oleh Luo Tingting

Wabah pneumonia Wuhan yang kini disebut COVID-19 terus menyebar dengan cepat membuat banyak orang panik.  Menurut laporan media Tiongkok, wanita bermarga Li yang merupakan warga Kota Jiangyin, Wuxi, Provinsi Jiangsu, karena khawatir uang kertas yang ia miliki terkontaminasi oleh coronavirus yang membahayakan kesehatannya. 

Ia Memutuskan untuk mensterilisasi uangnya itu melalui microwave yang mampu mencapai suhu tinggi dalam waktu “sekejap”. 

Akibatnya, aroma terbakar keluar dalam waktu kurang dari 1 menit. Tapi sudah terlambat, sebagian besar lembar uang kertasnya sudah hangus.

Li begitu tertekan sehingga dia bergegas ke bank dengan membawa uang kertas yang hangus itu. Setelah pihak bank mengidentifikasi dan menghitungnya, bank membantunya dengan menukarkan dengan uang kertas baru sebesar total RMB. 3.125 atau Rp 6 juta lebih. 

Insiden sterilisasi uang kertas dengan microwave ini membuat banyak netizen daratan tertawa, meninggalkan pesan yang seperti : Bukannya dimasukkan ke dalam kabinet desinfeksi, malahan dimasukkan ke dalam oven microwave untuk dikeringkan ? 

Ada yang menulis : Masih beruntung mendapat penggantian dari bank, jika tidak betapa sedihnya.

Wabah pneumonia Wuhan yang kini disebut COVID-19  menyebabkan kerusakan parah terhadap ekonomi Tiongkok. 

Baru-baru ini, Bank Sentral Tiongkok menyatakan bahwa uang kertas lama rentan terhadap coronavirus jenis baru dan menjadi perantara penyebaran. Oleh karena itu, dengan alasan mencegah penyebaran, mereka mencetak uang kertas baru senilai hampir  600 miliar Renminbi.

Namun, pencetakan uang kertas tersebut dalam jumlah yang besar dicurigai memiliki tujuan lain. 

Beberapa netizen percaya bahwa sejumlah besar uang kertas dicetak terutama untuk tujuan mengeluarkan biaya pemeliharaan stabilitas. 

Pihak berwenang telah mengerahkan sejumlah besar personil militer dan polisi untuk memantau pergerakan warga selama isolasi jalan, kota maupun desa. Orang-orang ini harus dibayar upah lemburnya. Di mana uang itu ? Jika tidak ada uang, cetak yang baru.

Xie Tian, ​​Profesor dari Aiken School of Business di University of South Carolina, Amerika Serikat percaya bahwa setelah wabah Wuhan, beberapa fenomena seperti prospek ekonomi Tiongkok semakin suram. Hingga menyebabkan, gelombang pengangguran meningkat, PDB menurun, rantai industri terputus atau beralih, pasar keuangan kacau, dan gelembung real estate pecah akan terjadi semakin cepat. Saat ini, mesin cetak uang kertas komunis Tiongkok telah beroperasi pada kapasitas penuh. Sedangkan kekayaan rakyat akan sangat berkurang karena inflasi dan devaluasi RMB.

Dikatakan oleh Xie Tian bahwa dampak wabah pneumonia Wuhan terhadap ekonomi Tiongkok sangat besar. Mungkin melebihi daya tahan komunis Tiongkok, sehingga mengarah pada keruntuhan rezim. Karena itu, jika faktor politik, sosial, psikologi masyarakat, dan perlawanan sipil dipengaruhi oleh kesehatan masyarakat dan ekonomi. Maka masa depan Tiongkok akan semakin tidak pasti. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular