NTDTV.com

Epidemi pneumonia Wuhan kini semakin tak terkendali. Meskipun provinsi Hubei nyaris ditutup, jumlah kasus dan kematian yang dikonfirmasi masih terus meningkat.  Walikota Wuhan mengatakan  sekitar 5 juta penduduk kota itu sudah meninggalkan Wuhan. Itu dilakukan sebelum pemerintah setempat melakukan isolasi akibat epidemi virus corona yang mematikan. Sekarang, hanya tersisa 9 juta penduduk yang tinggal.  Dilaporkan bahwa setidaknya 160.000 pasien telah memasuki Beijing. 

Pejabat senior komunis Tiongkok sangat marah mendengar hal ini, dan memerintahkan penangkapan di seantero negeri orang-orang yang diduga pembawa virus itu.

Epidemi pneumonia dari coronavirus baru di Wuhan terus menyebar, kecuali Xiangyang dan Shennongjia, yakni Distrik Kehutanan, provinsi Hubei barat laut.  Kota-kota lain sepenuhnya ditutup, tetapi jumlah kasus dan kematian yang dikonfirmasi masih meningkat tajam.

Hingga 26 Januari 2020 pukul 24:00 waktu setempat, versi pejabat Komunis Tiongkok menyatakan, bahwa kasus yang dikonfirmasi di Hubei kembali meningkat menjadi 371 kasus, 24 orang meninggal dunia dengan total 1.423 kasus yang dikonfirmasi. 

Sedangkan, jumlah kasus yang dikonfirmasi secara nasional telah melampaui 2.744 kasus. Secara total telah merenggut 80 korban jiwa.

Simulasi Pakar  : 65 Juta Orang Bakal Tewas di Seluruh Dunia dalam 18 Bulan ke Depan

Saat ini, epidemi pneumonia di Wuhan telah menyebar ke seluruh dunia. Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan oleh para peneliti dari Hong Kong dan Komunis Tiongkok, rasio epidemi ini mencapai 83%, masa inkubasi 3 hingga 6 hari, dan tingkat kematian 15%. Sejumlah besar kasus diperkirakan akan meletus di Tiongkok dalam satu pekan ke depan.

Para ahli Amerika mensimulasikan wabah epidemi. Hasilnya menyimpulkan bahwa dalam 18 bulan, sebanyak 65 juta orang akan meninggal dunia karena infeksi di seluruh dunia.

 Ma Xiaowei, Ketua Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, Minggu 26 Januari 2020, mengakui bahwa kapasitas penularan virus tampaknya telah meningkat. Sedangkan epidemi telah memasuki periode “serius.” Ia juga mengakui bahwa penyebaran epidemi yang cepat telah membawa tantangan dan tekanan pada upaya pihak berwenang untuk mengendalikan epidemi.

The Liberty Times melaporkan, bahwa “Kelompok pengarah utama tanggap darurat terhadap infeksi novel coronavirus dan epidemi pneumonia” yang dipimpin oleh Li Keqiang, bertemu untuk pertama kalinya pada tanggal 26 Januari 2020. Ia mengatakan pada pertemuan tersebut bahwa akan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek, menyesuaikan jam buka sekolah, dan mendukung kantor online dan langkah-langkah lainnya.

Hanya 9 juta orang yang tersisa di Kota Wuhan

Ma Xiaowei mengatakan, bahwa coronavirus baru juga menular selama masa inkubasi. Selain itu, suhu tubuh pasien tidak tinggi pada tahap awal penyakit. Bahkan banyak pasien tidak mengetahui bahwa mereka terinfeksi, dan tidak memiliki kesadaran akan isolasi diri, sehingga menjadi sumber infeksi. 

Masa inkubasi virus sekitar 10 hari, paling lama 14 hari, dan terpendek adalah 1 hari. Sumber infeksi berjalan ini meningkatkan kesulitan dalam pengendalian, dan diperkirakan epidemi akan berlanjut untuk beberapa waktu.

Dia juga mengatakan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan 1 miliar yuan untuk pengendalian epidemi. Selain itu, mengirim tim medis ke Provinsi Hubei, dari pihak militer juga mengirim 450 personel tim medis.

Walikota Wuhan, Zhou Xianwang mengatakan ada sekitar 9 juta warga yang tersisa di kota setelah isolasi. Dari 2.700 orang yang saat ini diamati di kota, sekitar 1.000 orang kemungkinan akan dikonfirmasi terjangkit virus corona.

Share

Video Popular