Erabaru.net. Seorang apoteker muda yang berada di garis depan untuk penanggulangan virus corona Wuhan di Tiongkok telah pingsan dan meninggal karena terlalu banyak bekerja. Dia ditemukan tewas di asramanya oleh rekan-rekannya.

Menurut The Paper, staf medis itu diidentifikasi sebagai Song Yingjie, dan usianya baru 28 tahun. Dia adalah wakil pemimpin kelompok farmasi di sebuah pusat kesehatan di daerah Henshang dan dia juga terlibat dalam menjaga agar virus tersebut tetap di luar jangkauan.

(Foto: The Paper)

Dia telah bekerja di pusat kesehatan sejak April 2016 dan bergabung dengan tim yang akan ditempatkan di Yuelin Expressway.

Song ingin melakukan bagiannya dan bersikeras untuk bekerja setiap hari mulai tanggal 25 Januari, yang merupakan hari pertama Tahun Baru Imlek.

 

Dia bertanggung jawa

(Foto : The Paper)

b atas distribusi pasokan medis kepada rekan-rekannya dan bekerja keras selama 10 hari dan sembilan malam saat negara itu berjuang untuk mencegah virus Wuhan. Pada 3 Februari, ia akhirnya menyelesaikan shift jam 12 pagi dan kembali ke asramanya untuk istirahat.

(Foto: The Paper)

Sedihnya, rekan-rekannya menemukan dia meninggal di asrama dan diyakini bahwa dia meninggal karena serangan jantung mendadak yang disebabkan oleh terlalu banyak pekerjaan. Pihak berwenang masih menyelidiki kasus ini.(yn)

Sumber: worldofbuzz

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular