Reuters/The Epochtimes

Erabaru.net. Pemerintahan Trump mengatakan pada Selasa 18 Februari 2020 akan mulai memperlakukan lima entitas media besar yang dikelola pemerintahan Tiongkok yang beroperasi di AS sama dengan kedutaan asing. Media-media tersebut diharuskan  mendaftarkan karyawan dan properti AS mereka ke Departemen Luar Negeri AS.

Dua pejabat senior Departemen Luar Negeri AS yang dikutip Reuters mengatakan, keputusan itu dibuat karena rezim Komunis Tiongkok memperketat kontrol negara atas medianya. Selain itu, pemimpin Komunis Tiongkok Xi Jinping menggunakan tindakan lebih agresif terhadap media-media itu untuk menyebarkan propaganda pro-Beijing.

“Kontrol atas konten dan kontrol editorial hanya memperkuat selama masa kekuasaan Xi Jinping,” kata seorang pejabat. 

“Orang-orang ini sebenarnya adalah senjata dari alat propaganda Partai Komunis Tiongkok, ” tambahnya.

Beijing tidak diberitahukan sebelum keputusan itu dan akan diberitahukan pada 18 Februari. Pejabat  lainnya mengatakan, kontrol Beijing atas media milik pemerintah Tiongkok telah menjadi “semakin kejam.” Kedua pejabat berbicara kepada wartawan dengan syarat anonimitas.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok telah meningkat sejak Presiden Donald Trump berkuasa tiga tahun lalu, dengan perselisihan mulai dari tarif perdagangan hingga tuduhan mata-mata Tiongkok di Amerika Serikat dan hingga dukungan Amerika Serikat terhadap Taiwan.

Pejabat AS mengatakan Keputusan itu  tidak terkait dengan perkembangan terkini atas hubungan Sino-AS. 

Aturan ketat ini diterapkan kepada Kantor Berita Xinhua, China Global Television Network -CGTN, China Radio International, China Daily Distribution Corp, dan Hai Tian Development USA. 

China Daily adalah surat kabar berbahasa Inggris yang diterbitkan oleh Partai Komunis Tiongkok. Hai Tian Development USA mendistribusikan People’s Daily, surat kabar resmi Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok.

Operasi lima entitas itu diwajibkan mengungkapkan daftar nama personel mereka, perekrutan dan pembatalan keputusan, dan mendaftarkan ke Departemen Luar Negeri di Amerika Serikat terkait properti yang disewa atau dimiliki.

Mereka juga harus meminta persetujuan terlebih dahulu sebelum mereka menyewa atau membeli properti baru di Amerika Serikat .

Ditanya apakah ada kekhawatiran bahwa rezim Komunis Tiongkok akan membalas terhadap media Barat yang berbasis di Tiongkok, seorang pejabat mencatat bahwa outlet berita asing di sana sudah bekerja di bawah aturan yang ketat. Selain itu, aturan pengungkapan baru tidak memberlakukan pembatasan terhadap lima entitas Tiongkok yang beroperasi di AS.

“Orang-orang ini beroperasi di lingkungan yang jauh lebih liberal di Amerika Serikat daripada yang dinikmati pers asing di Republik Rakyat Tiongkok,” kata pejabat itu.

Sebelumnya Pada tanggal 7 Februari, sebanyak 35 Senator Politisi Partai Republik AS dan perwakilannya menulis surat kepada Jaksa Agung AS William Barr. Para senator tersebut   meminta investigasi terhadap keberadaan media China Daily. Para senator AS tersebut menyerukan agar media tersebut dilabeli sebagai agen asing.

Surat tersebut dilayangkan kepada Departemen Pengadilan untuk “Menolak Keras Propaganda Tiongkok.” Para senator menyerukan investigasi agar  media yang “berperan penting dalam kampanye disinformasi asing ” dan melabelinya dengan “kekerasan berulang” terhadap hukum AS. Media tersebut diwajibkan mendaftarkan diri sebagai  agen pelobi asing dan menyediakan laporan yang rinci terkait aktivitas penjualan mereka. 

Surat tersebut menyebut China Daily memiliki peran penting pada kampanye disinformasi asing serta diserukan penyelidikan secara menyeluruh. Surat tersebut ditulis oleh Senator Tom Cotton dan perwakilannya, Jim Banks serta ditandatangani oleh tujuh lawmaker Partai Republik lainnya. (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular