanggupkah anda lebih menghargai hidup kami daripada Yuan #crapgovernment.”

Tujuh kasus Coronavirus di Thailand adalah wisatawan dari Wuhan, kota di tengah Tiongkok yang menjadi pusat penyebaran. Hanya satu kasus adalah seorang warganegara Thailand, yang mengunjungi Wuhan selama Tahun Baru, terjangkit penyakit ini.

Belum ada kasus penularan dari manusia ke manusia di Thailand.

Pemerintah Thailand melakukan pemindaian para penumpang pesawat yang tiba dari Guangzhou di lima bandara termasuk bandara utama Suvarnabhumi, Chiang Mai, Phuket, Don Muang dan Krabi.

Berdasarkan jumlah selama wabah SARS pada tahun 2003, berkurangnya wisatawan Tiongkok selama tiga bulan akan menghilangkan 50 miliar baht dari pendapatan pariwisata Thailand, demikian kata Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn.

Mal-mal perbelanjaan utama di tempat-tempat wisata Thailand memperkenalkan langkah-langkah kebersihan.

Operator angkutan massal termasuk skytrain Bangkok dan kereta bawah tanah meningkatkan frekuensi penyekaan dan penyemprotan desinfektan di kereta api, demikian kata Kementerian Transportasi Thailand. (Vv/asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular