Erabaru.net. Sebuah studi genetik komprehensif tentang panda merah telah mengungkapkan bahwa mamalia yang terancam punah dari hutan-hutan tinggi Asia ada dua spesies berbeda dan bukan hanya satu spesies saja seperti yang diyakini sebelumnya.

Para peneliti dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok di Beijing dan Kunming mendasarkan temuan mereka pada analisis DNA dari 65 panda merah. Mereka menemukan perbedaan yang signifikan antara kedua spesies melalui tiga penanda genetik.

Menurut para ilmuwan, kedua spesies tersebut adalah panda merah Himalaya, yang ditemukan di Nepal, India, Bhutan dan Tibet Selatan, dan panda merah Tiongkok, yang habitat aslinya di Myanmar Utara, Tibet Tenggara, serta Provinsi Sichuan dan Yunnan di Tiongkok.

Sementara ada spekulasi sebelumnya bahwa panda merah ada lebih dari satu spesies karena beberapa perbedaan fisik, studi baru ini akhirnya menjawab spekulasi sebelumnya.

Menurut para peneliti, panda merah Tiongkok memiliki wajah lebih merah dan cincin ekor lebih merah berbeda daripada panda merah Himalaya.

Temuan ini, yang dapat membuat konsekuensi penting bagi upaya konservasi, diungkapkan dalam jurnal Science Advances pada 26 Februari, lapor CNN.

Kurangnya pemahaman tentang spesies, sebelum penemuan ini, memiliki efek “langsung merusak manajemen konservasi ilmiah,” catat para ilmuwan. Salah satu bahaya tersebut adalah potensi untuk kawin silang.

“Batas dua spesies panda merah memiliki implikasi penting untuk konservasi mereka, dan rencana konservasi spesifik spesies yang efektif dapat diformulasikan untuk melindungi menurunnya populasi panda merah,” catat studi tersebut.(yn)

Sumber: nextshark

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SAINS SAINS NEWS

Video Popular