Sound of Hope

Seorang ilmuwan di Pusat Kesehatan dan Keselamatan Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat, bernama Eric Toner telah melakukan simulasi penyakit menular global dari jenis virus yang sama dengan pneumonia baru di Wuhan. Menurut model prediktifnya, coronavirus dapat membunuh 65 juta orang dari infeksi dalam waktu 18 bulan.

Prediksi terkait dilakukan pada bulan November tahun lalu, sebelum pecahnya coronavirus baru di Wuhan Pada waktu itu. Toner menggunakan virus fiktif yang disebut CAPS untuk mensimulasikan epidemi global sesuai dengan karakteristik virus corona sebelumnya.

Coronavirus virtual relatif lebih tinggi daripada SARS pada tahun 2003 yang mematikan dan tahan terhadap vaksin modern.

Menurut hasil deduksi Toner, coronavirus akan dapat menyebar ke hampir setiap negara di dunia dalam waktu 6 bulan dan membunuh 65 juta orang dalam satu setengah tahun.

“Saya sudah lama berpikir bahwa virus yang paling mungkin menyebabkan pandemi baru adalah coronavirus. Ini adalah bagian dari dunia tempat kita hidup sekarang. Kita berada dalam era epidemi,”  kata Toner.

Dia percaya bahwa jika jumlah total coronavirus saat ini mencapai ribuan, itu bisa berdampak signifikan pada perekonomian nasional.

Saat ini, coronavirus baru telah mempengaruhi semua provinsi dan kota-kota di Tiongkok serta Hong Kong, Makao dan Taiwan kecuali Tibet, dan menyebar ke banyak negara di dunia.

Negara-negara luar negeri yang saat ini didiagnosis dengan pneumonia baru adalah: 5 kasus di Thailand, 2 kasus di Jepang, 2 kasus di Korea Selatan, 2 kasus di Amerika Serikat, 1 kasus di Singapura, 2 kasus di Vietnam, dan 2 kasus di Perancis.

Ada juga kasus yang dicurigai terjadi di Filipina, Inggris, Italia, Malaysia, Brasil, Meksiko, Australia, Rusia, Arab Saudi dan negara-negara lain, Korea Utara mengumumkan akan memblokir perbatasan dan mencegah masuknya wisatawan asing.

Data yang tercatat hingga tanggal 24 Januari 2020 menunjukkan bahwa ada 880 kasus pneumonia baru yang dikonfirmasi di Tiongkok Daratan. 34 dipulangkan, 177 parah, dan 26 meninggal. Provinsi Hubei mengadopsi strategi tertutup untuk mencegah penyebaran virus. (Lim)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular