oleh Gu Xiaohua

Akibat merebaknya COVID-19 di Tiongkok, para warga yang bergerak di bidang peternakan mengalami pukulan berat gegara pemblokiran ketat jalan-jalan dalam kota, antar pedesaan dan antar provinsi, warga pun dipantau secara ketat agar tidak keluar rumah. Termasuk usaha peternakan ayam  dan lebah milik warga sulit bertahan hidup.

Seorang pengusaha peternakan ayam cukup besar bermarga Zheng di Kabupaten Yunmeng, Kota Xiaogan, Hubei mengatakan kepada Epoch Times bahwa usahanya sudah berjalan selama sepuluh tahun. Sedangkan stok ayam dalam kandangnya sekarang mencapai 13.000 ekor. Saat ini, telur telah menumpuk tidak dapat dijual karena isolasi kota dan desa. Selain itu persediaan pakan ayam juga sudah menipis, hal ini membuatnya bingung.

“Yang menjadi masalah utama sekarang adalah pakan tidak boleh masuk sejak 12 Januari lalu,  Kita baru saja usahakan bisa masuk sedikit, tetapi harganya sangat mahal. Sebelumnya harga berkisar di 150 renminbi, sekarang menjadi 185 renminbi, itu pun sulit bisa masuk,” katanya.

Selain itu ia juga mengungkapkan bahwa bahan untuk kemasan telur juga naik. “Sebelumnya satunya adalah 6.6 renminbi sekarang menjadi 13,8 renminbi naik 1 kali lipat. Jadi terpaksa telur- telur diletakkan langsung di atas tanah. 

Menurut pengakuan si peternak itu, supermarket besar di kota Wuhan setiap hari minta kiriman barang, tetapi tidak ada orang yang berani ke sana, dengan ongkos yang besar pun tidak ada yang mau. Karena itu, terpaksa menggunakan jasa calo. Dalam 2 hari ini sudah mereka bawa sebanyak 400 karton dan masih ada 300~400 karton di tempat peternakan itu.

Diungkapkan oleh Mr. Zheng bahwa 1500 renminbi adalah kerugian finansialnya yang ia alami setiap harinya. Bagaimana meneruskan usaha ternak ayam ini adalah tantangan yang dihadapinya.

Peternak lebah meminta bantuan lewat situs Weibo

Selain itu, banyak peternak lebah baru-baru ini meminta bantuan lewat situs Weibo, karena pada saat lebah dalam masa transisi. Artinya yang disebut transisi adalah ketika periode berbunga suatu tempat telah berlalu, peternak lebah mengambil koloni lebah untuk pergi  ke tempat lain yang berbunga agar menyebarkan serbuk bunga dan mengumpulkan madu. Banyak peternak lebah tidak dapat keluar karena jalan-jalan diblokir.

Mr. Chen, peternak lebah di kota Urumqi mengatakan, bulan November tahun lalu mereka memindahkan kota-kota lebah dari Urumqi ke Turpan. 

Semua peternak yang pergi ke sana menyewa satu halaman pertanian di Turpan untuk menempatkan kotak-kotak sarang lebah, dan keluarga Chen sendiri telah menempatkan lebih dari 400 kotak lebah. 

Pada saat ini bertepatan dengan musimnya ratu lebah berkembang biak dan bertelur, jadi ia harus pergi ke sana untuk membuka sarang lebah dan menangani pekerjaan perawatan, jika tidak maka lebah bisa mati.

“Sebenarnya sudah harus pergi ke sana pada 5 Februari, tetapi Turpan tidak mengizinkan kita masuk, padahal pemerintah di sini sudah memberikan lampu hijau bagi kita untuk ke sana, termasuk kalau mau akan dikawal oleh polisi”. kata Mr. Chen.

Chen mengatakan peternak lebah  tidak bisa ke sana, ratusan peternak lebah jika tidak ke sana, lebah bisa mati. Ratu lebah akan melahirkan. sedangkan raja lebah masih terkurung, jadi jika mereka tidak ke sana untuk membuka kotak,  maka tidak menghasilkan keturunan alias lebah ini akan punah. Karena itu, yang paling memusingkan adalah modal 200.000 renminbi akan melayang.

Ada peternak lebah lainnya yang mengatakan : “Apa hubungannya antara wabah dengan lebah ? Departemen pemerintah yang tidak mau bertanggung jawab itu yang akan mengakibatkan peternak lebah gulung tikar ! Tidak adanya lebah tahun ini pasti akan membuat produk lebah menurun drastis dan harganya pasti membumbung tinggi. Mereka-mereka itu sedang mencelakakan semua peternak lebah ! Menyelamatkan peternak lebah berarti menyelamatkan diri kita sendiri”.

Pada 13 Februari, Liu Decheng, seorang peternak lebah di Sichuan menghadapi kesulitan untuk  pergi ke Yunnan melakukan transisi buat lebah-lebahnya. Akhirnya semua lebahnya mengalami keracunan dan mati, modalnya pun ludes. Karena itu ia memilih gantung diri dalam lokasi peternakan lebah. Kepada pemirsa, berita ini tak bermaksud menginspirasikan kepada anda untuk melakukan bunuh diri jika ada masalah. Ketika anda mengalami kecenderungan bunuh diri, segera hubungi psikiater atau klinik kesehatan mental setempat. (sin)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular