Nicole Hao – The Epochtimes

Walikota Wuhan, Zhou Xianwang  dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi, secara tidak langsung menyalahkan  atasannya karena salah mengelola krisis wabah jenis Coronavirus yang baru.

Selama program berita yang ditayangkan di stasiun televisi pemerintah pada  (27 /1/2020) malam hari itu, Zhou Xianwang mengatakan bahwa pemerintah pusat membuat keputusan untuk menahan informasi mengenai wabah Coronavirus yang sedang melanda Wuhan itu.

 Zhou Xianwang mengakui bahwa pemerintah daerah Wuhan tidak mempublikasikan informasi tepat waktu, dan gagal mengendalikan Coronavirus dengan benar.

“Pengungkapan mengenai wabah Coronavirus adalah tidak tepat waktu. Sebagai pemimpin pemerintah daerah, saya hanya dapat mempublikasikan informasi setelah saya menerima izin dari pihak berwenang, pemerintah pusat,” kata Zhou Xianwang selama wawancara.

Hanya pihak berwenang kesehatan Wuhan yang memastikan adanya wabah Coronavirus pada (31/12/2019), meskipun pasien pertama terinfeksi pada 12 Desember.

Setelah seorang ahli terkemuka yang bekerja untuk pemerintah pusat, Zhong Nanshan, memberikan ceramah mengenai keparahan penyakit tersebut, pihak berwenang Wuhan mulai melaporkan lebih banyak kasus infeksi secara resmi. Sejak itu, setiap wilayah Tiongkok kecuali Tibet melaporkan kasus infeksi Coronavirus.

Virus mematikan itu telah menyebar ke beberapa negara Asia, Amerika Serikat, Kanada, Prancis, dan Australia. Sebagian besar pasien dari negara-negara itu, belum lama telah  bepergian ke Wuhan.

Pada 22 Januari 2020, Wuhan mengumumkan memulai menghentikan  transportasi dan mengkarantina kota untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.

 Zhou Xianwang mengatakan selama program 27 Januari 2020 bahwa ia percaya itu adalah solusi terbaik. Namun jika warga Wuhan tidak senang dengan keputusan itu, Zhou Xianwang  bersedia mengundurkan diri.

 Sebelumnya Zhou Xianwang mendapat kecaman karena mengatakan bahwa Wuhan memiliki persediaan medis yang cukup selama konferensi pers tanggal 26 Januari 2020. Informasi itu bertentangan dengan apa dikatakan oleh atasannya, Gubernur Provinsi Hubei Wang Xiaodong, pada hari yang sama.

“Kami membutuhkan jas dan masker pelindung… masalah paling mendesak dan sulit,” sebut pernyataan Wang Xiaodong. 

 Zhou Xianwang juga mengungkapkan bahwa lebih dari lima juta orang telah meninggalkan Wuhan pada Januari 2020, yang membuat banyak orang Tiongkok khawatir bahwa orang-orang itu berpotensi menyebarkan Coronavirus secara luas.

 Sementara itu, Wang Yanhu, seorang editor Beijing News,  kantor media pemerintah Tiongkok, menerbitkan sebuah artikel pada 27 Januari 2020, di mana ia mengkritik pemerintah Wuhan. Pasalnya pemerintah Wuhan membiarkan begitu banyak warga Wuhan keluar dari Wuhan dan membiarkan warga lainnya dalam keadaan bahaya.

“Pemerintah setempat terus memberikan informasi positif sampai akademisi Zhong Nanshan memberikan pidato pada 20 Januari 2020 lalu,” tulis Wang Yanhu.

Wang Yanhu mengatakan bahwa sebagian besar dari lima juta orang meninggalkan Wuhan antara 1 Januari hingga 20 Januari 2020. Dari data resmi, kurang dari satu persen dari mereka itu bepergian ke luar negeri. 

Sebagian besar penduduk Wuhan naik pesawat terbang ke Hong Kong, di mana ada delapan kasus Coronavirus yang dipastikan, dan Bangkok, Thailand. Negara di kawasan Asia Tenggara juga memastikan adanya delapan kasus Coronavirus.

Pada pertemuan darurat beberapa waktu sebelumnya, dengan para pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok, pemimpin Tiongkok Xi Jinping mengatakan ia prihatin dengan “situasi gawat” dan “percepatan penyebaran” Coronavirus.

Ma Guoqiang, Sekretaris Partai Komunis Tiongkok dan bos besar di Wuhan, mengatakan saat konferensi pers 27 Januari 2020 bahwa ia senang Xi Jinping memperhatikan situasi tersebut.

Komentator Tiongkok percaya bahwa wawancara Zhou Xianwang di televisi dan kata-kata Ma Guoqiang secara tidak langsung berarti bahwa mereka ingin melimpahkan tanggung jawab pengendalian Coronavirus kepada Xi Jinping.

“Ini adalah pesan yang jelas dari Zhou Xianwang dan Ma Guoqiang bahwa mereka tidak akan mau ikut bertanggung jawab, karena mereka takut mereka harus membayar dengan nyawanya karena membuat keputusan yang salah,” kata Tang Jingyuan, seorang komentator urusan Tiongkok yang menetap di AS kepada The Epoch Times, (27 /1/20200. Tang Jingyuan  percaya bahwa artikel Beijing News mengkritik pihak berwenang  Wuhan adalah tanda bahwa pemerintah pusat dapat menghukum beberapa pejabat di Wuhan. (Vv)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular