Xiao Lusheng

Pada (6 /2/2020), Markas Komando Darurat Pencegahan dan Kontrol Wabah Provinsi Jiangxi, Tiongkok, mengumumkan tentang peningkatan pencegahan dan pengendalian wabah. 

Seperti dikutip oleh Epochtimes.com, pengumuman tersebut mengatakan bahwa manajemen tertutup akan diterapkan di seluruh provinsi. Kini semua penduduk desa dan pendatang harus menunjukkan dokumen yang valid dan pengukuran suhu tubuh baik pada saat keluar atau masuk tempat tinggal. Tempat-tempat umum yang tidak berhubungan dengan kebutuhan pokok warga akan sepenuhnya ditutup.

Selain itu, semua pendatang dari provinsi lain, harus melapor ke komunitas setempat sesegera mungkin. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban jika tidak secara aktif melaporkan kedatangan mereka, menolak menjalani proses pengukuran suhu, pengamatan medis dan langkah-langkah pencegahan lainnya. Suasana pengamatan medis dalam rumah berarti tak boleh keluar dan menerapkan manajemen kontrol serta isolasi yang ketat.

Penduduk di komunitas perkotaan dan pedesaan yang mengalami gejala demam, batuk dan gejala lainnya, harus segera melaporkan untuk menghindari penularan berantai dan infeksi silang.

Warga diimbau untuk tidak terlalu sering keluar rumah, ke rumah tetangga, teman, atau berkumpul bersama. Selain itu juga diimbau memakai masker wajah saat keluar. Kecuali untuk kebutuhan khusus, setiap keluarga terkecuali keluarga yang diisolasi di rumah, menugaskan anggota keluarga setiap dua hari untuk pergi membeli  kebutuhan barang pokok.

Pada 5 Februari 2020, pemerintah provinsi Liaoning mengedarkan 30 pasal pemberitahuan tentang langkah-langkah pengendalian wabah di seluruh provinsi itu. Peraturan tersebut termasuk penyelidikan ketat terhadap “sepuluh item secara jelas”, seperti nama, pekerjaan, alamat, informasi kontak, waktu kembali atau kedatangan, daerah asal dan sebagainya, pencegahan dan kontrol yang ketat atas “sepuluh wajib”; dan “sepuluh tidak”bagi warga komunitas.

Pemberitahuan tersebut menyatakan bahwa semua komunitas di provinsi tersebut, harus menerapkan manajemen tertutup terhadap warga desa dan komunitas perumahan. 

Warga desa  yang keluar-masuk harus mengukur suhu tubuh, sementara kendaraan dan orang-orang dari luar daerah dilarang masuk. Langkah-langkah isolasi selama 14 hari harus diambil untuk orang-orang dari dan ke provinsi lain.

Sebelum provinsi Jiangxi dan Liaoning ditutup, Provinsi Hubei sudah lebih dulu menutup total provinsinya.

Kota di Provinsi Hubei, Kota Wuhan, Kota Ezhou, Kota Xiantao, Kota Zhijiang, Kota Qianjiang, dan Kota Tianmen ditutup pada 23 Januari 2020;

Sedangkan Kota Huanggang, Kota Xianning, Kota Chibi (Che Pi), Kota Xiaogan, dan Kota Huangshi, Kota Jingmen, Kota Yichang, Kota Enshi, Kota Dangyang, dan Kota Shiyan ditutup pada 24 Januari 2020.

Hanya Kota Xiangyang dan Distrik Shennongjia di Provinsi Hubei yang belum mengumumkan untuk menutup kota. Namun demikian, Kota Xiangyang telah menerapkan “kontrol lalu lintas” sejak 25 Januari 2020, menangguhkan transportasi umum ke luar kota.

Selain itu, mulai 31 Januari, Distrik Wanzhou dan Distrik Liangping Kota Chongqing akan ditutup, pada 2 Februari 2020, Kota Wenzhou di Provinsi Zhejiang akan ditutup.

Selanjutnya pada 4 Februari 2020, kota Hangzhou, Yueqing, Ningbo, provinsi Zhejiang, Kota Zhengzhou, Zhumadian, provinsi Henan juga ditutup. Lainnya yang ditutup adalah Kota Linyi, provinsi Shandong; Kota Harbin, Heilongjiang; Kota Nanjing (Nan Cing), kota Xuzhou, dan Nantong, provinsi Jiangsu. 

Sama halnya, Kota Fuzhou, provinsi Fujian; Kota Jingdezhen, Provinsi Jiangxi juga ditutup. Kemudian pada 5 Februari 2020, Kota Kunming, Provinsi Yunnan, Kota Jinan, Kota Tai’an (Thai An), Kota Rizhao (Re Cao), dan Kota Qingdao, Provinsi Shandong juga ditutup. Sama halnya, Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi ditutup, Kota Hefei, Ibukota Provinsi Anhui, dan Kota Nanning, ibukota Guangxi juga ditutup.  (jon)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular