oleh Li Yun – Epochtimes.com

Di bawah blokade informasi dan kontrol opini publik oleh komunis Tiongkok, wabah pneumonia Wuhan yang kini disebut COVID-19 berkecamuk di seluruh dunia. Ringkasan intelijen harian dari Kepala Staf Gabungan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat memperingatkan antisipasi memburuknya wabah pneumonia Wuhan.

Petinggi militer Amerika Serikat mengatakan bahwa pihaknya sedang merencanakan sejumlah skenario berbeda yang dipresentasikan oleh merebaknya virus corona COVID-19, termasuk terjadinya kemungkinan situasi pandemi.

“Militer Amerika Serikat melihat berbagai skenario, Pandemi adalah kasus terburuk,” kata Jenderal Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan AS kepada wartawan di Pentagon yang dikutip CNN pada 2 Maret 2020. 

“Tentu saja kami melakukan semua jenis perencanaan di departemen pertahanan,” tambah Milley kepada wartawan. 

Ketika ditanya tentang kemungkinan vaksin, ia menjawab, “Sehubungan dengan vaksin, ya, laboratorium militer bekerja sangat konsisten, bekerja dalam dukungan langsung dengan layanan kesehatan dan manusia.”

Sementara itu, Menurut ringkasan intelijen harian terakhir dari Kepala Staf Gabungan yang diperoleh oleh media Amerika Serikat,  ‘Newsweek’, disebutkan bahwa wabah pneumonia Wuhan dapat menyebar keseluruh dunia dalam waktu 30 hari kedepan.

Pusat Nasional untuk Intelijen Medis atau National Center for Medical Intelligence juga mengeluarkan peringatan tentang besarnya risiko wabah tersebut.

Laporan menyebutkan bahwa risiko personil dari Kementerian Pertahanan AS yang ditempatkan di seluruh dunia juga meningkat. Seorang prajurit AS berusia 23 tahun yang ditempatkan di Korea Selatan telah didiagnosis terinfeksi COVID-19 baru-baru ini. Sedangkan istrinya pun menunjukkan hasil pemeriksaan yang positif.

Seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan AS mengatakan, bahwa Kementerian Pertahanan khawatir dengan dampak pneumonia Wuhan terhadap persiapan misi. Selain itu, harus mempertimbangkan risiko membawa virus secara tidak sengaja ke Amerika Serikat. Itu ketika para perwira dan prajurit AS yang bertugas di tempat terbuka akan kembali ke rumah.

Juru bicara Kementerian Pertahanan AS Jessica Maxwell mengatakan, bahwa Kementerian  Pertahanan telah merumuskan rencana penanggulangan darurat. Bahkan, sedang mengambil langkah-langkah untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan, termasuk warga sipil, anggota militer dan anggota keluarga mereka dan masyarakat di pangkalan militer untuk mencegah agar wabah tidak meluas. 

Jika terjadi wabah, komandan setempat juga akan mengeluarkan instruksi spesifik kepada pasukan berdasarkan kondisi setempat.

Saat ini, Amerika Serikat telah melarang personel militer, sipil, dan kontraktor aktif dari Kementerian Pertahanan AS pergi ke daratan Tiongkok dan daerah-daerah tertentu di Korea Selatan. 

Militer AS yang ditempatkan di Korea Selatan juga dilarang berpartisipasi dalam kegiatan yang tidak perlu, termasuk berbelanja, pergi ke bar, nonton bioskop, dan restoran.

Wabah pneumonia Wuhan telah merebak secara tak terkendalikan selama 3 bulan terakhir. Di awal COVID-19 mulai mewabah pada bulan Desember tahun lalu, komunis Tiongkok dari tingkat pusat sampai daerah semua menyembunyikan fakta. 

Pada saat yang sama, 8 orang dokter garis depan yang memberitakan kenyataan tentang wabah justru ditangkap. Selain itu berkoar bahwa wabah mampu dicegah dan dikendalikan. Lebih jauh, meniupkan berita bohong seperti virus tidak akan menular dari manusia ke manusia. Hal mana menyebabkan wabah menyebar dengan cepat ke seluruh Tiongkok dan ke seluruh dunia.

Meskipun perang melawan wabah telah dikumandangkan di seluruh dunia sejak bulan  Januari, termasuk melarang masuknya warga Tiongkok. Tapi itu sudah terlambat, sebelum kota Wuhan diisolasi pada 23 Januari, 5 juta penduduknya sudah melarikan diri. Sedangkan orang yang terinfeksi membawa virus ke seluruh penjuru dunia. Sekarang virus tersebut sedang menyebar dengan cepat di seluruh dunia.

Hingga 2 Maret 2020, pneumonia Wuhan telah menyebar ke 75 negara dan wilayah di dunia, dengan total 10.253 kasus diagnosa yang dikonfirmasi di luar negeri dengan 166 kasus kematian.

Marc Lipsitch, seorang profesor epidemiologi di Universitas Harvard, Amerika Serikat mengatakan bahwa wabah akan sulit dikendalikan, dan kemungkinan 40% hingga 70% dari populasi dunia dapat terinfeksi dalam satu tahun ini. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular