oleh Qin Shuntian – Epochtimes.com

Wabah yang terjadi di dunia  mengingatkan kembali masa Kekaisaran Romawi di masa silam. Saat itu juga diserang wabah mematikan. Masa Romawi dengan kekuasaan tiraninya, memendam ambisi  mendominasi seluruh dunia. Agama Kristen di masa itu ditindas secara brutal.

Wabah dahsyat menyerang. Hingga kejatuhan menimpa Romawi. Dipercaya Romawi melanggar kehendak Tuhan dan menciptakan dosa besar. Diturunkanlah wabah sebagai hukuman Tuhan terhadap orang-orang Romawi yang berdosa, dengan moralitas yang bobrok.

Mari kita baca sejarah masa lalu, karena dalam sejarah sudah pernah terjadi, jika Anda tidak memahami sejarah, lihatlah masa kini.   

Kaisar Romawi  dikenal sangat kuat dan wilayah yang sangat luas. Belum pernah terjadi sebelumnya, Romawi memiliki ambisi untuk mendominasi seluruh dunia.

Namun demikian, siapa yang dapat menduga, masih ada tujuan langit yang lebih tinggi darinya, itulah yang menentukan masa depannya. 

Seluruh kota itu kosong dan menjadi kota mati

Sering muncul  ada orang roboh di jalan. Ada orang yang sedang berbicara, tiba-tiba dia mulai bergetar, lalu roboh dan meninggal. Ada orang yang sedang membeli sesuatu,  tiba-tiba roboh dan meninggal. Uang berserakan di lantai. Seorang pria yang sedang bekerja, tangannya masih memegang alat, tiba-tiba miring ke satu sisi dan roboh.

Lalu seluruh kota itu kosong dan menjadi kota mati. Tidak mudah melihat orang hidup di jalan, jika Anda benar-benar ketemu seseorang di luar, ia pasti sedang membawa orang yang sudah meninggal. Ada orang yang beruntung masih hidup, mereka juga diam-diam bersembunyi di rumah atau merawat mereka yang sekarat.

Kemudian, rumah besar, rumah kecil, mewah, kumuh, semua menjadi makam penduduk, dan para pelayan dan tuan di rumah, semua berbaring di kamar tidur mereka dan meninggal. 

Di jalan muncul mayat membusuk yang merekah karena tidak ada yang memakamkannya. Seluruh kota berbau bangkai. Orang mati sulit dihitung, dan mayat-mayat tidak lagi dihitung.  

Wabah yang tiba-tiba meledak dan tidak dapat dicegah, menyebabkan kota yang ramai dan berkembang itu runtuh dalam sekejab. Persediaan makanan di kota terputus. Semua tempat hiburan ditutup. Semua jenis pekerjaan dihentikan. Sejumlah besar orang menganggur, dan tidak ada mata pencaharian, selanjutnya terjadi bencana kelaparan, kerusuhan. 

Pemandangan Wabah Besar Zaman Romawi

Dari catatan sejarah, ada empat wabah besar di Roma kuno yang dapat ditelusuri, wabah kecil tidak terhitung. Ilmuwan modern  menyimpulkan bahwa wabah adalah akibat penyakit menular seperti wabah pes, tifus, cacar dan penyakit menular jahat lainnya, tetapi mengapa wabah itu selektif, dan mengapa wabah tiba-tiba menghilang secara tak terduga, dan lain-lain, sampai sekarang semua masih merupakan sebuah misteri. Sains modern tidak dapat menjelaskannya. 

Agama Kristen percaya karena orang-orang Romawi secara brutal menyalib Yesus dan menganiaya orang-orang Kristen, mereka melanggar kehendak Allah dan menciptakan dosa besar. Diturunkanlah wabah dari langit, yaitu hukuman Allah terhadap orang-orang Romawi yang berdosa, hukuman dan balasan terhadap kepercayaan yang salah dan moralitas yang bobrok.

[Nederland] Josse Lieferinxe, Santo Sebastian Menengahi untuk Wabah Stricken, 1497, Museum Seni Walters, Baltimore, AS (Domain publik)

 

Wabah Besar Tahun 79 Masehi

Pada tahun 33 Masehi, Yesus dijatuhi hukuman mati oleh Pilatus, gubernur provinsi Yahudi Kekaisaran Romawi. Walaupun Yesus disalibkan, namun pengikutnya tetap banyak. 

Penganiayaan terhadap pengikut Kristus yaitu para murid Yesus, dimulai dari Nero, kaisar kelima Kekaisaran Romawi. Setelah Nero ada sepuluh kaisar Romawi kuno. Penganiayaan terhadap orang Kristen berlanjut selama ratusan tahun.

Nero, yang dikenal karena kecabulan dan kebrutalannya, ingin membangun sebuah istana. Pada 17 Juli, 64 M, Nero membakar semua orang dan mencoba membersihkan lokasi bangunan dengan mudah, sehingga seluruh kota nyaris terperangkap dalam lautan api. Api terus membakar selama enam hari, tujuh malam. 

Setelah itu, Nero menfitnah orang-orang Kristen. Nero mengklaim bahwa mereka adalah pelaku pembakaran. Dengan alasan itu, Nero menangkap pengikut Kristen. Sejumlah besar orang Kristen terbunuh atau dibuang ke Colosseum tempat bertempur dengan singa.

Karena orang Kristen difitnah sebagai “pengikut agama sesat” yang ekstrem, sehingga menimbulkan kebencian dari orang Romawi. Dalam sorak sorai orang-orang Romawi, orang-orang Kristen dicabik-cabik oleh singa, Nero juga memerintahkan agar orang-orang Kristen diikat sebundel dengan jerami. Dibuat menjadi obor untuk Pesta Kebun Kerajaan, yang diikat dalam kebun bunga pada malam hari untuk dinyalakan agar terang.

Share

Video Popular