Cathy He – The Epochtimes

Penularan Coronavirus dari manusia ke manusia terjadi mulai pertengahan bulan Desember 2019 di Wuhan, Tiongkok, menurut penelitian terbesar saat ini yang menganalisis pasien yang terinfeksi virus yang mematikan itu.

Sebuah makalah terbaru, yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada tanggal 29 Januari, memeriksa data dari 425 kasus pertama yang dipastikan  di pusat kota Wuhan di Tiongkok. Penelitian menemukan bahwa “ada bukti bahwa penularan dari manusia ke manusia terjadi di antara kontak erat sejak pertengahan bulan Desember 2019.”

Pihak berwenang Komunis Tiongkok tidak memastikan adanya penularan dari manusia ke manusia hingga tanggal 20 Januari, hampir tiga minggu setelah penyakit itu pertama kali dilaporkan secara resmi pada tanggal 31 Desember 2019. Pasien pertama menunjukkan gejala pada tanggal 1 Desember 2019.

Angka resmi melaporkan ribuan orang terinfeksi dan lebih dari seratus orang meninggal di Tiongkok — meskipun para ahli mengatakan jumlah orang yang terinfeksi sebenarnya jauh lebih tinggi.

Organisasi Kesehatan Dunia pada tanggal 30 Januari menyatakan, Coronavirus adalah darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern –PHEIC setelah penyakit itu menyebar ke 18 negara di luar Tiongkok di mana dipastikan ada 98 kasus.

 Setidaknya empat kasus penularan dari manusia ke manusia — yaitu, kasus orang yang belum pernah ke Tiongkok tetapi tertular penyakit dari seseorang yang dilaporkan telah bepergian ke luar negeri. 

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Amerika Serikat pada tanggal 30 Januari 2020, membenarkan bahwa seorang pria Illinois tertular Coronavirus dari istrinya, yang baru saja kembali dari Wuhan. Kasus serupa lainnya diidentifikasi di Jepang, Taiwan, dan Jerman.

Studi tersebut dilakukan oleh tim peneliti, termasuk mereka yang berafiliasi dengan Pusat Pencegahan dan Pengendalian dan Penyakit di Beijing dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian dan Penyakit di Provinsi Hubei. Wuhan adalah ibu kota Provinsi Hubei.

Para peneliti menemukan bahwa wabah Coronavirus berlipat ganda setiap 7,4 hari selama tahap awal.

Para peneliti juga memperkirakan bahwa setiap pasien kemudian menginfeksi rata-rata 2,2 orang lainnya, sebuah angka yang dikenal sebagai angka reproduksi dasar. Hal ini membuat Coronavirus sebanding dengan wabah SARS dari tahun 2002 hingga 2003, yang diperkirakan memiliki jumlah reproduksi 3.

Jumlah kasus infeksi Coronavirus yang dilaporkan secara resmi di Tiongkok — hanya satu bulan setelah wabah awal — kini melampaui jumlah total kasus infeksi SARS yang dilaporkan oleh pihak berwenang Tiongkok saat itu.

Studi tersebut memperkirakan bahwa masa inkubasi rata-rata Coronavirus — yaitu, periode antara terpapar hingga  timbulnya gejala — adalah 5,2 hari. Namun, para peneliti mencatat bahwa masa inkubasi adalah sangat bervariasi di antara pasien. 

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada hari Senin 27 januari 2020 bahwa masa inkubasi berkisar antara dua hari hingga 10 hari, sebelum muncul gejala seperti demam, batuk, sesak napas, dan gangguan pernapasan akut.

 Usia rata-rata pasien adalah 59 tahun, meskipun usia pasien berkisar antara 15 tahun hingga 89 tahun; 56 persen pasien adalah laki-laki. (Vv/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular