oleh Dekan Deng Zhengliang, Kepala Klinik Pengobatan Tradisional Jide, Taiwan

Wabah adalah penyakit menular berskala besar yang dapat menyebar ke banyak benua dan bahkan dunia. Ketika wabah terjadi, sering kali membawa malapetaka bagi manusia. Selain penyakit yang ditimbulkan oleh coronavirus jenis baru (COVID-19), masih ada beberapa penyakit yang telah mengancam kehidupan manusia dalam sejarah dan hari ini. Apa saja? 

Ciri khusus wabah adalah serangan yang cepat, kondisi kesehatan cepat memburuk, memiliki daya tular yang kuat, mudah berubah menjadi wabah besar.

Penularan penyakit yang bersifat lokal tidak dapat dikatakan sebagai wabah, biasanya disebut penyakit musiman. Influenza yang terjadi pada suatu daerah tertentu tidak dapat disebut sebagai wabah, karena memiliki skala yang besar.

Wabah kadangkala datang dari organisme pertanian seperti ternak, biji-bijian, ikan, dan pohon. Organisasi Kesehatan Dunia / WHO membagi influenza menjadi enam tahap. Biasanya dimulai dengan menginfeksi hewan, kemudian menginfeksi manusia, kemudian karena terjadi mutasi, menyebabkan pandemi dunia.

Tahap pertama : Tidak ditemukan virus influenza baru yang berada dalam diri manusia.

Tahap kedua : Munculnya virus influenza jenis baru terutama hanya menyerang hewan, tetapi mutasinya virus mungkin dapat mengancam manusia.

Tahap ketiga : Manusia terinfeksi virus influenza baru, tetapi tidak ada atau sedikit kasus penularan dari manusia ke manusia.

Tahap keempat : Jumlah kasus penularan dari manusia ke manusia telah meningkat, dan ada kecenderungan penularan tren ini akan terus berlangsung.

Tahap kelima : Sejumlah besar kasus penularan virus melalui dari manusia ke manusia. 

Tahap keenam : Terjadi pandemi besar, menyebabkan infeksi yang meluas di antara kelompok etnis.

Wabah menyebabkan banyak orang meninggal, terutama karena daya penularannya kuat. Sedangkan banyak penyakit lain, seperti kanker, meskipun juga menyebabkan banyak orang meninggal dunia, tetapi tidak menular, sehingga tidak ada hubungannya dengan wabah.

Wabah yang terjadi hari ini dan dalam sejarah

Dalam konferensi tentang influenza pada tahun 2009, seorang pejabat WHO menyebutkan bahwa pandemi adalah penyakit yang terjadi di hampir seluruh dunia. Mengapa skalanya sampai dunia? 

Karena selain luasnya penyebaran virus, aktivitas penyakitnya sangat kuat.

Penyakit AIDS menyebabkan 25% infeksi di Afrika Selatan dan Afrika Timur. Pada tahun 2006, tingkat penyebaran virus AIDS di antara wanita hamil di Afrika Selatan sampai mencapai 29,1%. Karena tingkat kematian yang tinggi dan infektivitas yang tinggi, ahli epidemiologi sekarang juga dikelompokkan sebagai wabah. Pada tahun 2025, diperkirakan akan ada ratusan juta orang Afrika yang akan meninggal karena penyakit AIDS.

Tingginya tingkat infeksi dan mematikan tuberkulosis di masa lalu juga membuatnya dikenal sebagai wabah putih. Walaupun kasus-kasus tuberkulosis telah menurun dengan cepat pada abad ke-20, Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan bahwa tuberkulosis telah kembali lagi di dunia dalam beberapa tahun terakhir, sehingga jangan menganggap remeh pada penyakit menular ini. 

Munculnya antibiotik, vaksin BCG dan obat-obatan kemoterapi telah membuat manusia kebal terhadap tuberkulosis. Banyak orang bahkan percaya bahwa tuberkulosis dapat dihilangkan dari muka bumi, tetapi penyakit ini yang telah mulai bercokol kembali di seluruh dunia telah meluncurkan babak baru tantangan bagi manusia.

Banyak wabah dalam sejarah telah membawa bencana besar bagi umat manusia, seperti wabah pes, cacar, campak, tifus, flu, kolera, virus influenza H1N1, virus influenza H2N2, virus influenza H3N2, SARS, varian virus influenza H1N1, dan varian virus sindrom pernapasan Timur Tengah, coronavirus baru pada 2019 telah membuat orang pucat mendengarnya.

Masih ada banyak varian virus yang berpotensi menyebar secara luas sehingga menjadi wabah, seperti virus Ebola, demam Lhasa, demam Lembah Rift, virus Marburg, demam berdarah Bolivia dan sebagainya.

Ada juga banyak bakteri super yang memiliki kemampuan untuk melawan antibiotik yang dapat pula menimbulkan berbagai macam ancaman bagi manusia, seperti bakteri  gram positif yang menghasilkan pigmen kuning atau staphylococcus aureus, serratia marcescens, dan lainnya yang setidaknya telah menyebabkan infeksi nosokomial yang serius.

Influenza memiliki pandemi global yang terjadi setiap 20 hingga 40 tahun sekali. Dan flu juga bisa bervarian dengan tingkat kematian yang akan meningkat. Jadi manusia perlu berhati-hati menghadapinya.

Patogen wabah juga dapat dimanfaatkan sebagai senjata biokimia untuk membunuh manusia. Misalnya, Jepang menggunakan patogen kolera, antraks, pes dan lainnya sebagai senjata yang digunakan dalam perang.

Patogen yang sudah dikenal orang dapat digunakan sebagai senjata termasuk antraks, Ebola, virus Marburg, pes, kolera, tifus, demam bintik Pegunungan Rocky (Rocky Mountain spotted fever), tularemia (demam kelinci), brucellosis, influenza Q, demam berdarah Bolivia, demam San Joaquin (Coccidioidomycosis), glanders, melioidosis. shigella, psittacosis (demam parrot), ensefalitis Jepang, demam Lembah Rift, demam kuning, dan cacar.  (sin) 

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular