Xiong Bin, Huang Yuning – NTD

Merebaknya epidemi pneumonia Wuhan yang tak terkendali, membuat setidaknya 30 kota di Tiongkok  melancarkan mode “kota tertutup”. Pada Rabu, 5 Januari 2020, pemerintah kota Ningbo, Provinsi Zhejiang juga mulai menutup kotanya. 

Sepenggal video yang diposting netizen Tiongkok, menunjukkan, pemerintah kota Ningbo juga mulai membangun area karantina skala besar, untuk memaksa pendatang dari luar daerah tinggal di dalam tenda raksasa yang akan dikarantina selama 14 hari dan dijaga tentara.

Langkah yang diambil pemerintah daerah setempat itu seketika menarik perhatian netizen Tiongkok. Akan tetapi pejabat daerah setempat segera memblokir desas-desus itu. Namun, netizen setempat dan pekerja migran telah mengkonfirmasi hal itu.

Sepenggal video yang diposting netizen Tiongkok itu menunjukkan bahwa orang-orang yang lewat di persimpangan Expressway Ningbo dan jalur keluar tol Hubei, termasuk mereka dari Wenzhou dan tempat lain, semuanya ditangkap. Mereka dipaksa tinggal di dalam tenda untuk dikarantina selama 14 hari. Mereka tidak bisa lari kemanapun karena dijaga oleh Armada Angkatan Laut Tiongkok yang sedang bertugas di Laut Timur.

Seorang netizen di Ningbo bermarga Zuo (Baca : Cuo), mengatakan: “Penangkapan warga dari luar daerah untuk dikarantina itu sudah dilakukan beberapa hari yang lalu di persimpangan Expressway Kota Ningbo. Sementara warga yang keluar dari jalur tol Hubei semuanya digiring oleh pasukan dari Angkatan Laut Tiongkok untuk dikarantina.” 

Menurut Zuo, sebelumnya pemerintah daerah setempat sibuk menggali parit, dan membangun tenda. Pada Rabu 5 Januari kemarin, kota Ningbo mulai ditutup. 

“Desa kami sekarang ditutup. Beberapa kota besar lainnya di Tiongkok juga telah ditutup. Pasti sangat serius, semua orang panik dan juga berdampak pada ekonomi. Sebagian besar orang Tiongkok mengutamakan sandang pangan, selain itu, kelangsungan hidup juga menjadi masalah, setidaknya dalam kondisi seperti saat ini,” kata Zuo.

Zhan, seorang pekerja migran di Ningbo, mengatakan bahwa untuk saat ini, orang-orang dari luar daerah tidak bisa lagi ke kota Ningbo, termasuk dirinya, jadi terpaksa tinggal di Jiangxi (Baca : Ciang Si), kampungnya.

“Orang-orang dan kendaraan dari luar daerah tidak bisa lagi ke Ningbo, Pemerintah kota setempat memberlakukan peraturan yang sangat ketat saat ini. Terlalu banyak orang dari luar daerah. Pemerintah daerah takut mereka yang berasal dari luar daerah itu ada yang terinfeksi tanpa disadari. Jadi mereka harus dikarantina. Sekarang yang paling penting adalah mempertahankan nyawa dari serangan wabah mematikan itu,” kata Zhan. 

Video itu memicu diskusi panas diantara para netizen, tetapi otoritas Kota Ningbo menyatakan, bahwa di bawah situasi wabah yang parah saat ini, pembangunan tenda sementara adalah penyelesaian sementara bagi pekerja migran. Akan tetapi netizen tidak percaya, mereka curiga otoritas setempat menyembunyikan dan memblokir informasi.

“Yang paling mengerikan adalah, sampai sekarang pejabat masih saja memblokir informasi itu. Beberapa waktu lalu, sinyal WeChat saya diblokir, banyak teman-teman di lingkungan grup WeChat saya juga diblokir. Otoritas setempat menyembunyikan situasi wabah, mencegah arus informasi, inilah yang lebih menakutkan,” kata Zuo.

Selain itu, seorang netizen perempuan di Ningbo, bernama Yuyao Shi (Baca : Yii Yau Se) menggambarkan bahwa tingkat pencegahan wabah setempat berada pada tingkat pertama yang paling serius. Itu menunjukkan bahwa situasi wabah setempat sangat serius.

“Selama setengah bulan ini, kami tidak pernah lagi bepergian kemanapun. Petugas di kompleks perumahan selalu berpatroli, ada pengukuran suhu tubuh di gerbang pintu masing-masing komunitas, semua itu dilakukan sebagai bentuk pencegahan pada tingkat yang lebih serius. Siapa pun dilarang keluar jika tidak ada hal penting yang mendesak, bagi yang keluar akan dilakukan mengukur suhu tubuh saat kembali, dan akan dikarantina selama 14 hari,” Kata Yu Yaoshi

Seperti yang diketahui, sejumlah besar informasi seputar wabah dikontrol ketat oleh departemen pengawasan online komunis Tiongkok setelah diekspos secara online. 

Pengawasan itu termasuk Pusat Keamanan WeChat yang pernah mengedarkan “Pengumuman tentang Kontrol Khusus Rumor Terkait Pneumonia Coronavirus Baru” pada 25 Januari 2020, mengancam akan mempidanakan orang yang menyampaikan informasi terkait wabah. (jon)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular