Laporan NTD – China Forbidden News

Pada Selasa 28 Januari 2020, Biro Urusan Sipil Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, mengumumkan bahwa jenazah korban pneumonia coronavirus baru dibebaskan dari biaya kremasi.

Pengumuman itu mengatakan bahwa “untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan”, beberapa departemen terkait telah mengupayakan untuk “mengerahkan sejumlah mobil jenazah, personel dan sarana pelindung”, untuk meningkatkan kapasitas menerima dan mengangkut jenazah serta memastikan layanan terkait.

Akan tetapi tak lama setelah itu, pejabat pemda setempat merevisi pengumuman itu dan menghapus deskripsi tentang jumlah mobil jenazah.

Namun demikian, karena pengumuman mencakup mobil jenazah dan tenaga yang tidak mencukupi, hal itu pun menarik perhatian publik.  Pengumuman ini telah memicu kecemasan publik terkait jumlah korban tewas yang sebenarnya.

Beberapa netizen mempertanyakan: “Berapa banyak orang yang tewas sebenarnya? … sampai-sampai mobil jenazah tidak cukup. Menurut data resmi Anda (komunis Tiongkok), itu tidak lebih dari ratusan orang yang meninggal dalam beberapa hari terakhir ini. Terlalu banyak pengumuman yang dibuat-buat jelas akan terkuak dengan sendirinya”.

Reporter NTD mencoba menghubungi pihak terkait untuk memverifikasi jumlah korban tewas, tetapi staf biro urusan sipil setempat tidak menjawab.

Staf Biro Urusan Sipil Wuhan: “Saya tidak bisa memverifikasi dengan Anda, kami punya juru bicara. Kami tidak boleh mengumumkan hal apa pun kepada siapa pun.”

Reporter: “Baiklah, kalau begitu Anda beritahu saya nomor telepon juru bicara itu.”

Staf Biro Urusan Sipil Wuhan: “Saya sendiri juga tidak tahu siapa juru bicaranya. Anda ke kantor saja.”

Reporter: “Kalau begitu tolong berikan nomor telepon kantor Anda.”

Staf Biro Urusan Sipil Wuhan: “Saya sibuk sekarang. Maaf, saya sedang sibuk. Oke.”

Reporter: “Tunggu sebentar, apakah ini tugasmu.” (Telepon ditutup staf biro urusan sipil)

Narasumber yang mengetahui hal itu mengatakan kepada reporter NTD,  jumlah korban tewas sebenarnya jauh melebihi angka resmi yang diumumkan pejabat pemda setempat.

Seorang warga Henan yang mengetahui hal itu mengatakan secara anonim: ” Menantu sepupu saya menceritakan kepada saya, salah satu saudara perempuannya bekerja di sebuah rumah sakit di Wuhan, mengatakan bahwa lebih dari 100 orang meninggal di rumah sakit mereka setiap hari.”

Sementara itu, narasumber lain di Wuhan yang mengetahui hal itu juga mengatakan bahwa krematorium setempat tampak lebih sibuk dari biasanya.

Reporter itu juga menghubungi sejumlah rumah duka untuk memverifikasi situasi.

Reporter NTD juga menghubungi sejumlah rumah duka untuk memverifikasi situasi terkait.

Staf rumah duka di Distrik Huangpi, Wuhan: “Rumah duka di Distrik kami disini sekarang jauh lebih banyak orang yang meninggal dari biasanya. Sekarang orang-orang yang meninggal di desanya dikremasi disini. Kami memiliki lima tungku pembakaran di sini, kami mulai sibuk dari jam 7 pagi – 4:30 sore, jenazah langsung dikremasi begitu tiba, tidak menunggu lama.”

Staf rumah duka di Distrik Xinzhou, Wuhan: “Jika kremasi dalam kondisi khusus, kami dapat membakarnya kapan saja. Tapi harus jenazah yang dikonfirmasi karena wabah, dan dikonfirmasi dari rumah sakit. Kami punya karyawan khusus mengkremasi mayat yang dikonfirmasi, dan kami memiliki beberapa shift. Ya, 24 jam non stop untuk kondisi khusus.”

Sementara itu, rumah duka Wuchang tingkat nasional, dan rumah duka Hankou yang ditunjuk oleh Pemerintah Kota Wuhan untuk mengkremasi mayat korban pneumonia coronavirus tidak menanggapi verifikasi reporter NTD.

Salah satu karyawan yang mengaku bekerja di rumah duka Qingshan, mengatakan bahwa “jumlah mayat yang dibawa oleh unit kami telah meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir.” Saya hanya tahu, kamat mayat di rumah duka Wuchang dan Hankou sudah penuh, unit kami bahkan tidak memberi kami pakaian pelindung … “

Sejak merebaknya epidemi, banyak pasien mengeluh di Internet, karena terbatasnya kapasitas pengujian di rumah sakit, banyak orang sebelum didiagnosis bahkan sudah meninggal.

 Menurut artikel survei “Initium Media” Hong Kong, “korban tewas diluar daftar yang dikonfirmasi”, ada lebih dari 30 mayat yang tidak didiagnosis dan segera dikremasi dalam satu malam pada tanggal 22 Januari 2020. Sekitar 14 tungku kremasi di rumah duka Hankou beroperasi sepanjang waktu, menunggu kapan saja orang mati yang dikirim dari berbagai rumah sakit.

The paper.cn, outlet berita online Tiongkok juga melaporkan bahwa seorang wanita hamil meninggal karena pneumonia 12 hari kemudian, kemudian dikirim ke rumah duka dan dikremasi malam itu juga. Tetapi rumah sakit tidak memberikan diagnosis yang dikonfirmasi sampai akhir. Hari berikutnya ketika anggota keluarga ke rumah duka Wuchang untuk mengambil abunya, tampak puluhan orang menunggu seperti mereka untuk mengambil abu anggota keluarga masing-masing. (jon/asr)

Pewancara : Chang Chun, Yi Ru – Editor Shang Yan – Post Production/Chen Jianming

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular