Li Yun – NTDTV.com

Meningkatnya kasus pneumonia Wuhan, lima buah bangunan sebesar Rumah Sakit Houshenshan, didirikan di Wuhan guna menampung pasien yang membutuhkan perawatan. Selain interior rumah sakit membuat hati para netizen menciut, ada berita mengerikan yang diungkapkan dokter asal Beijing. Rumah Sakit Houshenshan, tak ada bedanya dengan kuburan massal.

“Rumah Sakit Houshenshan yang mulai dioperasikan pada 3 Februari 2020, Tak beda dengan kuburan massal, penderita demam langsung hilang di tempat”, katanya.

Media komunis Tiongkok melaporkan bahwa Rumah Sakit Houshenshan secara resmi telah diserahkan tanggung jawabnya kepada pihak militer Tiongkok pada 2 Februari 2020. Setelah pengalihan maka sebanyak 1.400 orang staf medis militer komunis Tiongkok akan merawat pasien yang terinfeksi coronavirus jenis baru Wuhan.

Laporan juga menyebutkan bahwa Rumah Sakit Houshenshan dirancang dengan meminjam  rencana design Rumah Sakit Xiaotangshan di Beijing yang dibangun ketika SARS berkecamuk beberapa tahun silam. 

Rumah Sakit  Houshenshan dibangun di atas tanah seluas 30 ribu meter persegi, memiliki 419 bangsal dengan 1.000 tempat pembaringan. Sejak 3 Februari 2020, sudah banyak pasien yang dikirim ke rumah sakit tersebut.

Qin Peng, seorang komentator asal Tiongkok yang tinggal di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Rumah Sakit Houshenshan dikelola oleh 1.400 orang staf medis militer. 

Niat sesungguhnya  adalah membiarkan pasien terinfeksi di sana “menemui nasibnya sendiri”. Jika mereka bisa diselamatkan, maka mereka beruntung. Jika tidak bisa diselamatkan, maka tentara yang biasanya mematuhi instruksi, akan lebih mudah diperintahkan untuk “menghilangkan rasa sakit” bagi para pasien yang sudah kritis.

Ada netizen yang menyebutkan : “Setelah diambil alih oleh pihak militer, itu berarti Rumah Sakit Houshenshan Wuhan telah berubah menjadi kamp konsentrasi kematian. Hanya ada yang masuk, tidak ada yang keluar! Rumah Sakit Xiaotangshan ketika itu, bahkan memasukkan pasien yang masih bernapas ke dalam tungku kremasi ! Partai Komunis Tiongkok selalu mengabaikan kehidupan demi mempertahankan kekuasaannya. Mereka tidak segan-segan untuk mengeksekusi pasien !”

Pernyataan senada dari seorang ahli senior dari sebuah rumah sakit di Beijing. Menurutnya setelah Rumah Sakit Houshenshan dibangun dalam waktu singkat lalu menugaskan 1.400 orang staf medis untuk mengelolanya. Rasanya tidak sulit untuk menduga bahwa rumah sakit ini juga akan dioperasikan persis sama seperti model pengoperasian Rumah Sakit Xiaotangshan. Membiarkan penderita demam langsung hilang di tempat.

“Terus terang, itu adalah membangun kuburan medis, kuburan untuk orang hidup, kuburan untuk orang mati, selesai diobati tetapi tidak membaik lalu dibakar, Usai dibakar habislah”, katanya.

Seorang dokter bermarga Wang dari Pusat Pertolongan Darurat Kota Wuhan telah meminta bantuan dunia luar, mengungkapkan bahwa jumlah kematian pasien akibat pneumonia Wuhan sangat mengejutkan. Ketika epidemi masih berada di tingkat awal, jenazah di rumah sakit masih dalam kisaran yang dapat ditangani, sehingga mereka dikirim ke rumah duka.

Tetapi kemudian dengan bertambah banyaknya pasien meninggal, rumah sakit tak sanggup lagi menanganinya dengan cara biasa. Jadi semua rumah sakit menggunakan truk untuk memindahkan jenazah, tetapi tidak ada yang tahu ke mana dan bagaimana jenazah itu ditangani.

Selain itu, banyak pasien meninggal di rumah tanpa dirawat di rumah sakit. Ada juga sejumlah besar pasien yang telah terinfeksi tetapi belum sempat didiagnosa dokter. Jumlahnya sangat besar, sampai tak terhitung.

Ada juga sejumlah besar orang yang diduga terinfeksi dan langsung dimasukkan ke ruang isolasi di rumah sakit komunitas. Terkecuali ada orang yang menaruh makanan setiap hari di depan pintu, mereka pada dasarnya tidak ada yang datang merawatnya. Mereka hidup dalam situasi yang sangat buruk. 

Ada sebuah sumber   mengungkapkan bahwa mereka yang dimasukkan ke dalam ruang isolasi pada dasarnya tidak dapat keluar lagi. Sewaktu-waktu menemui ajal karena memburuknya kondisi kesehatan dan tidak ada yang menolong.

Berapa banyaknya pasien di tempat-tempat isolasi komunitas seperti ini dunia luar? Tidak ada yang tahu.

Ribuan orang tidur bersama dalam sebuah bangsal rumah sakit baru

Selain Rumah Sakit Houshenshan, bangunan Rumah Sakit Leishenshan yang berdiri di atas tanah seluas 75 ribu meter persegi dengan 1.500 tempat pembaringan juga sudah diserahkan pada 5 Februari 2020, dan menerima pasien di keesokan harinya.

Pada saat yang sama, otoritas Wuhan juga membangun rumah sakit model gudang di 3 distrik, menyediakan 3.800 tempat pembaringan. Namun, paparan foto interiornya di internet membuat geger sejumlah netizen.

Sebuah foto  memperlihatkan bahwa tidak ada penyekat antara ribuan tempat pembaringan, yang setara dengan semua pasien berada dalam satu ruang yang memudahkan penularan satu sama lain. 

Meskipun ada foto yang menunjukkan bahwa rumah sakit model gudang memiliki penyekat antar tempat pembaringan, tetapi bagian atasnya terbuka, udara yang bebas bersirkulasi tentu saja masih menyebarkan virus.

 Bisa dibayangkan bahwa jika ada pasien yang meraung karena sedang merasakan sakit, maka pasien “segudang” itu, tidak bisa tidur atau istirahat. 

Hal yang lebih menakutkan lagi adalah saat pasien yang dikirim ke tempat itu, juga akan mempercepat kematian akibat infeksi silang.

Banyak netizen berpendapat, itu bukan rumah sakit, tetapi kamp konsentrasi kematian. Pasien hanya bisa masuk tidak bisa keluar. Pasien yang baik sudah positif terinfeksi coronavirus Wuhan atau baru terduga yang dimasukkan ke tempat itu, sama saja seperti divonis mati. Hanya akan mempercepat datangnya ajal. (Sin)

Share

Video Popular