Erabaru.net. Beberapa pemberitahuan yang ditempatkan di luar sebuah klinik di Singapura membuat netizens menggaruk-garuk kepala.

Pada hari Senin (10 Februari), seorang netizen di Singapura memposting di grup Facebook COMPLAINT SINGAPORE, foto-foto pemberitahuan yang dipasang di Ubi Family Clinic & Surgery, yang tampaknya mengesampingkan pasien yang menderita demam dan gejala mirip flu, serta mereka yang telah melakukan perjalanan ke Tiongkok pada 14 hari terakhir, “seperti yang disarankan oleh Departemen Kesehatan”.

Pekerja yang tinggal di asrama The Leo, di Kaki Bukit, juga disuruh pergi ke rumah sakit alih-alih memasuki rumah.

(Foto: Facebook / COMPLAINT SINGAPORE)

Sementara alasan di balik anjuran penghuni asrama ke rumah sakit tampaknya masuk akal – seorang pekerja Bangladesh yang baru-baru ini dites positif mengidap virus corona – langkah untuk menolak pasien lain hanya karena memiliki gejala flu tampaknya telah mengusir orang lain dengan cara yang salah.

Lagi pula, flu adalah salah satu penyakit yang paling umum, akankah klinik benar-benar menolak pasien seperti itu?

Seorang dokter di klinik memberikan penjelasan tentangan pemberitahuan itu selama wawancara dengan Shin Min Daily ketika seorang reporter berkunjung 11 Februari.

Bukannya mereka menolak merawat pasien dengan gejala seperti itu, katanya, mereka hanya berusaha melindungi pasien yang lebih rentan, seperti orang tua dan anak-anak, dari kemungkinan infeksi.

Karena klinik biasanya menerima sejumlah besar pasien, waktu tunggu untuk menemui dokter dapat memakan waktu selama dua jam. Dengan semua orang menunggu di dalam klinik bersama, ia menjelaskan, mereka berisiko tinggi terkena infeksi.

Oleh karena itu, sebuah pemberitahuan dipasang dengan meminta pasien dengan demam dan gejala seperti flu untuk tidak memasuki klinik, tetapi untuk menunggu di luar klinik.

(Foto: Facebook / COMPLAINT SINGAPORE)

Pesan itu, bagaimanapun, tampaknya seperti larangan karena pada pemberitahuan itu tertulis: “Tolong jangan masuk klinik”.

Karena kebingungan publik, dokter mengatakan kepada China Daily bahwa pemberitahuan itu akan diganti untuk memperjelas bahwa mereka tidak menolak pasien, dan mereka yang demam dan menderita gejala seperti flu harus menunggu di luar klinik untuk menunggu giliran menemui dokter.(yn)

Sumber: Asiaone

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular