Jack Phillips – The Epochtimes

Rezim Tiongkok mengatakan pihaknya membunuh ribuan ekor ayam setelah merebaknya flu burung H5N1 di sebuah kota di Provinsi Hunan, Tiongkok.

Pada Sabtu 1 Februari 2020, Kementerian Pertanian Tiongkok mengumumkan bahwa 18.000 ekor ayam dimusnahkan di Shaoyang, Provinsi Hunan, setelah sekitar 4.500 ekor ayam jatuh sakit dan mati, yang berjumlah lebih dari setengah populasi ayam di pertanian di sumber wabah.

Strain influenza adalah “subtipe H5N1 unggas” dari “flu burung yang sangat patogen,” demikian bunyi pernyataan itu.

Tidak ada penularan flu burung terhadap manusia.

Shaoyang terletak sekitar 482 kilometer selatan Wuhan, pusat penyebaran jenis Coronavirus baru yang misteri hingga memicu karantina di seluruh Provinsi Hubei. Coronavirus telah mendesak beberapa negara untuk menangguhkan penerbangan ke dan dari Tiongkok dan mengeluarkan peringatan perjalanan ke Tiongkok.

Flu burung H5N1 telah menewaakan ratusan orang di seluruh dunia sejak tahun 2003, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia.

Flu burung dilaporkan pada minggu ini terjadi di India, mendesak pejabat pemerintah India untuk mengirim tim tanggapan ke Chhattisgarh, menurut keterangan pejabat India.

Seperti dilaporkan Reuters, Virus flu burung membunuh 5.634 dari sekitar 21.060 unggas di peternakan di Baikunthpur. Semua unggas yang tersisa disembelih. 

Sementara itu, Wenzhou, kota di pesisir Provinsi Zhejiang, Tiongkok mengumumkan pada hari Minggu 2 Februari 2020 bahwa pihaknya akan membatasi pergerakan warganya, sehingga hanya satu anggota dari setiap keluarga yang pergi membeli barang setiap dua hari.

Warga masih boleh pergi ke luar untuk menemui dokter dan bekerja di sektor transportasi umum kota.

Sementara itu, pada  Sabtu 1 Februari 2020, Departemen Kesehatan Filipina melaporkan bahwa seorang pria Tiongkok berusia 44 tahun dari Wuhan meninggal dunia — kematian pertama akibat Coronavirus di luar Tiongkok.

“Saya menekankan bahwa ini adalah kasus impor tanpa ada bukti penularan setempat. Pemerintah Filipina telah menerapkan larangan perjalanan sementara bagi para wisatawan yang datang dari Tiongkok, Makao, dan Hong Kong. Departemen Kesehatan Filipina memantau setiap perkembangan jenis Coronavirus baru tahun 2019 dengan sangat cermat dan mengambil langkah-langkah proaktif untuk menahan penyebaran virus ini di Filipina,” kata Menteri Kesehatan Filipina Francisco T. Duque III dalam sebuah pernyataan.

Organisasi Kesehatan Dunia pekan lalu menyatakan darurat kesehatan global atas Coronavirus. Sementara Amerika Serikat dan Australia sama-sama meningkatkan peringatan perjalanannya ke tingkat tertinggi, mendesak warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Tiongkok.

“Kekhawatiran terbesar kami adalah potensi penyebaran virus ke negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah, dan yang tidak siap untuk menghadapinya. Saya menyatakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional atas wabah global,” kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Ghebreyesus. (Vv/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular