Reuters/The Epochtimes

Otoritas Filipina pada Minggu (2/2/2020) melaporkan adanya kasus kematian  akibat coronavirus yang berasal dari Tiongkok. Pihak berwenang di Filipina mengatakan pria berusia 44 tahun itu  berasal dari kota Wuhan, Provinsi Hubei. Ia meninggal dunia setelah menderita pneumonia parah.

Kasus itu adalah kematian pertama kalinya Coronavirus di luar daratan Tiongkok. Kematian itu juga yang pertama kalinya dari 130 kasus pada 20 negara yang dilaporkan adanya pasien positif coronavirus.

Menteri Kesehatan Filipina,  Francisco T. Duque III seperti dikutip dari Wall Street Journal  menegaskan penularan tersebut adalah kasus impor tanpa adanya bukti penularan di negara itu. 

Tiongkok didera isolasi secara besar-besaran ketika negara-negara lain memberlakukan pembatasan perjalanan. Pihak maskapai berbagai negara menunda penerbangan dan sejumlah pemerintahan mengevakuasi warganya. Langkah tersebut beresiko memperburuk pelambatan perekonomian Tiongkok.

Belum lama ini, Organisasi Kesehatan Dunia secara resmi mendeklarasikan wabah coronavirus sebagai darurat kesehatan masyarakat  internasional. Akan tetapi, lembaga tersebut mengatakan tak diperlukan pembatasan perdagangan dan perjalanan global.

Namun demikian, sejumlah negara merespons kekhawatiran penyebaran virus dengan meningkatkan kontrol perbatasan mereka.

Pemerintahan Singapura dan Amerika Serikat mengumumkan langkah-langkah terbaru pada Jumat 31 Januari lalu. Aturan itu melarang warga negara asing yang baru-baru ini berada di Tiongkok memasuki wilayah mereka. Australia kemudian turut memberlakukannya pada Sabtu 1 Februari lalu. 

Pemerintah Rusia kemudian memberlakukan pembatasan visa. Rusia mulai mengevakuasi warganya pada  3 dan 4 Februari seperti dilaporkan kantor berita Rusia, Interfax dan TASS.

Filipina turut memperluas larangan perjalanan dari semua warga asing yang datang dari Tiongkok. Larangan tersebut memperluas pembatasan sebelumnya yang hanya mencakup WNA dari Provinsi Hubei, Tiongkok.

Menkes Filipina mengatakan pemerintahnya menerapkan larangan perjalanan sementara bagi para wisatawan yang datang dari Tiongkok, Makao, dan Hong Kong. Pihaknya memantau setiap perkembangan pada coronavirus dengan sangat cermat dan mengambil langkah-langkah proaktif untuk membendung penyebaran virus ini di negara itu. 

Selain itu, Lebih dari 100 warga Jerman dan anggota keluarga mendarat di Frankfurt pada  Sabtu 1 Februari 2020 setelah dievakuasi dari Wuhan.

Sedangkan sebanyak 238 WNI sudah mendarat di Batam, Kepulauan Riau, Minggu 2 Februari 2020 setelah lepas landas dari Wuhan, Provinsi Hubei. Setelah mengikuti proses strelisasi, mereka kemudian kembali diterbangkan ke Natuna.  Mereka selanjutnya akan karantina hingga 14 hari ke depan. 

Sebelumnya, Pejabat kesehatan Amerika Serikat mengkonfirmasi kasus kedelapan akibat coronavirus di Amerika Serikat.  Pentagon mengatakan akan menyediakan perumahan bagi warganya yang datang dari luar negeri yang mungkin perlu dikarantina. AS memperkenalkan karantina wajib bagi warga yang datang dari Hubei.

Sedangkan di Meksiko,  perusahaan taksi online Uber  menangguhkan 240 akun pengguna di Meksiko yang mungkin baru-baru ini melakukan kontak dengan seseorang  mungkin terinfeksi virus. Hingga kini, belum ada kasus yang dikonfirmasi dilaporkan terjadi di Meksiko. (asr)

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular