Erabaru.net. Sebagai garis pertahanan pertama untuk situasi apa pun yang melibatkan krisis kesehatan pada umumnya, dokter dan perawat melakukan pengorbanan terbesar untuk memastikan bahwa kehidupan pasien tetap aman.

Dari perawat yang mencukur rambutnya hingga botak, petugas yang memakai pempers sehingga mereka dapat menghindari kerepotan saat merawat pasien, hingga dokter tidur di lantai, tidak ada yang tidak akan mereka lakukan untuk memastikan bahwa krisis seperti wabah virus Wuhan dapat dihentikan.

(Foto: Oriental Daily)

Namun, beberapa personel medis ini mungkin harus membayar harga tertinggi untuk menyelamatkan nyawa orang lain, karena seperti yang dilaporkan oleh beberapa media bahwa seorang dokter telah kehilangan nyawanya saat menjalankan tugas saat merawat pasien yang tertular virus corona Wuhan.

(Foto: Twitter)

Liang Wudong, 62 tahun, yang adalah mantan tenaga medis THT dengan spesialisasi otolaringologi yang merawat kondisi di telinga, hidung, dan tenggorokan di Rumah Sakit Hubei Xinhua, meninggal setelah ia terkontak virus corona Wuhan ketika bekerja di Rumah Sakit Provinsi Hubei pada 16 Januari 2020.

(Foto: The Guardian)

Ini terjadi setelah Wudong mengeluh sesak di dada dan dirawat di rumah sakit setelah menangani pasien yang terinfeksi virus corona Wuhan. Selama pemeriksaan, terungkap bahwa Wudong memiliki infeksi dada yang parah dan langsung dikarantina.

(Foto: Pattaya One)

Kematiannya telah memicu banyak simpati online melalui media sosial, memuji dia atas keputusan heroiknya untuk kembali bertugas ke garis depan dan melakukan pengorbanan utama demi menyelamatkan orang lain.

Kami berharap bahwa Wudong akan dapat beristirahat dengan tenang, dan berharap bahwa orang-orang yang telah ia bantu selama wabah ini akan menghormatinya dan pengorbanan yang telah ia lakukan.(yn)

Sumber: worldofbuzz.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular