Epochtimes.com 

Media Penyiaran Jepang NHK melaporkan bahwa seorang pria mulai timbul gejala tidak enak badan pada 24 Januari 2020. Ia kemudian mengunjungi lembaga medis masing-masing pada 27 dan 29 Januari 2020 untuk berobat, tetapi dokter tidak menemukan adanya infeksi novel coronavirus.  

Pada 31 Januari ia diopname di rumah sakit di Kyoto karena timbul gejala radang paru-paru. Pada 4 Februari ia dinyatakan positif terinfeksi novel coronavirus.

Pemerintah Kota Kyoto dalam konferensi pers pada 5 Februari 2020 mengatakan, bahwa pria warga negara Tiongkok tersebut bekerja untuk sebuah toko lokal. Tugasnya adalah memberikan jasa pelayanan kepada wisatawan dari daratan Tiongkok.

Pria tersebut tidak berkunjung ke Provinsi Hubei dalam 2 bulan terakhir, tetapi ia mengatakan bahwa ia berkontak dekat dengan para wisatawan dari daratan Tiongkok karena pekerjaannya. 

Sehari bisa melayani 300 orang wisatawan, “Saya pikir di antara mereka itu ada wisatawan asal Hubei”, katanya. Pria tersebut sejak 25 Januari tidak masuk kerja karena demam tinggi. Kabarnya demam dan batuknya sudah membaik.

Pihak berwenang Kota Kyoto mengatakan bahwa pria itu bekerja di sebuah toko dengan sekitar 30 orang karyawan dan sampai saat ini belum ada orang lain yang melaporkan tertular. 

Di antara mereka, kontak dekat dengan pria ini adalah seorang teman yang telah merawatnya dari 25 hingga 28 Januari. 

Orang tersebut hingga 5 Februari juga tidak mengalami gejala demam maupun ketidaknyamanan pernapasan. Kota Kyoto akan terus melakukan pengamatan kesehatan terhadap rekan-rekan pria tersebut yang pernah berkontak dekat dengannya.

Termasuk kasus tersebut, Jepang hingga 5 Februari telah mencatat ada 12 kasus infeksi paru-paru yang diduga berasal dari novel coronavirus. Salah satunya adalah seorang pria asal Tiongkok berusia 40-an tahun yang datang dari Wuhan. Ia positif terinfeksi 2019-nCoV, seorang suami dari wanita Barat berusia 30-an tahun. Mereka datang ke Jepang untuk berwisata, 10 orang lainnya adalah para penumpang dan awak kapal pesiar mewah ‘Diamond Princess’.

Pada 6 Februari terdapat tambahan lagi 10 orang yang positif terinfeksi novel coronavirus Wuhan, mereka itu adalah para penumpang dan awak kapal pesiar mewah ‘Diamond Princess’. Jadi total 20 orang dari kapal mewah tersebut yang terinfeksi. Dengan demikian jumlah orang yang positif terinfeksi Novel Coronavirus di Jepang naik menjadi 45 orang. (Sin/asr)

 

Share

Video Popular