oleh Li Yun – NTDTV.com 

 Selain seluruh Provinsi Hubei dinyatakan sebagai tertutup atau diisolasi guna mencegah penyebaran virus. Situasi di Provinsi Zhejiang juga mengkhawatirkan. Setelah Kota Wenzhou mengumumkan penutupan kota pada 2 Februari lalu, Hangzhou menjadi Wuhan ketiga dengan mengumumkan penutupan kota pada 4 Februari 2020 pada pagi hari.

Pada 4 Februari 2020 pukul 03.00 dini hari, Pemerintah Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok  mengeluarkan pengumuman lewat Weibo, bahwa walikota memutuskan untuk menerapkan 10 langkah dalam upaya  mencegah dan mengendalikan epidemi pneumonia Wuhan. 

Seperti dikutip dari NTDTV.com, langkah isolasi tersebut berlaku bagi semua desa, komunitas, dan unit yang berada dalam wilayah kota Hangzhou. Langkah yang diambil tersebut termasuk pengukuran suhu badan bagi semua warga yang keluar masuk kota, desa, distrik dan sebagainya. 

Warga perlu membawa surat jalan yang sah.  Warga dan kendaraan dari luar kota akan dikontrol secara ketat. Dalam keadaan khusus harus minta ijin pengelola tempat yang dikunjungi. Namun demikian, kebijakan ini menyebabkan beberapa netizen Tiongkok justru bertanya-tanya mengapa kebijakan dirilis pada dini hari ?

Selain itu, pada 4 Februari pihak berwenang Hangzhou baru saja mengeluarkan berita melalui Weibo. Pengumuman itu  isinya menyangkal adanya berita ‘Malam ini tidak dapat lagi pulang ke Hangzhou’ yang beredar di Internet. 

Berita penyangkalan yang diposting pihak berwenang dimaksudkan untuk meyakinkan masyarakat bahwa kabar angin jangan dipercaya. Namun demikian, hanya berselang satu hari, kota Hangzhou benar-benar ditutup. Hal ini membuat penduduk setempat marah.

Menurut pemberitahuan Walikota Hangzhou, penduduk yang memiliki gejala seperti demam dan batuk, harus segera mencari perawatan medis dan melapor ke desa dan masyarakat di mana mereka berada pada saat pertama kali. 

Bagi mereka yang tinggal dalam suatu kompleks perumahan, kelompok desa, dan unit perumahan, kasus harus dilaporkan kepada pengelola setempat untuk dilakukan perawatan isolasi.

Langkah-langkah serupa juga wajib dilakukan di tempat-tempat umum non-perumahan, dan semua dinyatakan tertutup. Pasar hasil pertanian, supermarket, apotek, dan tempat-tempat perbelanjaan lainnya hanya boleh beroperasi pada jam kerja yang wajar. 

Selain itu, melakukan desinfeksi secara berkala. Sedangkan orang yang keluar masuk perlu diukur suhu badan dan memakai masker. Pengiriman makanan atau paket oleh kurir hanya boleh dilakukan dengan tanpa kontak dekat.

Pengumuman itu juga menyebutkan, bahwa orang-orang yang kembali dari luar kota yang memiliki riwayat tinggal di daerah-daerah utama epidemi dalam 14 hari terakhir, harus secara aktif melapor ke tempat tinggal mereka dalam waktu 1 jam setelah tiba.

Kecuali dalam keadaan khusus, setiap rumah tangga hanya boleh menugaskan satu anggota keluarganya untuk membeli bahan kebutuhan setiap dua hari sekali. Jangan keluar rumah untuk bertamu, atau berkumpul dengan yang lain. Mereka juga harus mengenakan masker saat berada di luar. 

Sangat dilarang bagi semua unit untuk memberitahukan personelnya yang sedang berada di daerah-daerah epidemi utama untuk kembali ke kota Hangzhou sebelum 9 Februari. Kecuali perusahaan memberikan persetujuan, jika tidak maka yang bersangkutan tidak boleh kembali bekerja.

Sedangkah 10 langkah yang dikeluarkan Kantor Keamanan dan Ketertiban Publik semakin membuat panik warga Hangzhou yang terkena isolasi.

Kantor Keamanan dan Ketertiban Publik kota Hangzhou pada tanggal 2 Februari 2020, mengumumkan laporan perihal ‘Rencana Menindak Tegas Para Pelanggar Ketentuan yang Diberlakukan dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Wabah’.

Termasuk sengaja pergi ke tempat umum bagi pasien terinfeksi.  Warga yang menolak pengukuran suhu badan, warga yang melakukan tindakan berupa mencederai atau mengancam staf medis, semua perbuatan tersebut digolongkan sebagai perilaku kriminal yang dapat dikenakan tuntutan hukuman.

Sebelumnya, kota Wenzhou di Provinsi Zhejiang juga mengumumkan penutupan kota. Walikota dengan ketat mengontrol pergerakan penduduk, termasuk hanya satu orang per rumah tangga yang diperkenankan untuk keluar rumah berbelanja kebutuhan hidup setiap dua hari sekali. Anggota keluarga lainnya tidak diizinkan keluar rumah, kecuali mereka sakit dan perlu ke dokter atau berpartisipasi dalam pekerjaan yang diperlukan seperti pencegahan dan pengendalian epidemi. (Sin/asr)

Share

Video Popular