Jack Phillips

Perusahaan Raksasa Farmasi Amerika Serikat, CVS mengatakan bahwa sementara mungkin ada kekurangan persedian  Hand Sanitizer atau pembersih tangan karena ada lonjakan permintaan di tengah penyebaran Virus Corona COVID-19.

 “Lonjakan permintaan ini dapat menyebabkan kekurangan sementara di beberapa lokasi toko dan kami memasok kembali ke toko-toko itu secepat mungkin,” kata juru bicara CVS kepada CNN pada hari Jumat 28 Februari 2020. 

 Bath & amp; Body Works, yang dimiliki oleh L Brands, mengatakan bisnis pembersih tangan tumbuh sekitar 5 persen di tengah wabah virus COVID-19.

“Bisnis pembersih tangan adalah sekitar 5 persen dari total bisnis. Saat ini tumbuh pada tingkat yang sangat tinggi untuk alasan yang dimengerti oleh kita semua,” kata kepala staf keuangan L Brands Stuart Burgdoerfer kepada wartawan. 

Sementara itu, produsen Lysol dan Dettol, mengatakan akan berinvestasi lebih banyak di perusahaan rantai pasokan untuk mengatasi kemungkinan kekurangan pasokan.

CEO Reckitt Benckiser LaxmanNarasimhan mengatakan pihaknya terus melakukan investasi kapasitas untuk memastikan mereka tidak kehabisan pasokan beberapa produk yang mereka miliki pada puncak lonjakan permintaan. Ia mengatakans secara terus terang bahwa permintaan konsumen belum dapat mereka penuhi.  

“Kami sedang meningkatkan persiapan level inventaris untuk potensi peningkatan permintaan untuk beberapa produk pemutih kami,” kata kepala staf keuangan Clorox Kevin Jacobsen pada awal bulan ini, menurut CNN.

 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS dan para pejabat kesehatan lainnya mengatakan bahwa cara terbaik untuk mencegah tertular jenis virus corona baru adalah mencuci tangan dengan sabun dan air.

“Bersihkan dan disinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh dengan menggunakan menyemprotkan atau mengusap permukaan tersebut denagn pembersih rumah,” demikian anjuran Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS di situs webnya. 

Dikatakan bahwa orang harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir lebih dari 20 detik, terutama setelah menggunakan toilet. “Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol yang setidaknya mengandung 60 persen alkohol. Selalu cuci tangan dengan sabun dan air jika tangan tampak kotor,” demikian bunyi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS

Sharp Corp Jepang, pada saat yang sama, mengumumkan akan mulai membuat masker wajah bulan depan.  Menjadikannya sebagai produsen domestik pertama yang beralih bidang industri karena tingginya permintaan masker akibat wabah virus corona. Sharp, yang membuat sensor, modul kamera, dan layar untuk Apple Inc.

iPhone, diatur untuk mulai memproduksi masker pada pertengahan Maret 2020 dengan kapasitas harian 150.000 masker.  Sharp, sebuah unit dari Foxconn Taiwan, mengharapkan maskernya sudah dipajang di rak toko pada akhir bulan Maret. 

Kini terjadi kekurangan pasokan masker akibat merebaknya infeksi virus corona. Selain itu, konsumen berebut membeli masker untuk melindungi diri terhadap virus corona. (Vivi/asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular