Epochtimes.com

Kasus kematian pertama karena penyakit pneumonia Wuhan sudah muncul di Provinsi Guangdong, Tiongkok.  Jumlah warganya yang berobat ke rumah-rumah sakit tidak kalah banyak daripada Provinsi Hubei.

Setelah sejumlah provinsi dan kota mengumumkan penutupan provinsi dan kota, Kota Guangzhou dan Shenzhen juga langsung menerapkan langkah yang sama. Akibat berita tersebut tersebar, pada 7 Februari 2020 warga berbondong-bondong “mengungsi” ke Hongkong. Shenzen adalah kota yang diperkirakan berpenduduk sekitar 12 juta jiwa. 

Markas besar pencegahan dan pengendalian epidemi pneumonia Wuhan di kota Shenzhen pada 7 Februari malam merilis pengumuman bahwa mulai melaksanakan isolasi seluruh komunitas-komunitas di Shenzhen. Bagi warga pendatang dari tempat utama wabah dalam 14 hari terakhir dan memiliki catatan pernah tertular coronavirus Wuhan, maka yang bersangkutan harus menjalani isolasi penuh dalam rumah. Bagi warga yang memiliki riwayat kontak dekat dengan pasien tertular coronavirus Wuhan wajib menjalankan karantina terpusat, termasuk unit perumahan juga harus menjalani isolasi ketat selama 14 hari bila penghuninya terinfeksi.

Pemerintah Kota Shenzhen mengumumkan pelaksanaan kontrol ketat terhadap kegiatan warga di luar rumah dan pembatasan lalu lintas kendaraan mulai 8 Februari. Pemerintah mengharuskan kendaraan yang hendak masuk kota Shenzhen meminta izin terlebih dahulu 1 hari sebelumnya melalui internet. Hal ini berlaku juga bagi kendaraan dari luar kota, dan kendaraan yang pernah masuk ke daerah wabah.

Media Hongkong ‘Stand News’ memberitakan, setelah pengumuman itu dikeluarkan, sejumlah warga membanjiri Hongkong. Pada 7 Februari malam sebelum pukul 10:28, pintu perbatasan  Shenzhen menuju Hongkong sudah penuh oleh antrian kendaraan taksi sepanjang sekitar 1 KM yang membawa warga masuk Hongkong. 

Sebelumnya, pemerintah Hongkong mengumumkan bahwa mulai pagi hari tanggal 8 Februari, orang-orang yang masuk dari daratan, termasuk warga Hongkong yang pulang dari bepergian, penduduk daratan Tiongkok dan wisatawan lainnya, mereka diwajibkan untuk menjalani pengawasan ketat selama 14 hari.

Menurut keimigrasian Hongkong di pintu perbatasan, bahwa pada 7 Februari ada 95.982 orang warga daratan Tiongkok yang masuk Hongkong, bertambah sebanyak 13.965 orang (17%) dari sehari sebelumnya. 13% dari mereka adalah pengunjung daratan, terutama datang ke Hongkong melalui Pelabuhan Teluk Shenzhen. Selain itu, pada 7 Februari ada 57.988 orang yang meninggalkan Hongkong, dan hampir 20%-nya adalah pengunjung daratan Tiongkok.

Kasus kematian pertama pasien terinfeksi coronavirus Wuhan di Guangdong adalah seorang pria berusia 55 tahun dari Zhaoqing. Ia memiliki riwayat kontak dekat dengan warga yang kembali dari kota Wuhan. Dari jumlah orang yang terinfeksi yang masuk catatan pemerintah Provinsi Guangdong, kota Shenzhen memiliki jumlah pasien terbanyak baik yang terinfeksi maupun yang masih terduga, setelah itu diikuti oleh kota Guangzhou.

Sejak kota Wuhan dinyatakan terisolasi bagi lalu lintas udara, darat termasuk jalur kereta api, kota Wuhan pada 7 Februari sore mengumumkan pelaksanaan pengisolasian desa dan kampung.

Menurut artikel berjudul ‘Peringkat Koefisien Risiko Epidemi Perkotaan China dalam 15 Hari Berikutnya’ yang dimuat oleh ‘China Science News’, bahwa Beijing berada di peringkat pertama, diikuti oleh kota Wuhan, Guangzhou, Chongqing, Shanghai, Hangzhou, Chengdu, Wenzhou, Shenzhen.

Pemerintah Kota Guangzhou dan Shenzhen secara bersama mengumumkan penerapan isolasi kota pada 7 Februari. Dan 16 provinsi dan kota di Provinsi Anhui juga menerapkan tindakan yang sama. Hingga kini, setidaknya sudah ada 80 kota yang menerapkan isolasi. Provinsi yang telah menyatakan tertutup adalah Hubei, Jiangxi, Liaoning dan Anhui. 

Ekonom independen yang menggunakan nama samaran ‘Caijing Lengyan’ berpendapat, Guangzhou telah menjadi kota tingkat satu pertama di Tiongkok yang menerapkan isolasi kota, berarti bahwa coronavirus Wuhan telah sepenuhnya di luar pengendalian pemerintah, puncak baru wabah hampir tiba. Populasi negara ini yang berada dalam kota terisolasi telah mencapai 400 juta jiwa. Bahkan kebanyakan dari mereka adalah daerah dengan tingkat perkembangan ekonominya relatif lebih tinggi. (sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular