Zhu Ying/Yun Tao – NTDTV.com

Seorang kepala ICU dari sebuah rumah sakit di Wuhan, berbicara tentang situasi terkini Rumah Sakit Wuhan dalam sebuah wawancara dengan media Tiongkok, pada  Selasa (28/1/2020).  Dia mengklaim pernah menangani pasien si “raja racun.” Sedangkan pasien yang dijuluki raja racun ini bisa menginfeksi puluhan orang.

Wawancara itu dilakukan dengan media partai di Provinsi Hunan, Tiongkok yang menerbitkan laporan wawancara dengan Hu Ming itu. Ia adalah kepala ICU bidang penyakit paru-paru di Wuhan. 

Rumah sakit Wuhan tempat praktik Hu Ming, baru-baru ini diumumkan sebagai rumah sakit yang ditunjuk sebagai tempat perawatan pneumonia  dengan infeksi novel coronavirus. Disebutkan, lebih dari sepuluh pasien kritis yang terinfeksi novel coronavirus dirawat di rumah sakit itu. 

Menurut laporan yang dikutip oleh epochtimes.com, Hu Ming dan semua staf medis di departemennya di rumah sakit itu, setiap hari “tarik-menarik” dengan novel coronavirus. 

Hu Ming mengungkapkan bahwa di antara kasus-kasus yang ditanganinya, ada seorang pasien yang dijulukinya sebagai “raja racun.” Pasalnya hanya pasien itu menginfeksi puluhan orang. Sementara itu, salah seorang rekannya mengatakan bahwa pasien sakit parah yang ditanganinya semuanya meninggal dunia.

Hu Ming mengatakan, bahwa jika epidemi tidak dapat dikendalikan secara efektif, maka si pasien dapat menyebar ke sepuluh orang lainnya.

Menurut pengungkapan Hu Ming, setiap pasien saat ini membawa virus yang cukup untuk menjadikannya sebagai “Raja Racun” yang mematikan.

 Menurut dunia medis, jika muncul raja racun atau bahasa lainnya yakni penular super selama pengembangan epidemi, maka berarti bahwa virus telah beradaptasi dengan tubuh manusia. Caranya melalui mutasi selama penyebaran terus-menerus. Sehingga mengakibatkan kapasitas infeksi virus meningkat secara drastis.

Zhong Nanshan, pemimpin kelompok ahli komunis Tiongkok, dalam sebuah wawancara dengan media corong partai komunis tiongkok, China Central Television  pada 21 Januari 2020, mengatakan, kini yang paling mengkhawatirkan adalah akan munculnya “Penular super.” Yang mana akan menyebabkan epidemi menyebar dengan cepat. Namun demikian, dunia luar menduga itu tak lebih dari pernyataan “menjaga stabilitas.” Beberapa ahli mengatakan,  tak tertutup kemungkinan “Penular super” juga sudah muncul pada saat itu.

Selain itu, dalam wawancaranya, Hu Ming sempat menyebutkan adanya seorang pensiunan yang dikenalnya. Dia mengatakan rekannya yang seorang dokter itu, kembali dipekerjakan oleh rumah sakit. Setelah munculnya epidemi, unitnya mengirim pensiunan itu ke garis depan untuk menyelamatkan pasien. Namun demikian, tak disangka dia justru meninggal dunia dalam tugasnya itu.

 Hu Ming mengatakan, “Situasi epidemi mungkin tidak seoptimis seperti yang dibayangkan, lagipula masih ada Festival Musim Semi. Banyak orang sebelumnya telah pulang kampung untuk perayaan imlek, jadi pasti ada ledakan wabah di seluruh negeri.

Dia mengatakan, tak lama setelah epidemi, pasien sudah memenuhi kamar rumah sakit. Bahkan, bangsal perawatan intensif juga penuh. Ia mengatakan, mungkin diperlukan selama tiga hari untuk mengosongkan bangsal perawatan itu. (jon/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular