- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Ahli Medis Tiongkok Zhong Nanshan Klaim Masa Inkubasi Novel Coronavirus Bisa Mencapai 24 Hari, Sudah Muncul Mediator Super

Fang Xiao – Epochtimes.com

Zhong Nanshan, Pemimpin kelompok ahli medis tingkat tinggi dari Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok pernah mengklaim di waktu lalu bahwa titik balik epidemi pneumonia Wuhan dapat terjadi pada 8 Februari 2020. 

Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi banyak pihak. Baru-baru ini, Zhong Nanshan berkelit menyebutkan bahwa titik balik epidemi belum tiba, masa inkubasi paling lama dapat mencapai 24 hari, dan tak menutup kemungkinan adanya “raja penyebar virus”. 

Sedangkan makalah dengan judul ‘Karakteristik  Klinis Infeksi Coronavirus Jenis Baru di Tiongkok Tahun 2019’ yang ditulis oleh tim yang dipimpin Zhong Nanshan dipublikasikan online pada 9 Februari 2020. Makalah tersebut menyimpulkan bahwa masa inkubasi novel coronavirus dapat terjadi paling lama 24 hari, dan tidak mengesampingkan keberadaan “raja penyebar virus”.

Dalam makalah tersebut disebutkan bahwa 43,95% dari kasus yang diteliti adalah penduduk lokal kota Wuhan, dan sisanya adalah warga pendatang. Sebanyak 26% dari warga pendatang tersebut dalam waktu dekat tidak memiliki riwayat mengunjungi Wuhan atau berkontak jarak dekat dengan pasien terinfeksi, hanya 1,18% dari mereka yang memiliki riwayat berkontak langsung dengan satwa liar. 

Situasi di atas mengkonfirmasikan kebenaran dari laporan media baru-baru ini, seperti terjadinya penularan dalam keluarga serumah, penularan infeksi tanpa gejala, dan pola wabah 3 tahapan.

Pada tanggal 28 Januari, Zhong Nanshan pernah mengatakan bahwa akan ada terjadi titik balik dalam seminggu atau 10 hari.  “Selama tindakan dilakukan dengan benar, sebelum 8 Februari, titik balik akan muncul, (pasien terinfeksi) tidak akan meningkat dalam skala besar”, katanya.

Namun dunia luar skeptis dengan pernyataan Zhong Nanshan ini. Sepuluh hari kemudian pada tanggal 8 Februari, penilaian Zhong Nanshan terhadap titik balik dari situasi epidemi berubah secara signifikan.

Menurut laporan Radio Free Asia, Zhong Nanshan mengatakan pada 8 Februari bahwa titik balik epidemi belum tiba. Diperkirakan masih membutuhkan beberapa hari untuk mengamatinya.

Ada netizen yang berkomentar bahwa para ahli medis yang bekerja dalam sistem komunis Tiongkok seperti Zhong Nanshan ini, kebebasan berbicara dikendalikan oleh pemerintah. Mereka harus berbicara sejalan dengan kebutuhan stabilitas yang dibutuhkan pemerintah komunis Tiongkok. Jadi mereka tidak dapat berbicara atau melakukan prediksi sesuai kualitas profesional mereka.

Pada tanggal 5 Februari malam, Wang Chen, Wakil Dekan Akademi Ilmu Teknik yang berada di kota Wuhan untuk melakukan penelitian mengakui dalam sebuah wawancara dengan CCTV. Ia mengatakan bahwa masalah saat ini adalah bahwa basis epidemi tidak jelas, dan dasar untuk penilaian tidak cukup. Jadi jika pihak-pihak yang terkait tidak dapat melakukan pengontrolan dan pencegahan yang efektif, maka kapan terjadi titik balik menjadi sulit untuk diprediksi.

Tarik Jasarevic, juru bicara WHO mengatakan dalam sebuah wawancara dengan media daratan Tiongkok baru-baru ini, bahwa karena banyak informasi kunci tentang pneumonia Wuhan belum dipahami oleh komunitas ilmiah dunia, sejauh ini belum mungkin untuk secara akurat memprediksikan kapan titik balik epidemi akan tiba.

Pada awal merebaknya pneumonia Wuhan pada akhir bulan Desember tahun lalu, para pejabat komunis Tiongkok terus berusaha menutup-nutupi fakta yang terjadi. 

Pada awalnya, mereka menekankan bahwa tidak ada penularan dari manusia ke manusia. Kemudian mereka berkelit dan mengatakan bahwa penularan antar manusia bisa terjadi tetapi secara terbatas. Namun demikian, novel coronavirus  ini sebenarnya bisa menular dari manusia ke manusia. 

Pihak berwenang komunis Tiongkok pada 21 Januari melaporkan bahwa ada 15 orang staf medis di rumah sakit Wuhan terinfeksi coronavirus jenis baru ini.

Pada tanggal 21 Januari, Zhu Huachen, seorang profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Hongkong mengatakan, bahwa mediator yang menyebarkan virus jangan-jangan sudah muncul mengingat beberapa staf medis sudah terinfeksi.

Ketika epidemi benar-benar berada di luar kendali, mediator super muncul di banyak bagian daratan Tiongkok

Pada tanggal 28 Januari, media Tiongkok melaporkan sebuah wawancara dengan Hu Ming, seorang direktur ICU dari Rumah Sakit Paru-Paru Kota Wuhan. Dia berbicara tentang situasi terkini dari Rumah Sakit Wuhan. Laporan mengungkapkan bahwa dirinya pernah menerima seorang mediator super. Pasien tersebut telah menularkan virus kepada belasan orang lain. Dia juga mengatakan bahwa seorang koleganya mengatakan bahwa semua pasien kritis yang ia tangani meninggal dunia.

Hu Ming mengatakan bahwa jika epidemi tidak dapat dikendalikan secara efektif, seorang pasien dapat menyebarkan virus kepada belasan orang lain.

Pada tanggal 30 Januari, di antara kasus pneumonia Wuhan yang dikonfirmasi di Kota Xinyu, Provinsi Jiangxi, seorang pasien bermarga Huang telah menjadi mediator penyebaran virus kepada 15 orang, dan 13 orang di antaranya adalah staf medis.

Kelompok ahli medis tingkat provinsi menunjukkan bahwa tidak dapat mengesampingkan adanya mediator-mediator seperti Mr. Huang itu muncul untuk menebar virus berbahaya.

Media Tiongkok pada 2 Februari memberitakan, bahwa seorang pasien di Suining County, Xuzhou, Jiangsu telah menjadi mediator yang menularkan virus kepada 10 orang.

Komunitas medis percaya bahwa jika muncul mediator super selama perkembangan epidemi, itu berarti virus telah beradaptasi dengan tubuh manusia melalui mutasi dalam transmisi terus menerus. Sehingga mengakibatkan peningkatan besar dalam kapasitas infeksi virus. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :