Olivia Li – The Epochtimes

Novel Coronavirus  yang secara resmi dikenal sebagai COVID-19, berasal dari Wuhan, ibukota Provinsi Hubei. Huangshi hanya berjarak 99,82 km dari Wuhan. Daerah ini juga merupakan kota yang dilanda Coronavirus.

 Menurut laporan media lokal Hubei News, Cheng Binman, seorang wanita kader komite perumahan Xinzha, mengumumkan pengunduran dirinya pada tanggal 2 Februari melalui panggilan telepon ke Sekretaris Partai Komunis Tiongkok untuk komunitas tersebut Chen Yali, tanpa menyebutkan alasannya. Dengan sia-sia Chen Yali berusaha membujuk Cheng Binman  untuk tidak mengundurkan diri.

Chen Qianyao, seorang kader komite perumahan Fupenshan, meninggalkan jabatannya pada  24 Januari tanpa memberitahukan atasannya selama 10 hari. 

Komite perumahan Fupenshan mengeluarkan pemberitahuan masyarakat  untuk mengkritik Chen Qianyao. Ia kembali bekerja pada tanggal 3 Februari, tetapi mengajukan permohonan pengunduran diri keesokan harinya meskipun ada bujukan dari atasannya untuk tetap bekerja.

 Pada tanggal 6 Februari 2020, kantor komunitas tersebut secara resmi memerintahkan Cheng Binman dan Chen Qianyao untuk mengundurkan diri.

 Lu Jinnian, Wakil Direktur Biro Pengadilan Distrik Xialu di kota Huangshi, juga meninggalkan jabatannya pada tanggal 3 Februari 2020. Sementara itu, menyatakan tidak puas dengan pengaturan yang membuatnya memimpin pekerjaan pengendalian penyakit di masyarakat setempat.

Setelah mengalami perselisihan dengan anggota tim pengawasan lainnya, Lu Jinnian dipecat dari jabatannya sebagai anggota Kelompok Kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok dan Wakil Direktur Biro Pengadilan Distrik Xialu. Kasusnya sedang menunggu penyelidikan lebih lanjut oleh Komisi Inspeksi Disiplin Distrik Xialu.

 Netizen Tiongkok Marah

 Netizen Tiongkok berkomentar mengenai  kasus-kasus ini. Mereka mengatakan bahwa pejabat komunis begitu egois dan melindungi diri, dan dalam menghadapi bahaya, menempatkan kepentingan diri  sendiri berada di atas segalanya, termasuk keselamatan rakyat. Ini adalah kebalikan dari apa yang diklaim Partai Komunis Tiongkok dalam propagandanya.

 Seorang netizen menulis: “Mengapa mereka tidak diusir? Bukankah perintah pengunduran diri persis seperti yang mereka inginkan?”

Netizen lain berkata, “Anggota Partai Komunis Tiongkok mengajukan pengunduran diri, dan hasilnya adalah perintah untuk mengundurkan diri, betapa anehnya itu!”

 Seseorang juga menunjukkan bahwa umumnya pejabat mendapat manfaat dari gaji tinggi dan menyalahgunakan kekuasaannya. Akan tetapi di tengah mara bahaya, hal pertama yang dipikirkan pejabat adalah pengunduran diri. “Untuk melawan epidemi sama dengan berjuang di medan perang. Kejahatan macam apa yang ditinggalkan selama pertempuran? ” (Vv/asr)

Share

Video Popular