Wang Youfa dan He Jian – Epochtimes.com, Editor : Zhang Xianyi

Wabah Virus Corona Tipe Baru atau Novel Coronavirus 2019 menyebar dengan cepat ke seluruh pelosok negeri Tiongkok dan negara lain di dunia. Pemerintahan Komunis Tiongkok kini sedang menyembunyikan situasi wabah dan memblokir informasi terkait.  Sehingga statistik resmi dari pejabat Tiongkok tidak dapat mencerminkan kondisi yang sebenarnya. 

Hasil cek fakta terbaru oleh media The Epoch Times di lapangan daratan Tiongkok menemukan, bahwa hanya pada 3 Februari 2020 saja, jumlah jenazah yang dikremasi di beberapa rumah duka di Provinsi Hubei,  jauh lebih tinggi dari jumlah total kematian akibat Novel Coronavirus 2019  yang diumumkan otoritas Komunis Tiongkok.

Tim media  Epoch Times bahasa Tionghoa menelusuri hal terkait dengan mewancarai para eksekutif dari beberapa rumah duka di Provinsi Hubei, Tiongkok. 

Dari hasil wawancara itu, diketahui bahwa jumlah kremasi aktual setiap hari di dua rumah duka di Wuhan adalah 4-5 kali dari volume kremasi pada hari biasa. 

Untuk melindungi narasumber yang diwawancarai, tim menggunakan nama samaran dan mengubah suara narasumber dalam laporan ini. Berikut Ini rekamannya dalam bahasa Mandarin dengan dialek lokal :

Sebuah Rumah Duka di Provinsi Hubei Setiap Hari Kremasi 116 Jenazah Korban Pneumonia Virus Corona Baru

You Hu (Samaran), staf di salah satu rumah duka di provinsi Hubei mengungkapkan kepada tim media the Epoch Times : “Saya pribadi nyaris ambruk saking lelahnya, kami sekarang berada di bawah tekanan besar. Volume pengangkutan dan kremasi mayat saat ini lebih dari 4-5 kali lipat dari biasanya. Aktivitas rumah duka ini sekarang bukan main sibuknya, sampai saya sendiri nyaris ambruk kelelahan.”

Dia mengatakan  pekerja rumah duka belum beristirahat dari tahun lalu hingga sekarang. “Sudah lumayan bersyukur bisa tidur selama 2, 3 jam saja setiap hari,” katanya.

“Saya menerima 127 jenazah kemarin (3/2/2020), mengkremasi 116 mayat. Di antara mereka, 8 korban dikonfirmasi dalam surat keterangan kematian (pneumonia virus corona baru) dan yang diduga 48 mayat,” tambahnya.

BACA JUGA :  Misteri Asal Muasal Novel Coronavirus Wuhan

Rumah duka yang berada di luar Kota Hankou (Baca : Han Khou) ini “bukan main sibuknya.” Lalu bagaimana dengan rumah duka di kota Hankou sendiri, yang menanggung beban bencana wabah di wilayahnya yang lebih parah?

You Hu menuturkan, “Saya pernah berbicara dengan staf rumah duka di Hankou. Volume bisnisnya jauh lebih besar dari rumah duka kami dan tekanan kerjanya juga lebih besar dari kami di sini. Sebelumnya Rumah duka mulai operasional (kremasi) pada pukul 6 pagi sampai siang baru istirahat, Tapi situasi saat ini, jenazah segera dikremasi begitu diterima.” 

You Hu mengatakan ada sekitar 18 tungku kremasi di rumah dukanya, tetapi hanya 11 unit yang bisa beroperasi. Ia menuturkan  satu tungku membutuhkan waktu sekitar lima puluh menit untuk membakar satu jenazah.

Dari sini kita dapat melihat bahwa rumah duka tempat You Hu saat ini dapat mengkremasi hingga 316 sosok jenazah per hari (Catatan: 11X24hr/jamX (60mins / 50mins) = 316).

Pada kenyataannya, menjelang gelombang puncak kematian pertama Pneumonia Virus Corona, misalnya pada 3 Februari 2020, rumah duka tersebut menerima 127 jenazah dan mengkremasi 116 jenazah pada hari yang sama.

Ditilik dari kebijakan terbaru Komunis Tiongkok mengenai jenazah pasien wabah pneumonia untuk segera dikremasi, rumah duka harus memprioritaskan proses kremasi pada jenazah pasien pneumonia Wuhan. Sementara jenazah lainnya belum tentu akan dikremasi pada hari itu karena tradisi pemakaman, ritual dan semacamnya. 

Berdasarkan hal ini, dapat disimpulkan bahwa 116 jenazah itu meninggal dunia karena pneumonia Wuhan, atau setidaknya diduga meninggal dunia karena wabah tersebut. Dengan kata lain, lebih dari 90% (116/127) jenazah yang diterima rumah duka ini semuanya meninggal dunia karena pneumonia Wuhan yang disebabkan Virus Corona Tipe Baru.

Share

Video Popular