Li Yun/Fan Ming – NTDTV.com

Saat virus corona merajalela dan gejolak amarah masyarakat di dalam negeri Tiongkok yang berkecamuk, aturan baru yang paling ketat tentang kontrol jaringan internet oleh komunis Tiongkok mulai diberlakukan pada 1 Maret 2020. Alasan komunis Tiongkok adalah untuk menghilangkan gulma internet aau penyebar informasi dan pembersihan pada jaringan internet. Namun, netizens mengkritik aturan baru itu.

Netizen menuding, karena panik dan tak berdaya di tengah ancaman virus corona, Komunis Tiongkok mulai memutus akses internet skala luas. Lebih baik menutup mulut  atau memblokir informasi daripada mencegah epidemi.

Peraturan tentang Tata Kelola Konten Informasi Jaringan yang diundangkan oleh Kantor Informasi Internet Nasional Komunis Tiongkok mulai diterapkan pada 1 Maret 2020. Penerapan “manajemen standar” secara ketat diberlakukan terhadap pembuat konten informasi di internet, platform layanan, pengguna layanan, dan perilaku di internet dari organisasi dalam industri jaringan, serta interaksi konten di internet.  

The Cyberspace Administration of China (CAC) – Administrasi Cyberspace Tiongkok atau Kantor Informasi Internet Nasional Tiongkok, mengklaim bahwa peraturan baru yang diberlakukan pada Desember 2019 itu bertujuan untuk menciptakan ekologi jaringan yang baik dan menjaga keamanan nasional serta kepentingan umum Komunis Tiongkok.

Peraturan baru dengan jelas mendefinisikan apa yang disebut “informasi ilegal”, termasuk penentangan terhadap prinsip-prinsip dasar Konstitusi, membahayakan keamanan Komunis Tiongkok, membocorkan rahasia Komunis Tiongkok, menggulingkan kekuasaan Komunis Tiongkok, merusak kehormatan dan kepentingan Komunis Tiongkok, serta menghina, memfitnah, mengancam, menyebarkan rumor, dan memalsukan arus trafik internet dan sebagainya.

Sehubungan dengan itu, netizen menuding komunis Tiongkok menerapkan prinsip lebih baik menutup mulut atau memblokir informasi daripada mencegah epidemi. 

Lagi-lagi memberi belenggu yang semakin berat pada rakyat Tiongkok! “

“Tidak bisa lagi menembus firewall. Pembasmian internet telah dimulai!”

“Itu benar-benar pemblokiran total, selama pihak berwenang tidak terlihat senang, semuanya dianggap bersalah.”

“Komunis Tiongkok tidak bisa selamat dari wabah ini. Kegilaan terakhir sebelum musnah.”

“Di bawah penyebaran virus corona Wuhan, cara-cara penanganan Komunis Tiongkok sangat aneh, ini jelas menunjukkan kepanikan. “

“Di bawah serangan wabah besar abad ini, Komunis Tiongkok menjadi gelisah dan panik. Menerapkan langkah-langkah kendali internet yang paling ketat untuk menutup mulut orang-orang.

“Virus corona terus menyebar, rakyat jelata yang tak berdaya meminta bantuan di Sina Weibo. Komunis Tiongkok yang dibuat gelisah pun kemudian meluncurkan aturan baru untuk memblokirnya!”

“Kontradiksi di internal komunis Tiongkok yang terus bergejolak dan perlawanan rakyat yang sengit, membuat komunis Tiongkok mau tidak mau segera menerapkan kebijakan baru untuk menekannya. Komunis Tiongkok terancam krisis dimana-mana!”

“Pasal 35 Konstitusi Tiongkok menyatakan bahwa Warga Negara Republik Rakyat Tiongkok memiliki kebebasan berbicara, berkumpul, berasosiasi, berpawai protes, atau berdemonstrasi.” 

Setelah wabah pneumonia Wuhan merebak pada awal Desember tahun lalu, pemerintah Komunis Tiongkok, dari pemerintah daerah hingga pusat tidak hanya menutupi epidemi, menangkap pekerja medis yang menyebarkan fakta tentang epidemi, tetapi juga menyatakan bahwa epidemi itu “dapat dicegah dan dikendalikan”. Tidak ada penyebaran virus dari orang ke orang, serta informasi palsu lainnya, menyebabkan epidemi dengan cepat menyebar ke seluruh pelosok negeri Tiongkok dan dunia.

Setelah epidemi menyebar dengan cepat, Komunis Tiongkok kemudian mengatasinya dengan cara menutup kota. Setelah kota ditutup, banyak orang sehat terinfeksi silang oleh virus corona, hingga seluruh keluarga terinfeksi. Namun, kemudian para pasien ditolak rumah sakit dengan alasan kamar pasien penuh, mengakibatkan banyak keluarga terdesak dalam jurang keputusasaan.

Dalam menghadapi wabah besar itu, pemerintah komunis Tiongkok tampak tak berdaya, sarana medis sangat tidak memadai. Ribuan orang Wuhan tersiksa antara hidup dan mati, bahkan terjadi tragedi kematian seluruh anggota keluarga, serta tragedi mayat yang tergeletak kaku di jalanan.  

Gu He, pengamat kebebasan berinternet, mengatakan, bahwa pemutusan sebagian jaringan internet di Wuhan adalah untuk mencegah penyebaran situasi aktual epidemi Wuhan. Sementara peraturan baru yang paling ketat di Internet terutama untuk memblokir fakta tentang epidemi yang terjadi di Tiongkok.

Mengenai upaya komunis Tiongkok untuk membangun jaringan regional, Bill Xia, seorang ahli anti-blokade jaringan internet dan presiden di perusahaan Teknologi Jaringan Dinamis, pernah mengatakan bahwa pemutusan dari arus informasi itu mustahil, tujuan komunis Tiongkok adalah untuk mencapai kontrol penuh atas jaringan yang tetap harus berjalan, tetapi pada saat yang sama juga mengontrol arus informasi.

Menurut Bill, Komunis Tiongkok telah menggunakan segala macam cara untuk memblokir internet. Itu mencerminkan betapa takutnya komunis Tiongkok akan keruntuhan rezimnya. (jon)

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular