Erabaru.net. Seorang anak Lai-laki berusia 16 tahun kehilangan nyawanya sendirian di rumah, sementara ayahnya yang merupakan pengasuh satu-satunya, dikarantina di rumah sakit karena dicurigai terinfeksi virus corona.

Ayah dari anak itu berada di ruang isolasi di rumah sakit Hubei, pusat wabah.

Pemerintah setempat membentuk tim untuk menyelidiki kasus ini, anak tersebut menderita cerebral palsy, penyebab kematiannya tidak diketahui.
 
Kasusnya dirilis kemarin di aplikasi pengiriman pesan WeChat Tiongkok oleh sebuah organisasi yang menawarkan dukungan kepada pasien autis dan keluarga mereka.

Bocah itu, yang diidentifikasi sebagai Yan Cheng, memiliki saudara lelaki berusia 11 tahun yang menderita autisme, yang tinggal di rumah sakit bersama ayahnya, Yan Xiaowen.

Yan Xiaowen, 49 tahun, sebelumnya bepergian dengan putranya dengan bus dari Wuhan ke rumahnya di Desa Yanjia pada 17 Januari. Dia mulai mengalami demam tiga hari setelah kembali ke rumahnya dan pindah ke rumah sakit untuk perawatan intravena.

Pada tanggal 23 Januari, sebuah alarm muncul di desa karena wabah virus corona dan Yan diklasifikasikan sebagai pasien yang mencurigakan, jadi dia dan putranya dibawa ke pusat medis yang ditunjuk.

Yan khawatir tentang putra sulungnya, yang membutuhkan perhatian terus-menerus sehingga ia menghubungi badan amal setempat, Snail Home, dan Yayan Orang Cacat di Provinsi Hubei untuk meminta bantuan.

Dia sangat khawatir tentang bagaimana putranya bisa makan, minum, dan melakukan tugas-tugas kebersihannya.

Dia meminta pihak berwenang untuk merawatnya dan mereka meyakinkannya bahwa anaknya telah diberi makan sekali pada 24 Januari dan sekali pada 26. Salah satu bibinya membawakannya makanan dan mengganti popoknya pada 24 Januari.

Bibinya mengatakan bahwa ketika dia kembali untuk mengunjunginya pada 28 Januari, dia tampak dalam kesehatan yang buruk.

“Dia berbaring di sofa dengan kepalanya menggantung. Ada hal-hal kotor di sekitar mulutnya, wajahnya dan selimutnya, ” kata bibinya.

Sekitar pukul dua siang hari Rabu (29/1) lalu, anak itu meninggal dan pihak berwenang memberi tahu ayahnya tentang berita tragis itu.

Ayahnya diizinkan meninggalkan rumah sakit untuk pulang untuk melihat tubuh putranya sebelum dia dipindahkan ke kamar mayat.

“Sejauh ini, tidak ada dari pihak berwenang yang menghubungi saya dan menjelaskan bagaimana putra saya meninggal,” kata Yan dalam sebuah blog.

Di portal berita yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Hong, mereka mengkonfirmasi berita itu, mereka juga mencatat bahwa Yan didiagnosis dengan coronavirus. Pihak berwenang berjanji untuk menyelidiki kasus ini.

Virus corona menyebabkan peringatan di seluruh dunia dan sejauh ini telah menginfeksi semua wilayah di Tiongkok.

Jumlah negara yang melaporkan kasus virus corona hingga saat ini sudah mencapai 21 negara, dan jumlah ini kemungkinan akan terus meningkat.

Seiring dengan terus meningkatnya negara yang terjangkit virus corona, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan global.(yn)

Sumber: viralistas

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular