Cathy He – The Epochtimes

Amerika Serikat melarang masuknya warga negara asing yang pernah berada di daratan Tiongkok selama 14 hari terakhir. Larangan tersebut bertujuan untuk membendung meluasnya penyebaran Novel coronavirus.

Larangan sementara tersebut tidak akan berlaku bagi  warga negara dan permanent resident AS. Larangan mulai berlaku di AS pada Minggu (2/2/2020) pukul 5 sore waktu setempat.

Melansir dari The Epochtimes edisi Amerika Serikat, pengumuman itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan AS, Alex Azar saat konferensi pers pada (31/1/2020). 

Azar mengatakan pihak berwenang AS  secara resmi menyatakan, wabah coronavirus sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat di Amerika Serikat.

Saat konfrensi pers, Menkes AS juga mengumumkan bahwa setiap warga negara AS yang pernah berada di provinsi Hubei — yang mana terdapat kota episentrum coronavirus yakni Wuhan — selama 14 hari terakhir akan dikenai karantina wajib hingga 14 hari setelah kedatangan ke Amerika Serikat.  Meski demikian, Azar mengatakan risiko infeksi kepada warga Amerika Serikat tetap rendah dan langkah-langkah sudah dilakukan untuk memastikannya tetap seperti itu.

Bagi setiap warga negara AS yang sudah kembali dan pergi ke seluruh daratan Tiongkok dalam 14 hari terakhir, mereka akan diberikan pemeriksaan kesehatan pada sejumlah pintu masuk. Mereka akan dikenai karantina mandiri selama 14 hari yang dipantau.

Larangan sementara yang dikeluarkan oleh AS itu, ketika sejumlah negara-negara di duna juga menutup perbatasan mereka atau mengumumkan pembatasan perjalanan ke dan dari Tiongkok. 

Novel coronavirus yang mematikan sudah menyebar kepada 23 negara di luar daratan Tiongkok. Sebanyak 132 kasus sudah dikonfirmasi. Di Tiongkok, angka resmi yang dilaporkan pemerintah ribuan orang terinfeksi dan lebih dari seratus orang meninggal dunia.  Jumlah yang dilaporkan terus meningkat pada setiap hari. Meski demikian para ahli mengatakan, jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut dilaksanakan karena ada banyak hal yang tak diketahui seputar novel coronavirus, jumlah kasus cenderung melonjak setiap hari,” kata Fauci.

Ia mengatakan, sebelumnya tak diketahui apakah orang yang terinfeksi dapat menularkan virus itu kepada orang lain walaupun tidak menunjukkan gejala, sekarang kita sudah mengetahui laporan terbaru dari Jerman bahwa itu benar-benar ada kasusnya.”

Hingga saat ini, terdapat enam kasus yang dikonfirmasi fositif coronavirus di Amerika Serikat. Kasus yang terbaru adalah kasus pertama penularan dari manusia ke manusia di negara paman Sam itu. 

Seorang pria dari Illinois, yang belum pernah ke pusat coronavirus di Wuhan, tertular penyakit itu dari pasangannya yang baru saja kembali dari Tiongkok.

“Sangat mungkin bahwa kami akan terus melihat lebih banyak kasus di Amerika Serikat dalam beberapa hari dan minggu mendatang, termasuk beberapa penularan terbatas dari seseorang kepada seseorang,” kata Azar.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS menyarankan warganya agar tidak melakukan perjalanan ke Tiongkok setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan novel coronavirus sebagai darurat kesehatan internasional. 

Belum lama ini, tiga maskapai penerbangan Amerika Serikat— Delta Airlines, American Airlines, dan United Airlines — mengumumkan mereka akan menangguhkan semua penerbangan antara Amerika Serikat dan daratan Tiongkok.

American Airlines dan United Airlines mengumumkan mulai penangguhan penerbangan pada (31/1/2020), sementara Delta akan menangguhkan penerbangan mulai (6/2/2020). (asr)

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular