oleh Mu Jian

Penularan coronavirus jenis baru tidak saja melalui penularan aerosol. Demikian ungkap pakar kesehatan dan pencegahan epidemi Tiongkok dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Shanghai pada 8 Februari 2020. Disebutkan bahwa saat ini ada 3 cara penularan coronavirus jenis baru : penularan aerosol, penularan langsung dan penularan kontak.

Apa bedanya penularan aerosol dengan penularan droplet ?

Aerosol mengacu pada partikel padat atau cair kecil yang tersuspensi di udara. Partikel-partikel ini stabil dan tersebar dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Penularan droplet yang kita kenal adalah tetesan ketika seorang pasien bersin, batuk, atau berbicara, tetesan-tetesan yang membawa virus itu menyemprot keluar dari hidung atau mulut lalu masuk ke mata, hidung, atau mulut orang lain, menyebabkan infeksi. Namun, butiran tetesan itu berukuran besar sehingga tidak bisa bertahan lama di udara, ia akan segera jatuh ke tanah dan menjauhi bagian hidung atau mulut orang lain.

Namun, setelah tetesan yang disemprotkan itu menguap, mereka dapat meninggalkan droplet nuclei. Jika droplet nuclei yang terkontaminasi virus atau debu dapat melayang di udara untuk waktu yang lama, dan terhirup orang lain, itu dapat menimbulkan infeksi. Inilah yang dimaksud dengan penularan aerosol.

Sebelumnya pada 5 Februari, dalam makalah yang dipublikasikan oleh Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok berjudul ‘Diagnosis dan pengobatan pneumonia yang disebabkan oleh coronavirus baru (versi percobaan no. 5)’ pernah disinggung soal penularan aerosal. Makalah menyebutkan bahwa untuk penularan aerosol dan penularan lewat saluran pencernaan belum dapat diidentifikasi. Namun, 3 hari kemudian, dalam konferensi pers tentang pencegahan epidemi di Shanghai dinyatakan penyebaran coronavirus jenis baru itu dapat ditularkan melalui penularan aerosol.

Perbedaan antara penularan aerosol dan penularan droplet terletak pada jarak dan waktu penularan. Penularan droplet umumnya terjadi pada jarak dekat, tetapi penularan aerosol berjarak lebih jauh, jadi menambah risiko tertular meski tidak berdekatan dengan pasien. Misalnya, di aula yang sama, jika orang yang terinfeksi berbicara, itu mungkin ditularkan ke orang yang tidak relevan meskipun berjarak lebih dari 10 meter jauhnya. Tidak hanya itu, informasi yang disampaikan oleh Rumah Sakit Mount Sinai di Kanada menyebutkan bahwa penularan aerosol berarti virus dapat bertahan hidup lebih lama secara in vitro dan tidak takut dehidrasi.

Penularan kontak langsung dan penularan kontak tidak langsung

Penularan langsung termasuk kontak badan langsung dengan pasien, seperti saat berciuman, hubungan badan, atau selama percakapan dekat, yang secara langsung dapat menyebarkan virus. Penularan langsung biasanya terjadi antara anggota keluarga dan teman dekat.

Sedangkan penularan lewat kontak tidak langsung mengacu pada menyentuh objek yang terkontaminasi dan menyebabkan penyakit. Dalam keadaan normal, ketika tetesan batuk yang mengandung virus pasien jatuh di atas permukaan meja, gagang pintu, ponsel dan sebagainya, virus di tetesan itu tidak segera mati. Kemudian, jika seseorang menyentuh benda yang terkontaminasi virus dengan tangan mereka, lalu tangan atau jari menyentuh mulut, hidung, dan mata mereka, itu dapat menyebabkan infeksi.

Untuk mencegah penularan kontak tidak langsung, cuci tangan dan desinfeksi adalah yang paling penting.

Sebelum menyentuh wajah Anda dengan jari tangan Anda, cuci tangan Anda dengan sabun atau cairan pembersih kering. Dan jangan lupa sesering mungkin mendisinfeksi item-item berikut:

# Gagang pintu, permukaan meja, tempat tidur, kursi

# Kloset dalam toilet, permukaan wastafel

# Mangkuk, piring, gelas

# Keyboard komputer, mouse, ponsel

# Pen, alat-alat tulis

# Mainan alat

(sin)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular