- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Kurangnya Sarana Pelindung, Membuat Para Pekerja Medis Terinfeksi Secara Berantai Hingga Dokter di Wuhan Minta Tolong

NTDTV.com

Baru-baru ini, seorang dokter di Wuhan mengirim pesan. Dia menuturkan bahwa dirinya  telah bertugas jaga selama 24 jam non stop di area isolasi. Sekujur badannya basah oleh keringat, dan pakaian pelindungnya juga belum diganti. Sebagai antisipasi, dia terpaksa menyemprotkan alkohol ke tubuhnya. 

Dia mengungkapkan, secara nominal hanya satu orang di unit mereka yang didiagnosis terinfeksi corona, tetapi jika dilihat dari standar klinis terbaru, sepertiga dari rekannya mungkin juga terinfeksi.

Pada tanggal 13 Februari 2020, sepenggal video selfie yang meminta bantuan logistik dari seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Pusat Wuhan menarik perhatian warganet Tiongkok.

Dokter Rumah Sakit Pusat Wuhan menyatakan bahwa  semua masker industri, dan yang pakaian isolasi yang dia kenakan di dalamnya juga sangat tipis bagaikan sayap capung. 

“Saya sangat berharap teman-teman bisa membantu semampunya, agar segala upaya keras kami, para pekerja medis ini tidak sia-sia. Yang kami pakai di kaki ini adalah kantong plastik hijau seperti yang bisa kalian saksikan, kami membeli kantong sampah sendiri, kami menghimbau pemerintah, masyarakat luas untuk menyumbangkan sedikit logistik kepada kami, jangan biarkan kami pergi ke medan perang dengan tubuh telanjang tanpa pelindung,” kata dokter itu.  

Staf medis di Rumah Sakit Pusat Wuhan mengatakan bahwa persediaan sarana pelindung seperti masker dan logistik di rumah sakit  telah habis dan butuh sumbangan mendesak.

Seorang staf medis dengan syarat anonim dari Rumah Sakit Pusat Wuhan mengatakan : “Kami membutuhkan pakaian pelindung dan masker N95. Karena kami adalah rumah sakit yang ditunjuk, jadi kami mungkin membutuhkan jumlah yang lebih besar untuk kedua barang ini. Pakaian pelindung yang dibutuhkan sehari sekitar lima atau enam ribu potong, sedangkan masker sekitar sepuluh ribu. Kami sangat cemas, karena barang yang sangat dibutuhkan ini sekarang sudah tidak ada lagi. Barang-barang ini sekarang sangat langka. Beberapa staf medis sudah terinfeksi, tetapi tidak distatistik secara detail.”

Pada tanggal 13 Februari, netizen “Wang Xiaobai BAZAAR” di Sina Weibo meneruskan pesan minta tolong  dari Rumah Sakit Pusat Wuhan, mengatakan bahwa para dokter dan staf medis sudah tak tahan, nyaris ambruk saking lelahnya! Apalagi tidak ada persediaan sarana pelindung, sehingga para staf medis pun secara berturut-turut terinfeksi dan terlampir keluhan seorang dokter.

“Sudah putus asa, tidak ada sarana medis, kelelahan, dan hampir mati mendadak. Diperkirakan kesempatan hidup juga sangat rendah jika jatuh sakit,” katanya.

Dokter Cai Yi, wakil direktur Rumah Sakit Pusat Wuhan mengatakan, “Kurangnya masker, pakaian pelindung, jumlah yang dibutuhkan akan sulit diperkirakan, karena situasi epidemi tidak tahu berapa lama, tolong disiarkan.” 

Seorang staf medis dari Rumah Sakit Pusat Wuhan meninggalkan pesannya di Sina Weibo, 10 Februari 2020: “Apa yang bisa kita andalkan dalam keadaan tidak adanya sarana pelindung? Sudah ada beberapa rekan kerja yang jatuh ambruk, tolong jangan membuat kecewa kami, kami tidak berteriak protes dan tidak memberontak, hanya bisa secara diam-diam mempertaruhkan nyawa. Tapi berapa lama bisa bertahan seperti ini? Dan berapa banyak nyawa yang akan menjadi korban?”

Sementara itu menurut Chen, anggota Palang Merah Wuhan, banyak sarana medis yang sangat mendesak dan dibutuhkan saat ini, misalnya masker N95, kacamata pelindung, pakaian pelindung dan sebagainya. Banyak rumah sakit yang meminta bantuan akan barang-barang tersebut.

Relawan di Wuhan mengungkapkan bahwa saat ini, sumber daya rumah sakit besar di Wuhan sangat langka, apalagi rumah sakit kecil bahkan lebih langka dan perlu bantuan.

Sementara itu Cao, sukarelawan di Wuhan menyatakan tidak terlalu banyak barang-barang dengan standar perawatan medis. Apa yang bisa dibeli adalah barang-barang biasa pada umumnya. Sedangkan barang-barang untuk keperluan medis tidak tersedia di toko-toko pada umumnya. Rumah sakit besar sekarang tidak kekurangan barang-barang seperti tersebut di atas, tapi rumah sakit kecil, rumah sakit komunitas, pakaian pelindung, masker, dan beberapa makanan dan minuman, karena sekarang semua rumah sakit kecil telah menjadi bangsal isolasi dan dihuni pasien. 

Selain itu, ada surat dari seorang perawat yang mengaku bertugas di Intensive Care Unit-RCU di Rumah Sakit Pusat Wuhan. Dia menulis surat kepada atasannya, mengatakan bahwa para staf medis telah bekerja keras selama lebih dari 40 hari berturut-turut dan baru-baru ini kerap menyaksikan upaya penyelamatan antara hidup dan mati rekan-rekannya. 

Dr. Li Wenliang, Dr. Hu Weifeng, Direktur Yi Fan dan Mei Zhongming diintubasi untuk diselamatkan. Kondisi menyedihkan itu membuat hancur perasaan staf medis, semua orang menangis dan perasaan mereka bergolak antara takut, gelisah dan panik. (jon)

Video Rekomendasi :