Epochtimes.com

Beredar di Weibo berita tentang kematian Liu Zhiming, kepala Rumah Sakit Wuchang, Wuhan.  Liu Zhiming meninggal dunia dalam usia 51 tahun akibat tertular pneumonia Wuhan. Beberapa staf rumah sakit pun dikabarkan turut terinfeksi. 

‘Red Star News’ membenarkan berita tersebut melalui berbagai saluran di rumah sakit. Seorang teman akrab Liu Zhiming mengatakan, Liu sebelumnya merupakan wakil kepala Rumah Sakit Ketiga Kota Wuhan, yang kemudian dipromosikan menjadi kepala Rumah Sakit Wuchang, Wuhan pada beberapa tahun silam. Selama ini Liu Zhiming cukup sehat, tidak terduga dia meninggal akibat tertular virus corona Wuhan.

Informasi publik menunjukkan bahwa Liu Zhiming berasal dari kota Shiyan, Hubei. Ia lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Wuhan pada tahun 1991. Ia ahli dalam diagnosis dan perawatan cedera otak traumatis, tumor intrakranial, dan penyakit serebrovaskular. Liu Zhiming adalah seorang ahli bedah saraf.

Sebagaimana diketahui bahwa Rumah Sakit Wuchang, Wuhan adalah salah satu rumah sakit yang ditunjuk pertama di Wuhan untuk menampung dan mengobati pasien terinfeksi coronavirus jenis baru di Wuhan. Liu Zhiming adalah kepala dokter, dokter, dan spesialis bedah saraf. Sebelumnya,  pada 14 Februari, Liu Fan, seorang perawat berusia 59 tahun di rumah sakit yang sama meninggal dunia karena tertular virus corona (COVID-19).

Padahal Liu Fan masih masuk kerja pada hari kedua Tahun Baru Imlek pada 26 Januari 2020, saat itu pakaian pelindung belum ada, akibatnya seluruh keluarganya tertular virus pneumonia Wuhan. Ayahnya meninggal, Liu Fan sendiri meninggal pada Hari Valentine, sekarang tinggal adiknya yang masih dirawat secara intensif di ruang ICU.

Sehubungan pihak berwenang Tiongkok berupaya untuk menyembunyikan sejumlah informasi tentang COVID-19, membuat sejumlah besar personil yang menangani perawatan kesehatan menjadi lengah. 

Menurut laporan ‘Analisis Karakteristik Epidemiologis Coronavirus Wuhan’ yang ditulis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, jumlah staf medis yang telah terinfeksi COVID-19 dari 422 institusi medis yang menyediakan layanan diagnosis dan perawatan untuk pasien terinfeksi coronavirus jenis baru tercatat hingga 11 Februari 2020 berjumlah 3.019 orang.

Liu Zhiming juga seorang kepala rumah sakit pertama yang meninggal karena tertular coronavirus Wuhan. Sebelumnya media pernah memberitakan, Profesor Lin Zhengbin, seorang ahli transplantasi organ di Rumah Sakit Tongji yang berafiliasi dengan Universitas Sains dan Teknologi Huazhong meninggal karena pneumonia Wuhan pada 10 Februari 2020. Lin Zhengbin telah melakukan ribuan kasus transplantasi ginjal selama masa hidupnya.

Beberapa hari sebelumnya, kepala perawat bagian Respiratory Care Unit (RCU) di Houhu dari Rumah Sakit Pusat Kota Wuhan mengirim surat permintaan bantuan kepada pimpinan rumah sakit karena besarnya tekanan.

Surat itu menyebutkan bahwa RCU Houhu adalah unit perawatan intensif pertama rumah sakit yang baru-baru ini menghadapi penyelamatan sejumlah rekan sejawat yang menghadapi situasi kritis. 

Selain Dr. Li Wenliang yang dikhawatirkan oleh media telah meninggal, masih ada Dr, Hu Weifeng yang sedang menjalani tindakan intubasi, begitu pula yang dihadapi Direktur Yi Fan dan Mei Zhongming yang masih dalam tahap penyelamatan. 

Kondisi yang mengerikan itu membuat para perawat berada dalam ambang kehancuran mental apalagi ditambah dengan kondisi kesehatan mereka juga mulai menurun. Dia menyarankan agar pimpinan rumah sakit mengatur para staf medis RCU yang berada di garis depan pertama untuk menjalani masa karantina selama dua minggu.

Informasi publik di Internet menunjukkan bahwa Mei Zhongming adalah Wakil Kepala bagian Oftalmologi Rumah Sakit Pusat Kota Wuhan, berada di bagian yang sama dengan mendiang Dr. Li Wenliang.

Yi Fan adalah Wakil Kepala Dokter Bedah Jantung Rumah Sakit Pusat Kota Wuhan. Dia belajar di Wuhan Union Hospital bagian bedah jantung dan berpartisipasi dalam 1.500 lebih kasus bedah jantung, di antaranya hampir 100 kasus pembedahan ia lakukan sebagai ahli bedah utama.

Hu Weifeng adalah seorang ahli bedah di Rumah Sakit Pusat Kota Wuhan. 2 hari sebelumnya, istrinya menyampaikan permintaan bantuan melalui media sosial. Permintaan bantuan itu, menyebutkan bahwa suaminya  sedang bertahan hidup melalui Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO ) untuk mendukung pernafasannya sedang membutuhkan serum pasien dengan pneumonia koroner baru bergolongan darah O yang sudah pulih. (sin)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular