Erabaru.net. Sejak wabah virus corona Wuhan, sanitiser tangan telah terbang dari rak-rak di apotek, hypermarket dan toko serba ada.

Orang-orang berbondong-bondong membeli, menyimpan, dan secara aktif menggunakan sanitiser tangan untuk mencegah kontak dengan virus corona. Tetapi, apakah itu benar-benar berhasil?

Ilustrasi.

Mengutip Straits Times, dr. Kalisvar Marimuthu, konsultan penyakit menular senior di National Centre for Infectious Diseases (NCID) Singapura telah mendesak masyarakat untuk hanya menggunakan sabun dan air sebagai cara terbaik untuk membersihkan tangan.

Sabun dan air tampaknya dapat mengurangi semua jenis kuman dari tangan Anda, oleh karena itu sering mencuci tangan adalah cara terbaik untuk melakukannya.

Ilustrasi. (Foto: unsplash)

Padahal, jika Anda secara kebetulan tidak memiliki akses ke sabun dan air, maka sanitiser tangan dengan setidaknya 60% kandungan alkohol dapat mencukupi.

Saat menggunakan sanitiser tangan, yang terbaik adalah mengoleskannya ke seluruh tangan Anda sehingga tertutup sepenuhnya. Gosokkan selama sekitar 20 detik sebelum membiarkan tangan Anda mengering alih-alih menyeka kering.

Ilustrasi. (Foto: Readers Digest)

Sabun dan air lebih efektif daripada pembersih tangan karena pembersih tangan tidak menghilangkan banyak jenis kuman sebagai alternatif.

Juga, bagi mereka yang lebih menyukai tisu basah, ternyata itu malah benar-benar menyebarkan lebih banyak kuman daripada membunuh mereka, seperti yang menurut ahli virus di Queen Mary University of London.

Karenanya, tidak perlu untuk lekas-lekas perti ke apotik untuk sanitiser, cukup ambil sendiri sabun tangan anti-bakteri dan Anda akan baik-baik saja!(yn)

Sumber: worldofbuzz

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular