oleh Yuhon Dong

Wabah Novel Coronavirus tahun 2019 di Wuhan secara mendadak mengakibatkan seluruh Provinsi Hubei  dan tiga kota besar di Provinsi Zhejiang di Tiongkok menjadi sasaran karantina. Negara-negara lain dengan cemas berusaha mengeluarkan warganegaranya dari Tiongkok, dan diberlakukan pembatasan penerbangan ke Tiongkok. Karena jenis virus baru ini memiliki kecepatan penularan yang sangat tinggi (R0 tinggi) dan tingkat kematian yang tinggi, maka virus ini menimbulkan tantangan yang bermakna bagi kesehatan masyarakat, tidak hanya di Tiongkok, tetapi juga di seluruh dunia.

Ada kesenjangan besar dalam pengetahuan kami mengenai asal virus tersebut, durasi penularan dari manusia ke manusia, dan manajemen klinis bagi individu yang terinfeksi berdasarkan informasi terbatas saat ini yang berasal dari Tiongkok. Namun demikian, temuan para ilmuwan yang baru-baru ini menerbitkan makalah penelitian mengenai virus ini dirangkum di bawah ini.

Artikel Lancet Melaporkan Virus Wuhan Tidak Mungkin Disebabkan oleh Rekombinasi Alami

Sebagian besar makalah melaporkan bahwa Coronavirus baru tahun 2019 hanya 88 persen terkait dengan Coronavirus terdekat yang berasal dari kelelawar, hanya 79 persen terkait dengan  SARS, dan hanya 50 persen terkait dengan MERS. 

Profesor Roujian Lu dari Laboratorium Utama Keamanan Hayati Tiongkok, Institut Nasional untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tiongkok, dan rekan penulisnya berkomentar dalam sebuah makalah tanggal 30 Januari di Lancet bahwa “rekombinasi mungkin bukan alasan untuk munculnya virus ini.”

Sebuah penelitian pada 27 Januari 2020 oleh 5 ilmuwan Yunani menganalisis hubungan genetik jenis Coronavirus baru tahun 2019 dan menemukan bahwa “Novel Coronavirus menyediakan garis keturunan baru untuk hampir setengah dari genomnya, tanpa hubungan genetik yang dekat dengan virus lain dalam subgenus sarbecovirus,” dan memiliki segmen menengah yang tidak biasa yang belum pernah dilihat sebelumnya dalam Coronavirus apa pun. 

Semua ini menunjukkan bahwa jenis Novel Coronavirus  tahun 2019 adalah jenis Coronavirus baru. Penulis penelitian menolak hipotesis asli bahwa jenis Novel Coronavirus tahun 2019 berasal dari mutasi alami acak antara berbagai Coronavirus.

(Paraskevis dan rekan-rekan di BioRxiv 2020) Artikel yang belum dicetak ini tersedia melalui BioRxiv dan belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Teka-teki jenis Novel Coronavirus di Wuhan (Yuhong Dong)

Identitas Genetik yang Sangat Tinggi pada Pasien Menunjukkan Penularan Baru-Baru Ini kepada Manusia

Jenis Novel Coronavirus tahun 2019 adalah virus RNA. Virus RNA memiliki tingkat mutasi alami yang tinggi. Penelitian Lancet oleh Profesor Roujian Lu dan rekan-rekan menyatakan: “Sebagai virus RNA biasa, laju evolusi rata-rata untuk Coronavirus kira-kira 10-4 pergantian nukleotida per situs per tahun, dengan mutasi yang muncul selama setiap siklus replikasi. Oleh karena itu, adalah mengejutkan bahwa identitas urutan jenis Novel Coronavirus tahun 2019 dari pasien yang berbeda yang dijelaskan di sini adalah hampir identik, di mana identitas urutan lebih besar dari 99,9%. Temuan ini menunjukkan bahwa jenis Novel Coronavirus tahun 2019 berasal dari satu sumber dalam waktu yang sangat singkat dan terdeteksi secara relatif cepat.”

Sebuah artikel pada tanggal 31 Januari oleh Jon Cohen dalam Science mengatakan: “Semakin lama virus beredar dalam populasi manusia, maka semakin banyak waktu untuk virus tersebut mengembangkan mutasi yang membedakan strain pada orang yang terinfeksi, dan mengingat bahwa identitas urutan jenis Novel Coronavirus tahun 2019 yang dianalisis hingga saat ini adalah berbeda dari satu sama lain oleh tujuh nukleotida paling banyak, ini menunjukkan jenis Novel Coronavirus  tahun 2019 menular ke manusia baru-baru ini. Tetapi yang tetap menjadi misteri adalah hewan mana yang menyebarkan virus tersebut ke manusia.”

Share

Video Popular