Li Yun – Epochtimes.com

Menurut laporan media Tiongkok  ‘Caixin’ dan media Hong Kong ‘South China Morning Post’ pada 28 Februari, bahwa sebuah tim yang dipimpin oleh Profesor Zhang Yongzhen dari Pusat Klinik Kesehatan Masyarakat Shanghai dan Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Fudan pada 5 Januari lalu telah menyelesaikan pengurutan seluruh gen coronavirus jenis baru.

Pusat Kesehatan Masyarakat Shanghai segera melaporkan kepada Komisi Kesehatan Kota Shanghai, Komisi Kesehatan Nasional, serta  otoritas kompeten lainnya pada hari yang sama. 

Mengingatkan kepada mereka bahwa coronavirus jenis baru ini sangat mirip dengan coronavirus SARS, dan dianjurkan untuk mengambil langkah-langkah yang tepat guna mencegah penyebaran penyakit, karena pasien yang diambil sampelnya menunjukkan gejala yang sangat serius.

Pada 6 Januari, internal CDC Tiongkok memprakarsai tanggap darurat sekunder. Tetapi sampai 11 Januari, tim tidak melihat tanggapan dari pihak berwenang, sehingga tim untuk pertama kalinya memposting urutan gen coronavirus jenis baru di situs web. virologic.org.

Namun, pada saat itu pejabat komunis Tiongkok masih memberitahukan kepada rakyat Tiongkok bahwa sejak 3 Januari sudah tidak ada lagi tambahan kasus penyakit pneumonia Wuhan. Selain itu mereka juga menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda yang jelas virus bisa menular dari manusia ke manusia.

Tim Zhang Yongzhen merasa bahwa pihak berwenang tampaknya tidak punya niat untuk mengambil langkah penanggulangan terhadap virus.  Sehingga mereka memutuskan untuk mempublikasikan urutan genetik coronavirus tersebut.

Sumber yang dekat dengan tim Zhang Yongzhen mengabarkan, bahwa ini sama sekali tidak berkaitan dengan niat individu untuk menunjukkan kehebatan. Akan tetapi karena rasa tanggung jawab menghadapi penyakit pernapasan yang tidak dikenal di masa lalu, terutama mengingat bahwa pergerakan penduduk akan sangat tinggi menjelang dan sesudah Tahun Baru Imlek.

Setelah tim Zhang Yongzhen mempublikasikan rangkaian genom COVID-19, dengan alasan renovasi, laboratorium disegel pihak berwenang. Langkah komunis Tiongkok tersebut disebut-sebut sebagai upaya membungkam suara akademis.

Menurut ungkapan sumber bahwa penyegelan Pusat Kesehatan Masyarakat Shanghai tidak dijelaskan alasannya oleh pihak berwenang. “Kita telah 4 kali meminta dibuka kembali, tetapi belum ada jawaban”, kata sumber itu. 

Menyegel laboratorium memiliki dampak besar terhadap penelitian para ilmuwan karena mereka berpacu dengan waktu. Selain itu, berharap menemukan cara untuk mengendalikan coronavirus jenis baru ini sesegera mungkin.

Laporan menyebutkan, laboratorium Biosafety Level 3 (P3) dari Pusat Kesehatan Umum baru saja lulus inspeksi tahunan nasional pada 5 Januari dan menerima persetujuan untuk meneliti coronavirus pada 24 Januari. Katanya Komisi Kesehatan Shanghai yang menginstruksikan penyegelan laboratorium.

Share

Video Popular