oleh Xia Yu

Penumpang dari kapal pesiar mewah ‘Diamond Princess’ mengalami penularan massal oleh coronavirus Wuhan saat berlayar. Itu setelah Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang mengeluarkan pengumuman terjadi tambahan 6 orang penumpang terinfeksi pada Minggu 9 Februari 2020. 

Kemudian pada Senin tanggal 10 Februari 2020, Jepang  kembali mengumumkan tambahan 60 orang lagi penumpang yang tertular virus corona. Dengan demikian, seluruh penumpang kapal tersebut yang tertular coronavirus Wuhan menjadi 130 orang.

Laporan media Jepang, NHK menyebutkan bahwa Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang dalam sebuah konferensi pers pada tanggal 9 Februari mengatakan, hasil pemeriksaan memastikan 6 orang tertular novel coronavirus, termasuk seorang penumpang kapal warga AS dan 5 orang awak kapal. Data pada hari itu menunjukkan, bahwa lebih dari 70 orang dari kapal ‘Diamond Princess’ dinyatakan positif tertular virus pneumonia Wuhan.

Salah satu dari keenam orang pasien tersebut adalah seorang wanita yang berusia di atas 70 tahun. Ia adalah warga Amerika yang tinggal di Hongkong. Lainnya adalah seorang warga Ukraina. Termasuk 4 orang warga Filipina yang semuanya bekerja sebagai awak kapal tersebut. Kelima anggota awak kapal yang selama 5 hari terus melakukan pekerjaan terkait pencegahan penyebaran virus di dalam kapal, sedang dipertanyakan oleh Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang tentang apakah ada masalah dengan manajemen kesehatan dalam kapal ?

Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang juga memeriksa puluhan  orang di atas kapal. 

Menurut sumber pemerintah terkait, hasil inspeksi menunjukkan bahwa sekitar 60 orang dipastikan terinfeksi. Masalah kebangsaan pasien masih menunggu konfirmasi dari pihak pelayaran. Namun demikian, yang pasti adalah 130 orang dari kapal tersebut sudah dinyatakan terinfeksi.

Menteri Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang mengatakan dalam jumpa media usai mengikuti rapat kabinet pada Senin 10 Februari, bahwa pihaknya sedang mempelajari apakah sekitar 3.600 orang yang saat ini tinggal di kapal pesiar perlu dilakukan pemeriksaan virusnya setelah periode pengamatan berakhir. Di dalam negeri Jepang, saat ini ada 156 orang yang telah dikonfirmasi tertular virus pneumonia Wuhan.

Kapal pesiar Akan diisolasi hingga 19 Februari

Kapal pesiar mewah ‘Diamond Princess’ membawa 3.700 orang di atas kapal. Hingga saat ini sudah dilakukan pemeriksaan virus terhadap 336 orang penumpang, tetapi 130 orang di antaranya terinfeksi.

Menurut persyaratan pencegahan epidemi yang diterapkan pemerintah Jepang, sisa orang yang berada di atas kapal harus diamati kesehatannya di kapal sampai tanggal 19 Februari. Dari jumlah tersebut, 1.850 orang meminta unit terkait untuk menyediakan obat-obatan. Termasuk, obat buat sekitar 750 orang yang sekarang sudah diantar ke atas kapal.

Selain 130 orang pasien terinfeksi yang berasal dari kapal pesiar, 26 orang di Jepang juga dilaporkan terinfeksi coronavirus Wuhan. Salah satunya adalah orang yang baru kembali dari kota Wuhan yang ikut menumpang pesawat carteran.

Media Jepang ‘Asahi Shimbun’ melaporkan bahwa 5 dari 6 orang pasien eks kapal pesiar itu telah dilarikan ke sebuah lembaga medis di Tokyo. Sedangkan seorang lainnya masih menunggu hasil koordinasi.

Obat-obatan untuk 1.100 orang masih diperlukan di atas kapal. Selain itu, Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang berharap menyelesaikan pengiriman itu dalam jangka 2 hari.

Penumpang kapal akan menerima pengembalian penuh uang tiket

Selain itu, ‘Sankei Shimbun’ melaporkan bahwa presiden perusahaan Princess Cruises, Jan Swartz pada tanggal 9 Februari 2020, mengirimkan pesan kepada para penumpang ‘Diamond Princess.’ Isinya menurut tuturan para penumpang adalah perusahaan memutuskan untuk membebaskan biaya perjalanan dari pelayaran ini, termasuk tiket pesawat, akomodasi hotel, biaya transport lainnya, biaya tinggal di kapal karena upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran virus.

Laporan itu mengatakan bahwa biaya perjalanan ‘Diamond Princess’ setiap penumpang selama 16 hari 15 malam adalah  250.000 Yen Jepang atau 2.300 dolar AS hingga 138.200 Yen Jepang atau sekita 12.500 dolar AS. 

Jan Swartz dalam pesannya menyebutkan, mengingat kondisi pelayaran ‘Diamond Princess’ yang tidak sesuai dengan harapan, maka ia memutuskan untuk mengembalikan seluruh biaya tiket penumpang yang sudah dibayarkan. Hal ini juga diharapkan dapat mengurangi tekanan yang dirasakan oleh penumpang di atas kapal.

Diamond Princess mengalami penularan massal coronavirus Wuhan diyakini berasal dari seorang penumpang pria asal Hongkong yang sudah terinfeksi pneumonia Wuhan. 

Penumpang pria itu terbang ke Tokyo, Jepang pada 17 Januari 2020. Kemudian ikut pelayaran kapal pesiar ‘Diamond Princess’ yang berangkat dari pelabuhan laut Yokohama pada 20 Januari 2020. Ia turun pada tanggal 25 Januari 2020 setelah kapal tiba di Hong Kong.

Penumpang tersebut telah muncul gejala batuk pada tanggal 19 Januari 2020, yakni sehari sebelum pemberangkatan kapal dari Yokohama. Penumpang itu sudah mulai demam ketika turun di Hongkong pada 30 Januari 2020. Hasil pemeriksaan kesehatan memastikan bahwa ia terinfeksi pneumonia Wuhan. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

 

 

Share

Video Popular