Xia Yu – Epochtimes.com

Warga kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok bernama Zhang Changchun yang merupakan putra dari Yang Zhongyi pada hari Senin 27 Januari 2020 mengatakan kepada reporter Reuters bahwa ibunya sudah mengalami demam selama 2 pekan. Akan tetapi sampai esoknya masih menunggu giliran untuk menguji apakah positif terinfeksi coronavirus jenis baru. Dokter secara pribadi telah mengindikasikan bahwa ibu hampir dapat dipastikan terinfeksi virus tersebut.

 Yang Zhongyi, ibu berusia 53 tahun itu hanyalah satu dari sekian banyak pasien di Wuhan yang kesulitan dalam menanti pengujian coronavirus jenis baru. Zhang Changchun mengatakan bahwa rumah sakit menghadapi kesulitan dalam menerima ibunya meskipun ia terus mendesak. Selama waktu tersebut ibunya sudah dibawa ke 4 rumah sakit yang berbeda di Wuhan untuk meringankan penderitaan dari paru-parunya yang terus memburuk.

“Saya dan abang saya setiap hari mengantri di depan loket untuk mendaftarkan ibu agar dapat dirawat di rumah sakit. Berangkat dari rumah pukul 6 – 7 pagi, lalu berbaris sepanjang hari dengan hasil nihil”, kata Zhang kepada Reuters.

Menurutnya, jawabannya masih sama, yakni ‘belum ada tempat kosong. Masih menunggu pengarahan dari pemerintah. 

“Mari kita ikuti berita terbaru untuk melihat apa yang terjadi.”  Para dokter pun sangat frustasi.

Komunis Tiongkok menunda pengujian virus baru, mengendalikan komentar di internet

Pada 10 Januari 2020, komunis Tiongkok berbagi informasi genetik virus baru tersebut dengan negara lain. Coronavirus baru ini secara resmi disebut 2019-nCoV dan telah didefinisi sebagai penyebab kematian seorang pria berusia 61 tahun di Wuhan. 

Beberapa negara, seperti Jepang dan Thailand,  3 hari kemudian mulai menguji turis asal Tiongkok yang masuk ke negaranya melalui rekam suhu badan.

Seorang pejabat dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Hubei mengatakan kepada Reuters bahwa alat tes virus baru itu tidak didistribusikan ke beberapa rumah sakit di Wuhan hingga 20 Januari 2020. Kementerian Kesehatan Cabang Wuhan mengatakan bahwa sebelum ini, sampel yang diambil dari pasien harus dikirim ke laboratorium Beijing untuk pengujian. Proses itu membutuhkan waktu 3 hingga 5 hari untuk mendapatkan hasil.

Reuters mengumpulkan data dari otoritas kesehatan Wuhan dan hasilnya menunjukkan bahwa selama periode ini, rumah sakit di Wuhan mengurangi jumlah pemeriksaan medis untuk pasien yang diduga terinfeksi coronavirus dari 739 kasus menjadi 82 kasus. Lalu tidak ada kasus baru di dalam negeri yang dilaporkan.

Momen di mana tidak ada kasus virus baru di Wubai yang dilaporkan itu adalah saat kongres rakyat provinsi dan pertemuan konsultasi politik provinsi sedang berlangsung.

Dalam keadaan tidak adanya data yang andal dan kemampuan pengujian yang memadai di Wuhan, otoritas Tiongkok masih saja terus meyakinkan warga pada hari kedua setelah coronavirus jenis baru ditemukan. 

Otoritas bahkan mengatakan bahwa virus tersebut tidak akan menyebar luas. Dan dalam beberapa minggu setelahnya, pihak berwenang menangkap 8 orang yang dituduh menyampaikan komentar negatif tentang wabah, dan “menyebarkan desas-desus” lewat internet.

“Seorang dokter tidak mengenakan masker, dan kami tidak tahu bagaimana melindungi diri kita sendiri … tidak ada yang memberitahu kita”, kata seorang wanita berusia 45 tahun yang bermarga Chen kepada reporter Reuters. 

Pada 20 Januari 2020, yakni 5 hari setelah dirawat di rumah sakit, bibinya dipastikan terinfeksi pneumonia Wuhan.

“Saya memposting foto bibi di Weibo, dan polisi langsung menelepon pihak rumah sakit untuk memberitahu saya agar melepas foto tersebut”, kata Chen.

Share

Video Popular