NTDTV.com

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) telah menyerukan perhatian tinggi kepada dunia, hal ini membangkitkan kewaspadaan khusus bagi masyarakat Tiongkok. Meskipun ada ahli yang mengatakan bahwa serangan belalang belum tentu mencapai daratan Tiongkok. Akan tetapi, rakyat Tiongkok yang sudah tertekan karena serangan COVID-19 masih setengah percaya setengah tidak terhadap pernyataan itu.

‘China Science News’ yang berafiliasi dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, baru-baru ini melalui Weibo menyampaikan pesan ini. Lembaga itu menunjuk langsung ke Pakistan dan India sebagai negara tetangga Tiongkok, apakah wabah belalang di wilayah mereka berpotensi menjadi ancaman bagi Tiongkok dan bagaimana mempertahankan serta mengelolanya adalah masalah yang perlu mendapat perhatian kita semua mulai sekarang.” Demikian ungkap lembaga itu.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), Bencana belalang Afrika ini berakar dari badai yang terbentuk di Laut Arab pada musim panas tahun 2018. 

Setelah badai melanda negara-negara pantai, perubahan lingkungan menyebabkan gerombolan belalang terbentuk secara bertahap di Afrika Timur dari musim gugur sampai musim dingin di tahun yang sama. Kemudian menyebar melintasi laut ke Timur Tengah. Sedangkan secara bertahap menginvasi Pakistan dan India pada paruh kedua tahun 2019.

FAO pada 11 Februari mengeluarkan peringatan yang menyerukan kepada dunia untuk memberikan kewaspadaan tinggi terhadap wabah belalang untuk mencegah krisis pangan di negara-negara yang terkena dampak.

‘China Science News’ baru-baru ini mengungkapkan bahwa Pakistan saat ini sedang menghadapi serangan secara bersamaan belalang dari Afrika dan Iran, menciptakan wabah belalang yang paling parah bagi Pakistan selama 27 tahun terakhir.

Para pejabat mengatakan bahwa jika wabah belalang terus berlanjut, tidak akan ada panen tanaman pangan negara tersebut. Karena itu, Pakistan telah mengumumkan keadaan darurat.

Adapun di India, ada sekitar 400 miliaran ekor belalang akhir-akhir ini menyerbu provinsi Rajasthan, India. Sehibgga menyebabkan sejumlah besar tanaman hancur, dan tampak wabah sedang menyebar ke daerah lain. 

Beberapa cendekiawan India memperkirakan bahwa wabah belalang akan mengurangi produksi gandum India sebanyak 30% hingga 50% yang menyebabkan kekhawatiran pemerintah India.

Seorang ahli yang tidak disebutkan namanya yang diwawancarai oleh reporter ‘China Science News’ mengatakan, bahwa ada tujuh subspesies dari belalang migrasi global. Spesies yang umum di Tiongkok adalah belalang migrasi Asia Timur, belalang migrasi Asia dan belalang migrasi Tibet. Sedangkan wabah belalang yang menyerang India dan Pakistan seharusnya  termasuk belalang gurun Afrika atau belalang Mediterania. Dalam sejarah Tiongkok, belalang Afrika pernah menyebabkan kerusakan tanaman pangan di Yunnan, tetapi tidak sampai menimbulkan bencana besar.

Ahli tersebut mengatakan bahwa kemungkinan belalang Afrika memasuki daratan Tiongkok dari India saat ini tidak besar, karena kondisi kehidupan yang mereka butuhkan tidak sepenuhnya tersedia di Tiongkok. Sedangkan Tiongkok memiliki penghalang geografis yang alami, tetapi tetap tidak boleh menganggapnya enteng. 

Ahli itu mengatakan, harus terus memperhatikan jalur migrasi dari belalang India dan Pakistan, termasuk apakah ada keterlibatan dari serangga lokal. Jika gerombolan belalang terus ke timur sampai ke Myanmar, kemungkinan besar akan menimbulkan ancaman langsung ke Tiongkok dan negara-negara di Asia Tenggara.

Ahli lain menunjukkan bahwa wabah belalang telah sering mengancam dan sangat membahayakan persediaan pangan dalam sejarah Tiongkok. Namun, para ilmuwan Tiongkok pada dasarnya telah dapat mengatasi bahaya wabah belalang. Kini tidak ada lagi wabah belalang besar yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir.

Setelah berita tersebut banyak dipublikasikan di media online Tiongkok belakangan ini, kekhawatiran banyak warga Tiongkok mulai timbul. Apalagi dalam situasi wabah pneumonia  sedang mengancam. Banyak dari mereka menyatakan pendapat seperti ini : “Tiongkok sudah cukup parah diubrak-abrik oleh coronavirus Wuhan, jangan sampai wabah belalang menyusul.”

Ada juga netizen yang mengatakan bahwa pejabat Tiongkok kali ini (merujuk pada wabah belalang) bisa belajar bagaimana bertindak yang benar, sadar perlunya memberitahukan kepada masyarakat sebelum datangnya bencana. 

Namun beberapa netizen meragukan pandangan kalau wabah belalang Afrika tidak menyerang Tiongkok, mereka ada yang menyebutkan : “Berkacalah melalu pneumonia Wuhan”, “Tidak mampu lagi menggunakan perdamaian sebagai hiasan (kehebatan penguasa)”. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular