- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Virus Corona COVID-19 Meledak Skala Luas di Banyak Penjara Komunis Tiongkok

Gu Qinger – Epochtimes.com

Sebanyak 200 lebih kasus baru yang dikonfirmasi terinfeksi virus corona COVID-19 pada (20/2/2020), di provinsi Shandong, Tiongkok. Jumlah ini termasuk 200 kasus di Penjara Rencheng.  Melansir dari epochtimes.com, rincian laporan itu menyebutkan, hingga 20 Februari, telah dilakukan uji asam nukleat terhadap 2077 orang di penjara. Hasilnya, 207 kasus dikonfirmasi terinfeksi. Mereka terdiri 7 orang sipir dan 200 tahanan.

Selanjutnya, pada pagi hari (21/2/2020), Kantor Informasi Pemerintah Provinsi Shandong menggelar konferensi pers. Lembaga itu menginformasikan bahwa pada sore hari 12 Februari, seorang petugas di Penjara Rencheng berobat ke rumah sakit karena batuk. Petugas itu langsung diisolasi untuk dirawat. Kemudian keesokan harinya pada pukul  10 malam, setelah dilakukan tes reagen, hasilnya positif terinfeksi pneumonia virus corona baru. Pada hari yang sama, pukul 18.00  seorang sipir juga didiagnosis terinfeksi, setelah pengujian asam nukleat. Selanjutnya, dua sipir itu diisolasi untuk perawatan.

 Penjara Rencheng Provinsi Shandong adalah penjara yang berafiliasi dengan Administrasi Penjara Provinsi Shandong. 

Saat ini ada delapan orang yang dicopot dari jabatannya akibat meletus wabah tersebut.  Di antara mereka adalah : 

Xie Weijun, Sekretaris Komite Partai Departemen Kehakiman Propinsi Shandong, Sekretaris Komite Partai dari Administrasi Penjara Provinsi, 

Jiang Yunhua, Wakil Sekretaris Komite Partai dari Administrasi Penjara Provinsi,

Wang Wenjie, anggota Komite Partai dan Wakil Direktur Administrasi Penjara Provinsi,

Liu Chengshan, sekretaris komite partai dan direktur penjara,

Liu Yonggang, Wakil Sekretaris Komite Partai dan Komite Politik Penjara Rencheng,

Chen Weining, anggota komite partai dan wakil direktur penjara penjara kota,

Deng Tihe, anggota komite partai penjara kota dan wakil direktur penjara.

Fang Defeng, anggota komite partai penjara kota dan wakil direktur penjara.

Selain di Provinsi Shandong, pada  20 Februari 2020, ada 27 tahanan kriminal yang dikonfirmasi terinfeksi virus corona di Penjara Shilifeng, Provinsi Zhejiang. 

Ditambah lagi, dengan 7 kasus yang dikonfirmasi yang diumumkan sebelumnya. Untuk di Penjara Shilifeng, Provinsi Zhejiang terdapat 34 kasus yang dikonfirmasi terinfeksi pada tahanan kriminal, yang merupakan kasus berasal dari luar. 

Akibatnya komisaris politik dan direktur penjara di Penjara Shilifeng di Provinsi Zhejiang dicopot dari jabatannya. Seorang sipir juga telah ditetapkan sebagai tergugat untuk dihukum.

 Tak hanya itu, pada pukul 1 siang 21 Februari waktu setempat, Komisi Kesehatan Provinsi Hubei mengeluarkan pernyataan yang direvisi. 

Pernyataan itu mengatakan bahwa pada tengah malam pada 20 Februari , dari 271 kasus yang dikonfirmasi yang dilaporkan oleh departemen penjara,sebanyak  51 kasus telah dimasukkan dalam statistik daerah terkait yang diumumkan sebelumnya. Sisanya adalah 220 kasus dikonfirmasi dan 10 kasus suspek virus corona sekarang dimasukkan dalam informasi epidemi pada tanggal 20 Februari untuk dipublikasikan ke publik.

Menurut berita yang beredar, pihak penjara sedang memindahkan sejumlah tahanan. Sedangkan otoritas Kota Jining, Provinsi Shandong memerintahkan melarang warga untuk membahas epidemi di dunia maya.

Berdasarkan pemberitahuan darurat yang dikeluarkan oleh markas besar pencegahan epidemi di Distrik Danau Taining, Jining, mungkin wabah  yang merebak di Kota Jining terjadi tak hanya pada satu tempat. Bahkan tak hanya pada satu penjara. 

Pemberitahuan itu menyatakan, mereka yang baru-baru ini berhubungan dengan staf Penjara Rencheng di Provinsi Shandong harus mengisolasi diri.

 Laporan lainnya pada  16 Februari , Kantor Pencegahan Wabah pneumonia virus corona COVID-19 dan Kantor Pengendalian Kota Jingmen, Provinsi Hubei menyatakan dalam “Laporan Analisis Situasi Epidemi Pneumonia Virus Corona di Kota Jingmen” melaporkan “Situasi epidemi di tempat-tempat khusus seperti penjara mengalami peningkatan. 

Pada 15 Februari, Sebanyak 40 kasus dikonfirmasi dilaporkan di Penjara Shayang, telah muncul kasus petugas pemasyarakatan dan narapidana yang terinfeksi. “

Epidemi Virus Corona COVID-19 merebak di Tiongkok pada awal Desember tahun lalu. Kini  semakin banyak bukti menunjukkan bahwa Komunis Tiongkok telah lama mengetahui tingkat keparahan epidemi dan risiko “penularan dari manusia ke manusia.” Akan tetapi komunis Tiongkok menutupi wabah itu dari masyarakat Tiongkok. Hingga membuat wabah itu menyebar luas tanpa mampu dikendalikan.  Saat ini, pejabat tingkat atas maupun tingkat bawah otoritas Komunis Tiongkok menepis pertanggungjawaban atas meluasnya wabah Corona.

 Pengamat Politik Tiongkok, Yuan Bin yang dikutip Epochtimes.com, mengatakan sebagai akibat pihak Komunis Tiongkok menutupi wabah mematikan itu serta pencegahan serta kontrol wabah yang tak memadai, membuat pneumonia Wuhan dengan cepat menyebar ke seluruh negeri Tiongkok serta puluhan negara di dunia. Akibatnya, ribuan orang lebih terinfeksi. Banyak korban lainnya juga meninggal dunia. Tindakan Komunis Tiongkok itu juga terkesan meremehkan wabah itu pada awalnya. Bahkan menuduh dokter yang mengungkap kasus itu sebagai penyebar hoaks. 

Hal senada diungkapkan oleh  Laurie Garrett, seorang analis kebijakan kesehatan dunia dan jurnalis sains pemenang Hadiah Pulitzer,  kepada NTD dalam sebuah email. Laurie Garrett berkata : “Masalah saya dengan wabah saat ini dan respons Tiongkok adalah bahwa sangat sedikit informasi dalam bentuk apa pun yang disediakan oleh pihak berwenang di Wuhan atau Beijing.”

Aparat Komunis  Tiongkok memanggil delapan orang pada  1 Januari karena “menyebarkan desas-desus” online mengenai wabah pneumonia. “Tiongkok tampaknya lebih tertarik untuk mempertahankan kendali daripada mematuhi prinsip-prinsip Peraturan Kesehatan Internasional,” kata Laurie Garrett.

Siapakah Pejabat Komunis Tiongkok yang Diberhentikan dari Jabatannya? 

Salah satu pejabat yang dicopot adalah Xie Weijun, berusia 57 tahun, lahir di Zibo, propinsi Shandong. Mulai tahun 2007 hingga Desember 2010, ia adalah anggota Komite Tetap Komite Partai Kota Weifang, Sekretaris Komite Inspeksi Disiplin Kota, dan Sekretaris Komite Politik dan Hukum.  

Sejak Desember 2011, ia telah berturut-turut menjabat sebagai Wakil Sekretaris dan Walikota Komite Heze Munisipal. 

Sejak 2018, ia telah menjadi direktur Departemen Kehakiman Provinsi Shandong, sekretaris komite partai, sekretaris komite partai dari administrasi penjara provinsi, dan komisaris politik pertama.

Sejak menjabat sebagai Sekretaris Komite Politik dan Hukum Weifang, Xie Weijun secara aktif terlibat Penganiayaan terhadap praktisi spiritual Falun Gong yang dikendalikan Kelompok mantan sekjen Partai Komunis Tiongkok, Jiang Zemin. Ia berturut-turut 8 kali diumumkan dan dilacak  oleh Organisasi Dunia nirlaba yang berbasis di AS untuk Menyelidiki Penganiayaan terhadap Falun Gong, World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG).

Adapun Liu Yishan dan Liu Yonggang juga secara aktif mengikuti Penganiayaan terhadap Falun Gong oleh Kelompok Komunis Tiongkok Jiang Zemin. Keterlibatan mereka juga telah diumumkan dan dilacak  oleh Organisasi Dunia nirlaba yang berbasis di AS untuk Menyelidiki Penganiayaan terhadap Falun Gong, World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG).

Sedangkan sosok, Jiang Yunhua, namanya sudah dibeberkan di website Minghui.org. Situs web ini adalah situs klarifikasi fakta penganiayaan terhadap praktisi spiritual Falun Gong. 

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah disiplin spiritual yang terdiri dari latihan meditasi dan serangkaian prinsip yang berpusat pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar, menurut situs web Minghui.org.  Popularitas Falun Gong melonjak di Tiongkok pada tahun 1990-an, di mana sekitar 70 juta hingga 100 juta orang berlatih pada akhir dekade ini, menurut perkiraan yang dikutip oleh media Barat pada saat itu.

Menganggap popularitas Falun Gong sebagai ancaman terhadap kendali totaliternya, Partai Komunis Tiongkok melarang Falun Gong pada tahun 1999, dengan meluncurkan kampanye brutal untuk “memberantas” Falun Gong.

Sejak Penganiayaan Falun Gong oleh Komunis Tiongkok yang dipimpin oleh Sekjen Partai Komuis Tiongkok Jiang Zemin pada tahun 1999, sejumlah jabatan di pemerintahan Tiongkok telah menjadi alat penindas Penganiayaan terhadap Falun Gong. Beribu-ribu pengikut Falun Gong ditahan secara ilegal di penjara dan kamp kerja paksa. Lebih miris lagi mereka sepanjang tahun mengalami penyiksaan secara brutal.

 Pejabat senior di sistem penjara serta penjara di bawah yurisdiksi mereka menggunakan kekerasan dan penyiksaan untuk “mereformasi” kepada praktisi Falun Gong, bahkan menyiksa praktisi Falun Gong hingga tewas. Sebagai orang yang bertanggung jawab dari departemen manajemen penjara, mereka memikul tanggung jawab besar atas penindasan tersebut.

Penjara Rencheng di Shandong, Penjara Wanita Wuhan di Provinsi Hubei, Penjara Shilifeng di Provinsi Zhejiang, dan Penjara Shayang Hanjin di Provinsi Hubei semuanya sudah diungkapkan oleh World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG).

Untuk diketahui, Administrasi Penjara Shayang Provinsi Hubei memiliki 10 penjara, yaitu Penjara Shayang Guanghua, Penjara Shayang Xiaojianghu, Penjara Shayang Hehuayao, Penjara Shayang zhanghuya, Penjara Shayang Xiongwangtai, Penjara Shayang Fanjiatai, Penjara Shayang Hanjin, Penjara Shayang Chenjiashan, Penjara Shayang Changlin, Penjara Shayangping Pinghu.

Administrasi Penjara Shayang terletak di Administrasi Penjara Shayang Provinsi Hubei. Kantor pusat berada di peternakan Shayang distrik Shayang yang sekarang Administrasi Penjara Shayang. Penjara ini dikenal sebagai salah satu kamp kerja paksa terbesar di Tiongkok. (lim/asr)

Video Rekomendasi :