oleh Ling Yun – Epochtimes.com

Sejak merajalelanya novel coronavirus  asal Wuhan, pihak berwenang masih terus menutupi fakta berupa jumlah sebenarnya dari pasien yang terinfeksi dan kematian yang diakibatkannya.

Netizen dari Wuhan telah mengunjungi tanpa ijin Rumah Sakit Kelima Kota Wuhan yang kebetulan sedang membawa jenazah. Netizen tersebut kemudian ditangkap oleh pihak berwenang (Catatan: kemudian dilepas setelah menjadi perhatian dan tekanan masyarakat). Pada saat yang sama, juga tersebar berita bahwa industri pemakaman Wuhan sedang kehabisan stok kantong untuk membawa jenazah.

Pada 1 Februari 2020, ada beberapa rekaman video yang diposting di Twitter menunjukkan seorang netizen Wuhan mengunjungi Rumah Sakit Kelima Kota Wuhan kemudian melihat mobil jenazah dari Rumah Duka Wuchang yang sedang mengangkut beberapa jenazah. Dalam 5 menit ia melihat ada 8 jenazah yang dikeluarkan dari dalam mobil itu.

Netizen tersebut kemudian masuk ke dalam ruang konsultasi, melihat seorang pasien yang berbaring di atas ranjang dengan tanda-tanda seperti kehilangan vitalitasnya, dan putra pasien tersebut yang berada di samping tempat tidurnya juga terlihat mengalami kesulitan bernapas.

Ketika ia keluar, ia bertanya kepada anggota staf yang dijumpai : “Apakah masih ada jenazah di dalam ?” Anggota staf tersebut menjawab : “Masih banyak !” Netizen menghela nafas selama perekaman berlangsung : “Begitu banyak (jenazah) ! Sudah terlalu banyak !”

 

Netizen tersebut mengklaim dirinya bernama Fang Bin. Kabarnya, pada 1 Februari malam setelah rekaman video dipostingkan, ia ditangkap oleh petugas yang berwenang.

Seorang rekan twitternya yang menggunakan nama ‘自由之猪@hujunxiong’ memposting video di Twitter mengklaim bahwa yang melakukan perekaman adalah temannya yang bernama Fang Bin, ia adalah seorang dermawan yang berjuang di garis depan daerah epidemi Wuhan. Gambar tersebut menunjukkan bahwa meskipun Fang Bin berdebat cukup lama dengan orang yang mengaku sebagai petugas dari departemen pencegahan epidemi tetapi ia tetap dibawa alias ditangkap oleh mereka.

Di video yang direkam oleh Fang Bin terlihat pemandangan di luar rumah sakit terdapat tulisan ‘Rumah Sakit Kelima Kota Wuhan’.

Dalam wabah pneumonia Wuhan, Rumah Sakit Kelima Kota Wuhan disebut sebagai rumah sakit yang paling parah karena hampir seluruh pasiennya terinfeksi coronavirus jenis baru. Bahkan tidak sedikit dokter maupun perawatnya ikut tertular. Pada 27 Januari, seseorang (dokter) berbicara lewat sambungan telepon kepada rekannya (dokter) di Rumah Sakit Kelima Kota Wuhan. Ia (lawan bicara) dengan nada seperti sedang menangis ia mengatakan : “Dokter dan perawat dari 2 ruang bagian dalam 3 jam tak satupun yang tersisa, semua meninggal dunia”. “Semalam lebih dari 70 orang pasien Rumah Sakit Kelima Kota Wuhan meninggal dunia dalam waktu 1 jam.”

Laporan media resmi komunis Tiongkok, Xinhuanet pada 30 Januari menyebutkan bahwa pada 29 Januari, tim medis pertama dari Provinsi Jiangxi tiba di Hubei untuk membantu Rumah Sakit Kelima Kota Wuhan. Mereka mengambil alih perawatan untuk bangsal perawatan pernapasan dan UGD, dan menetapkan wilayah infeksi baru.

Kota Wuhan kehabisan kantung jenazah 

Meskipun pemerintah mengaku bahwa jumlah pasien yang meninggal dunia akibat coronavirus jenis baru Wuhan ini hanya sebanyak 200-an orang. Namun, pemerintah berwenang kota Wuhan maupun provinsi Hubei meminta warganya untuk menjalankan karantina sendiri di rumah karena kekurangan persediaan alat untuk pengujian coronavirus dan obat-obatan terkait. Sehingga di internet banyak muncul laporan pejalan kaki yang tiba-tiba ambruk dan menghembuskan nafas.

Pengusaha pemakaman setempat diduga membocorkan situasi sebenarnya. Menyusul pengumuman sebuah rumah duka di Wuhan yang mengatakan akan menyediakan layanan 24 jam bagi masyarakat, kemudian muncul berita bahwa kantong jenazah dan persediaan pakaian pelindung telah menipis.

Seorang pembangkang yang tinggal di luar negeri menggunakan nama Han Lianchao menyampaikan poster bertuliskan ‘Kota Wuhan Menghadapi Krisis Kantong Jenazah’ di akun Twitter. Ia menulis : Akibat epidemi pneumonia Wuhan terus berkembang, industri pemakaman (di Wuhan) meminta kepada pihak terkait dalam negeri bantuan mensuplai kantong jenazah dan perlengkapannya. Tampaknya, jumlah korban jiwa pasien pneumonia Wuhan jauh melebihi angka resminya. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

 

 

Share

Video Popular