Zhang Zhi – Epochtimes.com

Angka kasus tertular virus corona COVID-19 di Korea Selatan terus melonjak. Korea Centers for Disease Control (KCDC)  atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan yang dikutip laman Yonhap News Agency,melaporkan tambahan 334 kasus baru yang dikonfirmasi, diantaranya 311 kasus berasal dari Kota Daegu dan Gyeongsang Utara, Korea Selatan. Lalu ada 171 kasus baru kembali dikonfirmasi pada Kamis sore,  27 Februari 2020 waktu setempat.  Diantaranya 115 kasus dan 24 kasus yang paling parah terkena dampaknya masing-masing berasal dari Kota Daegu dan Gyeongsang Utara, sebuah provinsi di Korea Selatan. Secara total meningkat 505 kasus sepanjang hari itu.

Sedangkan laporan pada Jumat (28/2/2020),  2.022 kasus positif virus corona yang tercatat di Korea Selatan.  Pasien yang dikonfirmasi masih terkonsentrasi di wilayah Daegu dan Gyeongsang Utara, Korea Selatan. 

Total 13 orang di Korea Selatan meninggal karena infeksi coronavirus baru COVID-19 – juga dikenal sebagai pneumonia Wuhan, termasuk satu kasus kematian yang baru dilaporkan pada hari itu.

Korea Centers for Disease Control mengatakan, bahwa hasil dari Whole genome sequencing atau Pengurutan keseluruhan genom terhadap enam pasien dalam negeri Korea Selatan yang terinfeksi coronavirus (COVID-19) menunjukkan bahwa virus tidak bermutasi.

Sebanyak 66.000 orang di Korea Selatan telah dites untuk coronavirus baru, diantaranya ada  39.318 orang negatif dan 25.568 orang lainnya masih dalam proses pengujian.

Sementara itu Amerika Serikat dan Korea Selatan memutuskan untuk menunda latihan militer bersama setelah laporan kasus baru virus korona. Keputusan untuk menunda pelatihan militer bersama tersebut dibuat setelah Seoul menyatakan siaga atas virus korona. 

“Latihan akan ditunda hingga pemberitahuan selanjutnya,” demikian pernyataan Komandan Pasukan Gabungan, pada 27 Februari 2020.

 Dalam konferensi pers bersama, perwira militer Korea Selatan dan Amerika Serikat mengatakan latihan bersama mereka yang direncanakan untuk paruh pertama tahun ini akan ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut. Kepala militer Korea Selatan Park Han-ki mengusulkan rencana penundaan ini karena kekhawatiran akan keselamatan pasukan. Gagasan tersebut diterima baik oleh Robert Abrams, komandan militer Amerika Serikat di Korea Selatan berdasarkan beratnya wabah virus, kata Kim Joon Rak, seorang juru bicara di Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.

Kedua belah pihak menyatakan bahwa meskipun Korea Selatan dan Amerika Serikat menunda latihan militer bersama, namun, tekad mereka untuk meningkatkan hubungan Korea dengan Amerika Serikat  tetap tidak berubah, dan dan aliansi kedua negara tetap kokoh dan solid.

Militer Amerika Serikat    mengumumkan kasus pertama infeksi virus corona, ketika seorang prajurit Amerika  berusia 23 tahun di Camp Carroll, yang jaraknya sekitar 30 kilometer utara dari Daegu, terinfeksi. Prajurit itu dikarantina di rumahnya sejak Rabu  26 Februari 2020 setelah dites positif virus korona dan menjadi kasus pertama di antara anggota militer Amerika Serikat di Korea Selatan.

Menanggapi epidemi yang kian parah di Korea Selatan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, pada Rabu  26 Februari 2020, mengeluarkan peringatan perjalanan ke Korea Selatan, menaikkan level ke level 3 tertinggi yang artinya semua kunjungan yang tidak perlu harus dihindari.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan pada konferensi pers Gedung Putih pada hari Rabu 26 Februari 2020, bahwa itu bukan “waktu yang tepat” untuk memberlakukan pembatasan perjalanan pada negara-negara dengan wabah parah seperti Italia dan Korea Selatan, tetapi “peluang itu mungkin akan terjadi di masa depan.”

Namun, negara-negara lain telah memperkuat kontrol imigrasi terhadap Korea Selatan sebagai respons atas epidemi yang kian marak di Korsel.   

Menurut Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, hingga Kamis 26 Februari 2020  pukul 10:00 pagi waktu setempat, 21 negara dan wilayah di seluruh dunia telah melarang warga Korea memasuki negara mereka, termasuk Jepang, Vietnam, Singapura, Mongolia, Seychelles atau Seiselensa, Fiji dan Filipina. Sementara 21 negara lainnya telah meningkatkan pemeriksaan terhadap warga Korea Selatan, termasuk Tiongkok, India, Belarus, Tunisia, Maroko, Panama, Paraguay, Polinesia Prancis.

Polinesia Prancis adalah sebuah komunitas seberang laut Prancis yang terletak di Samudra Pasifik bagian selatan.  Selain itu, 22 negara lainnya, termasuk Belanda dan Rusia, mengeluarkan peringatan perjalanan ke Korea Selatan dan menghimbau warganya untuk tidak berkunjung ke Korea Selatan.

Sementara itu, Delta Air Lines Inc. mengumumkan akan menangguhkan penerbangan ke dan dari Bandar Udara Internasional Incheon, Seoul, Korea Selatan.

Delta Air Lines menangguhkan penerbangan antara Bandara Internasional Minneapolis-St. Paul, Minneapolis dan Incheon, Seoul dari tanggal 29 Februari hingga 30 April 2020, dan akan mengurangi frekuensi penerbangan antara Atlanta, Detroit, Seattle dan Seoul menjadi 5 penerbangan setiap minggu sebelum 30 April 2020. 

Penerbangan mingguan Delta Air Lines ke Korea Selatan juga berkurang dari 28 menjadi 15 penerbangan. Sedangkan Hawaiian Airlines Inc juga mengumumkan, bahwa mereka akan menangguhkan lima penerbangan  antara Honolulu dan Seoul Incheon dari 2 Maret hingga 30 April 2020.

Sebelumnya, 5 negara termasuk Selandia Baru, Mongolia, Kuwait, Republik Ceko dan Laos telah menghentikan atau berencana menghentikan penerbangan langsung dengan Korea Selatan. (jon)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular