Erabaru.net. Seorang dokter di Tiongkok yang memperingatkan sesama petugas medis tentang wabah virus corona beberapa hari sebelum wabah terjadi ditangkap dalam penggerebekan malam hari di rumahnya.

Li Wenliang, yang bekerja di sebuah rumah sakit di Wuhan, mengirim serangkaian pesan mengerikan kepada sekelompok mahasiswa kedokteran pada 30 Desember, memberi tahu mereka bahwa dia telah “dikarantina di departemen darurat”. Pada saat itu, hanya tujuh pasien yang dipastikan terinfeksi.

Seorang anggota grup obrolan menggambarkan informasi ini sebagai ‘sangat menakutkan’ dalam sebuah jawaban, menanyakan apakah situasinya dapat menjadi sama seriusnya dengan epidemi Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) tahun 2002 yang dimulai di Tiongkok dan menewaskan ribuan orang.

dr. Li Wenliang (Foto: The New York Times)

Menurut sebuah laporan di The New York Times, pejabat otoritas kesehatan di Wuhan memanggil dr. Li pada tengah malam, dan menuntut untuk memberikan alasan mengapa ia memilih untuk memberi tahu orang lain tentang karantina.

Hanya tiga hari kemudian, petugas memaksa dr. Li untuk menandatangani pernyataan yang menggambarkan peringatannya tentang infeksi sebagai ‘perilaku ilegal’.

Pihak berwenang dilaporkan terus mengecilkan betapa berbahayanya infeksi selama minggu-minggu pertama yang genting, membuat publik tidak menyadari kebutuhan mendesak untuk melindungi diri mereka sendiri.

Keengganan untuk memberikan informasi pada publik ini dilaporkan sebagian bermuatan politik, dengan para pejabat lokal telah mempersiapkan kongres tahunan mereka pada bulan Januari. Pejabat terus menyatakan tidak ada infeksi lebih lanjut, bahkan ketika kasus menumpuk.

Pada 31 Desember, sehari setelah pesan dr. Li, petugas mengumumkan bahwa mereka sedang menyelidiki delapan orang karena menyebarkan desas-desus tentang virus tersebut.

Pada hari yang sama, komisi kesehatan Wuhan membuat pernyataan yang menyatakan tidak ada alasan untuk khawatir, dengan wabah digambarkan sebagai ‘dapat dicegah dan dikendalikan’.

Kelambanan awal ini pada akhirnya menyebabkan pemerintah tidak dapat menahan infeksi, memungkinkannya untuk menjadi epidemi yang bahkan lebih parah daripada wabah SARS.

Pada saat pihak berwenang akhirnya mulai mengambil tindakan serius pada 20 Januari, infeksi tersebut telah menjangkiti rakyatnya, dan bahkan sudah menyebar ke seluruh dunia.

Seiring dengan terus meningkatnya negara yang terjangkit virus corona, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan global.

Rekan senior untuk kesehatan global di Dewan Hubungan Luar Negeri, Yanzhong Huang, mengatakan kepada The New York Times:

“Ini adalah masalah tidak adanya tindakan. Tidak ada tindakan di Wuhan dari departemen kesehatan setempat untuk memperingatkan orang-orang akan ancaman itu.”(yn)

Sumber: Unilad

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular