Zachary Stieber – The Epochtimes

Pejabat kesehatan Jerman mengatakan pasien Coronavirus pertama di Jerman mengidap Coronavirus melalui penularan antar manusia. Pria berusia 33 tahun itu,  tinggal di dekat Starnberg, tepat di selatan Munich, tertular Coronavirus Wuhan dari seorang wanita rekan kerjanya. Mereka bepergian bersama ke sebuah pelatihan perusahaan di negara bagian Bavaria minggu lalu.

Wanita tersebut berasal dari Shanghai, “mulai merasa sakit dalam penerbangan menuju Shanghai” pada tanggal 23 Januari. Hal demikian disampaikan oleh Andreas Zapf, kepala Kantor Kesehatan dan Keamanan Pangan Bavaria,saat konferensi pers (28/1/2020) yang dilaporkan oleh media Jerman, Deutsche Welle. 

Di Shanghai, wanita tersebut baru-baru ini dikunjungi oleh kedua orangtuanya, yang tinggal di daerah Wuhan.

Pria tersebut tertular Coronavirus dari wanita itu yang tampaknya merupakan kasus pertama yang diketahui di luar Tiongkok, mengenai infeksi yang menyebar di antara orang-orang yang tidak berhubungan. 

Banyak kasus Coronavirus di berbagai negara muncul melalui  penularan antar anggota keluarga, termasuk seorang pria di Singapura yang tiba dengan pesawat terbang dari Tiongkok dan menginfeksi putranya.

 Coronavirus telah menyebar ke 16 lokasi, hal itu disampaikan oleh pejabat United State Centers for Disease Control and Prevention -CDC- atau Pusat Pencegahan dan Pengendalian dan Penyakit Amerika Serikat kepada wartawan pada (27/1/2020). Negara-negara yang dipastikan memiliki kasus Coronavirus mencakup Amerika Serikat, Jepang, dan Australia.

 Pejabat Jerman mengatakan pihaknya sudah bersiap-siap untuk menghadapi Coronavirus.

 Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa mengatakan, sudah diperkirakan Coronavirus akan datang ke Jerman. Kasus Coronavirus di Bavaria menunjukkan bahwa Jerman sudah siap. 

Pejabat kesehatan itu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Senin lalu, bahwa pria yang tertular Coronavirus itu diisolasi dan sedang diawasi serta dalam kondisi stabil.’

Para ahli penyakit menular mengatakan risiko populasi Bavaria yang terinfeksi jenis novel Coronavirus  adalah rendah.

Pejabat Jerman mengatakan orang-orang harus menghindari perjalanan “yang tidak perlu” ke Tiongkok. Dikarenakan Coronavirus terus menyebar di sana. 

Otoritas Komunis Tiongkok melaporkan sejumlah kasus dan sejumlah kematian, akan tetapi beberapa ahli menduga angka tersebut sebenarnya adalah jauh lebih tinggi.

Jerman adalah negara Eropa kedua yang memastikan adanya kasus Coronavirus, setelah Prancis, yang kini memastikan ada tiga kasus. Ketiga pasien di Prancis baru-baru ini bepergian ke Tiongkok, kata pejabat kesehatan setempat.

 Jenis Novel  Coronavirus merebak di Wuhan pada bulan Desember 2019 dan menyebar ke seluruh Provinsi Hubei dan ke daerah lain di Tiongkok. Asal usul Coronavirus masih belum diketahui.

 “Awalnya, banyak pasien dalam wabah di Wuhan, Tiongkok, dilaporkan memiliki hubungan dengan pasar besar yang menjual makanan laut dan hewan, menunjukkan penularan dari hewan ke manusia. Namun, semakin banyak pasien yang dilaporkan tidak terpapar dengan pasar hewan tersebut, menunjukkan adanya penularan manusia-ke-manusia,”kata Pusat Pencegahan dan Pengendalian dan Penyakit di situs webnya.

Coronavirus adalah keluarga besar virus yang sama pada banyak spesies hewan yang berbeda. Dalam kasus yang jarang dapat menginfeksi manusia, seperti dalam kasus MERS dan SARS. Penularan Coronavirus dari manusia ke manusia dianggap terjadi terutama melalui  pernapasan yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Gejala Coronavirus pada tahun 2019 mencakup demam, batuk, dan sesak napas. Masa inkubasi diyakini 2 hingga 14 hari.

Saat ini belum ada vaksin untuk mencegah infeksi Coronavirus. Belum ada obat untuk menyembuhkan orang yang terinfeksi Coronavirus. 

Pencegahannya mencakup mencuci tangan sesering mungkin, menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan menggunakan tangan yang tidak dicuci. Selain itu, menjauhi orang-orang yang jelas-jelas menderita sakit. (Vv/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular