Li Yun/Dai Ming – NTDTV.com

Menyusul penutupan hampir di seluruh provinsi Hubei, pada (4/2/2020) Komunis Tiongkok kembali mengumumkan akan menerapkan “manajemen tertutup” terhadap lebih dari 10 kota, menutup arus lalu lintas, dan menutup semua perusahaan untuk sementara.

Menurut statistik media, saat ini, kota yang ditutup termasuk 17 kota tertutup di Provinsi Hubei. Lebih dari 30 kota di seluruh pelosok negeri Tiongkok telah memasuki “manajemen tertutup.”

Kota yang dimaksud meliputi : Provinsi Hubei: Kota Wuhan, E-zhou, Xiantao (Baca : Sien Thao), Zhijiang (Ce Ciang), Qianjiang (Chien Ciang), Tianmen (Thien Men), Huanggang (Huang Kang), Xianning, Chibi (Che Pi), Xiaogan (Siao Kan), Huangshi (Huang Se), Jingmen (Cing Men), Yichang, Enshi (En Se), Dangyang (Tang Yang), Shiyan (Se Yen), dan Kota Suizhou (Sui Cou).

Provinsi Zhejiang : Kota Hangzhou, Kota Ningbo, Kota Wenzhou, Kota Yueqing; Provinsi Henan: Kota Zhengzhou, Kota Zhumadian; Provinsi Jiangsu: Kota Nanjing (Nan Cing), Kota Xuzhou; Provinsi Fujian: Kota Fuzhou, Kota Putian (Phu Thien), Provinsi Heilongjiang: Kota Harbin.

Provinsi Hainan: Kota Haikou (Hai Khou); Provinsi Jiangxi: Kota-kabupaten Jingde (Cing Te), Kota Jiujiang (Ciu Ciang); Provinsi Sichuan: Kota Yibin (I Ping); Provinsi Anhui: Kota Xuancheng (Suen Cheng), Kota Hefei, Kota Suizhou; Provinsi Shandong: Kota Linyi (Lin i). 

Tiongkok saat ini menghadapi penyebaran wabah pneumonia Wuhan, kepanikan dan ancaman menyelimuti seluruh pelosok negeri. Langkah-langkah ekstrem untuk mencegah penyebaran virus pun dilakukan yakni menutup kota.

Dari 27 kota yang dinyatakan ditutup, Wenzhou, Hangzhou, Taizhou (Thai Cou), Ningbo kota lainnya, semuanya rata-rata dekat dengan metropolitan Shanghai dan merupakan bagian dari Shanghai Raya. Penutupan kota-kota ini membuktikan bahwa krisis epidemi tengah mendekati Shanghai.

Sejauh ini, Zhejiang adalah provinsi dengan kasus terkonfirmasi tertinggi di luar provinsi Hubei, di antaranya, Hangzhou adalah Asosiasi Provinsi Zhejiang dan kantor pusat perusahaan Alibaba.

 Wenzhou menduduki jumlah terbesar dari infeksi virus korona yang dikonfirmasi di provinsi Zhejiang. Karena ada ratusan ribu orang Wenzhou bekerja di provinsi Hubei, sehingga kasus terinfeksi virus korona meningkat tajam sejak sebelum para pekerja itu pulang kampung untuk merayakan Tahun Baru Imlek 25 Januari 2002 lalu.

Shanghai, yang dikenal sebagai ibukota atau pusat ekonomi, keuangan, dan perdagangan Tiongkok, memiliki 20 juta penduduk dan arus populasi yang lalu lalang mencapai puluhan juta orang. 

Shanghai sebelumnya telah mengumumkan langkah-langkah pencegahan epidemi terkait pada 26 Januari 2020. Pemerintah daerah Shanghai meminta orang-orang yang datang ke Shanghai dari area utama epidemi harus diisolasi di rumah atau terpusat. Juga membatalkan semua jenis kegiatan publik skala besar, dan meningkatkan desinfektan serta ventilasi tempat-tempat umum yang ramai.

Selain itu, pos pemeriksaan di jalur bandara, kereta api, terminal bus antar provinsi, dan jalan umum harus melakukan penyaringan dan registrasi orang-orang dari area utama wabah pneumonia Wuhan. Masyarakat juga dihimbau untuk mengurangi perjalanan yang tidak perlu.

Namun demikian, Shanghai adalah kota yang sibuk dengan populasi dan arus orang-orang yang lalu lalang juga sangat padat, serta sumber populasi yang kompleks. Kasus epidemi yang parah di kota-kota sekitarnya membuat Shanghai menghadapi ujian yang berat.

Sejak 25 Januari 2020, dilaporkan bahwa Shanghai menjadi wilayah epidemi terbesar kedua pneumonia Wuhan. Pada saat itu, seorang ekonom bernama Qin Peng mengatakan di twiternya, bahwa lebih dari 150 orang didiagnosis di sebuah rumah sakit di Shanghai, dan tentara yang dilengkapi dengan senjata memeriksa ponsel setiap orang dan menangkap mereka yang mengambil gambar di dalam rumah sakit. 

Pada 23 Januari 2020 ketika itu, informasi dari dalam Rumah Sakit Ruijin (Baca : Rui Cin) mengatakan bahwa ada 107 kasus dikonfirmasi di Shanghai, 32 meninggal, dan tingkat kematian mencapai 30%.

Pada saat itu, informasi terkait dari Zhang Yu, seorang warga Shanghai mengatakan, sudah 32 orang yang meninggal karena pneumonia Wuhan di Shanghai. Itu yang diketahuinya. Untuk mencegah penyebaran epidemi, semua kendaraan kecuali kendaraan dengan plat nopol Shanghai tidak akan diizinkan memasuki Shanghai.

Pada malam tahun baru Imlek ketika itu, suasana di jalan dekat People’s Square Shanghai tidak tampak seorang pun.  Komite Lingkungan Komunitas setempat memasuki wilayah komunitas tersebut untuk memeriksa semua kendaraan dan warga dari provinsi lain.

Sekarang, dengan dimulainya aktivitas pasca liburan Tahun Baru Imlek di Shanghai, arus orang-orang yang kembali ke Shanghai seketika menjadi padat, sehingga membuat pemda dan warga Shanghai semakin cemas.

Selama Tahun Baru Imlek, para ahli dari Tiongkok dan asing mengatakan bahwa puncak penyebaran epidemi belum tiba. Sebagai contoh, simulasi yang dilakukan oleh 4 ahli Inggris dan Amerika memperkirakan bahwa pada 4 Februari pasca Tahun Baru Imlek, hanya di Wuhan saja tercatat sedikitnya 250.000 orang terinfeksi. Wabah di Shanghai, Beijing dan wilayah sekitarnya kemungkinan juga akan dihantam gelombang epidemi.

Para ahli Amerika Serikat menyimulasikan penyebaran epidemi pneumonia Wuhan, dan menyimpulkan bahwa dalam 18 bulan ke depan, sebanyak 65 juta orang di dunia akan tewas akibat infeksi corona virus itu. (jon)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular