Eva Fu

Mantan penyiar TV yang menjadi jurnalis warga ditangkap di pusat kota Wuhan di Tiongkok pada tanggal 26 Februari 2020, target terbaru rezim Komunis Tiongkok melakukan tindakan keras terhadap kebebasan berbicara di tengah merebaknya wabah virus corona.

 Li Zehua, 25 tahun, mantan penyiar CCTV milik pemerntahan komunis Tiongkok. Ia menaiki sebuah kereta api ke Wuhan sekitar dua minggu lalu. Ia mengatakan harus menggunakan “mata dan telinganya sendiri ”untuk mendapatkan gambaran lengkap dari wabah virus corona.

Selama beberapa hari berikutnya, ia mengunjungi tempat-tempat seperti komunitas Baibuting, di mana perjamuan yang dihadiri oleh lebih dari 40.000 keluarga menyebabkan infeksi menyebar luas di masyarakat; sebuah rumah duka; dan sebuah stasiun kereta api setempat tempat dia berbicara dengan seorang pekerja migran yang terdampar.

 Pada tanggal 26 Februari malam, beberapa jam setelah ia mengunjungi daerah sekitar laboratorium virologi milik negara,  beberapa petugas polisi muncul di hotelnya.

 Li Zehua mulai siaran langsung setelah polisi mengetuk pintunya. Dalam video itu, ia tampak frustrasi, mengatakan ia tidak melakukan kesalahan. Ia juga mengatakan itu adalah “momen yang sangat aneh.”

 “Sebelumnya, saat saya menyalakan kamera untuk berbicara, saya lakukan selalu untuk orang lain. Hari ini, saya akhirnya berbicara untuk diri saya sendiri. Meskipun ini mungkin percakapan saya yang terakhir,” katanya.

Akhirnya, Li Zehua membiarkan polisi masuk. “Saya merasa bahwa tidak mungkin saya tidak akan dibawa pergi dan dikarantina. Tetapi saya ingin memperjelas ini: Saya tidak malu menghadapi diri sendiri, atau orang tua saya…konsentrasi media di perguruan tinggi], dan negara ini,” kata Li Zehua sesaat sebelum polisi memotong sinyal siaran langsung.

Li Zehua adalah jurnalis warga ketiga yang ditangkap karena melaporkan informasi dari Wuhan tanpa disensor. 

Pada tanggal 10 Februari 2020, dua hari sebelum Li Zehua menetap di Wuhan, polisi mendobrak masuk ke rumah warga setempat Fang Bin, yang memposting video viral yang menunjukkan delapan jenazah di dalam van yang diparkir di dekat rumah sakit besar.

Pada minggu yang sama, Chen Qiushi, seorang blogger video yang melakukan perjalanan dari Beijing ke Wuhan pada akhir bulan Januari, menghilang dari pandangan masyarakat.

Share

Video Popular